
Acara mandi bersama pun selesai, hampir setiap menit Deka melampiaskan kerinduanya pada pemilik hatinya ini, entah itu cuma kecupan dikening, dipipi bahkan tak jarang Deka mencuri ciuman Arti dibibir, dasarnya Deka pria paling jahil menurut Arti ada aja akalnya membuatnya bahagia, tentu saja dengan tipu muslihatnya.
"Han, nanti sebulan sekali Aak ke Bali loh," ucap Deka sambil menyisir rambutnya dengan jari jarinya, berdiam diri didepan kaca lemari milik Arti, dengan mesra nya Arti pun memeluknya dari belakang.
"Boleh, tapi ikut," jawab Arti, duh mbak Bening suamimu ke Bali kerja sayang batin Deka sambil melirik manja istrinya yang kini masih memeluknya.
"Boleh kenapa enggak, jadwal Aak ga pasti ya han, kadang dua minggu di Gresik, seminggu Jakarta, seminggu diBali, boleh kan gitu?" tanya Deka lagi.
"Boleh asal aku boleh ikut," ucap nya lagi, Deka pun membalikan tubuhnya dan mengecup mesra kening wanitanya.
"Boleh sayang, pokoknya apa aja boleh, habis resepsi diBali nanti kita ke Gresik dulu ya lihatin anak anak, sama dateng ziarah kemakan Uti baru ke Jakarta buat periksain kandungan kamu sekaligus lihat kontrakan kita," ajak Deka, Arti menatap mesra mata suaminya.
"Jika jawaban Dokter nanti masih sama dengan prediksi awal gimana Ak?" tanya Arti khawatir.
"Ga papa sayang, toh anak kita udah banyak udah ada 16, kemungkinan bakalan nambah lagi hem, heem, mau ga nambah?" tanya Deka berusaha membuyarkan apa yang istrinya takutkan.
"Mau," jawab Arti dengan senyuman manisnya, meski matanya berkaca kaca dia tetap mencoba tersenyum, Deka memeluk erat tubuh ramping istrinya agar Arti hati Arti kembali tenang.
"Aak sudah bilang ga masalah kita ga memiliki anak kandung, semua udah ada yang ngatur han, pasrah aja padaNya jika seandainya kita di kasih ya syukur kalau enggak ya ga papa, toh Allah juga udah menitipkan kita banyak anak, mereka sama han anak juga, yang penting buat Aak itu kesehatan kamu, hati kamu, dan raga kamu hanya untuk Aak kamu mengerti istriku heemmm," ucap Deka kembali memangut bibir wanita cantik ini, Arti tak mampu lagi menjawab setiap kata yang Deka ucapkan, semua kata itu seperti madu baginya, Deka selalu memperlakukuan Arti bak ratu, makanya Arti sangat menyesal ketika memutuskan hubungan tali kasih mereka.
"Arti sayang sama Aak," ucap Arti, kata yang selalu Deka nanti kan selama ini ahirnya Arti ucapkan juga.
"Aak juga sayang, oia kamu masih rajin cek up kan?" tanya Deka.
"Masih Ak, Yudha yang anterin dia juga yang daftarin sekaligus bayarin," jawab Arti jujur.
"Bagus deh, hasilnya gimana, besok cek up kan" balas Deka.
"Loh Aak kok tau?" tanya Arti curiga.
Deka hanya tersenyum, "Aak sering ngibahin Arti sama Yudha ya," selidik Arti, Deka masih setia dengan senyumnya.
"Aak, Arti tanya dih?" tanya Arti lagi sambil menusuk nusuk manja perut suaminya, "Aahh, geli honey nakal kamu ya, udah suruh puasa sekarang godain hah, sini aak gelitikin," Arti pun tertawa sambil membekap mulutnya dia takut kalau orang orang yang ada dirumahnya mencurigainya.
"Aak, ampun," bisik Arti, Deka pun mengentikan aksinya.
"Aku mencintaimu istriku, aku selalu mau yang terbaik untukmu sayang makanya Aak minta Yudha buat jagain kamu, membawamu berobat agar mendapatkan perawatan terbaik, agar kamu bisa ingat lagi dan sembuh seperti sebelum kita kecelakaan," ucap Deka, Arti seperti tak percaya dengan apa yang Deka ucapkan barusan, kenyataanya Deka masih sangat memikirkanya dan perduli padanya.
Mata Arti menatap mesra kearah suaminya, jujur Deka merasa salah tingkah, mulut Arti hanya diam tapi Deka tau hati wanita ini telah mengatakan sesuatu padanya.
"Kenapa han?" tanya Deka.
__ADS_1
"Jangan bilang kalau Aak lah yang membiayai pengobatanku!" ucap Arti dengan bibir gemetar, Deka tau Arti ingin menangis.
Entah itu tangisan bahagia atau tangisan penyesalan Deka masih belum tau.
"Aak yang menyebabkanmu kehilangan ingatan han, Aak hanya ingin bertanggung jawab, Aak ga ada maksud lain," ucap Deka berusaha meminta pengertian Arti.
"Aak boong!" ucap Arti air mata ini nakal sekali belum apa apa udah keluar duluan batin Arti.
"Serius honey, Aak ga ada maksud lain,"
"Arti bilang Aak boong," ucap ratu drama ini tak mau kalah, mata mereka saling menatap, Deka pun memberikan kecupan sekilah dibibir yang mulai gemetar karena menahan tangis itu.
"Karena Aak sangat mencintaimu sayang, apa kamu puas," bisik Deka.
"Arti tau itu sayang, makanya Arti bilang Aak boong," jawab Arti kemudian memeluk mesra tubuh tinggi suaminya.
"Maaf kan Aak ya han yang gagal jagain kamu!"
"Tidak sayang, Aak pria terbaik yang pernah Arti temui, kecelakaan itu bukan salahmu suamiku, entah apa sebabnya tapi Arti yakin itu bukan salah Aak,"
"Han, apa selama ini kamu sehat hemm,"
"Dua duanya sayang,"
"Kalau fisik Arti udah ga pernah kejang Ak, kalau hati Aak tau sendiri,"
"Kamu sering tidur diapartemen ya heemm,"
"Iya, karena hanya disana Arti bisa memandang foto Aak dengan puas tanpa ada yang gangguin, tanpa ada yang nyuruh Arti kewarung, tanpa ada yang minta dibikinin kopi," jawab Arti dengan senyuman khasnya, duh manisnya istriku ni batin Deka.
"Kini aku milikmu sayang," ucap Deka dengan mata berbinarnya.
"Aku tak akan pernah melepaskanmu lagi Ak, apapun alasanya," janji Arti.
"Kalau kamu berani meminta itu lagi aku akan menyiksamu paham!"
"Paham suamiku, ampun!" senyum kembali merekah dibibir keduanya, pangutan demi pangutan manja mengiasi setiap percakapan mereka, Ya Tuhan sampai kapan kalian akan mengobrol, heeemmmm pengantin baru dasar.
.....
Seminggu berlalu..
__ADS_1
Acara resepsi besar besaran pun dilaksanakan oleh keluarga besar Abimanyu, yang datang juga bukan orang sembaranga, relasi bisnis papahnya kakeknya bahkan kenalan Deka sendiri.
Tak terkecuali mantan bosnya Vincent dan istri, perut Stella terlihat membesar, saat memberikan selamat pada Arti dipelaminan mereka terlihat sangat gembira bahkan terlihat sangat heboh.
"Hayy hay nyai apa kabar," sapa Stella terlihat sangat bahagia.
"Mom, ga usah lari kasihan dedek bayinya," ucap Vincent karena khawatir terhadap anak dan istrinya.
"Iya Daddy mommy tau," bisik Stella manja, Vincent hanya menggaruk alisnya yang tak gatal.
"Kita kalau musuh mereka mending ngalah aja bos, nasib kita sama bos," canda Deka.
"Iya kamu benar hah," jawab Vincent.
"Diem lo kodok, jangan pengaruhi suami gue lo ya, gue tau lo iri kan sama kita," jawab Stella sambil memegang kedua tangan Arti.
Deka hanya tertawa tak mau meladeni omelan bumil yang ada didepan istrinya.
"Ar, lo mesti pinter pinter ngadepin laki elo, dia kodok pinter banget nipunya," ucap Stella memberi peringatan, karena dia sendiri pernah merasakan tipu muslihat Deka makanya dia bisa bersama Vincent sekarang.
"Nipu gimana, kan mak comblang kan harus pinter pinter atuh, buktinya untung kan situ," ucap Deka sambil menunjuk perut Stella.
"Untung pala elu, ni gara gara kenakalan bos lo juga kodok," umpat Stella geram.
"Bos lo apain dia bisa bengkak gitu," bisik Deka.
"Diem lo kampret, dia moodnya suka ga bagus, nanti ngamuk dimari repot," balas Vincent mereka berdua pun tertawa.
"Udah jangan perduliin mereka, yang penting kamu jaga aja kandungan kamu, mereka berdua bikin pusing, cuekin aja oke," ucap Arti mencoba mengimbangi candaan Deka dan bosnya.
"Kamu bener banget, eh ngomong ngomong gimana ceritanya kok kamu bisa nikah ama kodok jelek ini sih?" tanya Stella penasaran.
"Ngrumpinya besok aja mom, lihat no udah banyak yang ngatri," ucap Vincent
"Oke deh, besok kalau ke Jakarta main loh," pinta Stella, "Siap sayang," jawab Arti sambil menyambut pelukan sahabatnya.
.....
Disini bukan hanya Arti dan Deka yang bahagia, tapi Yudha juga karena disinilah dia bisa bertemu dengan wanita incaranya, Ayo Yudha tunjukan pesonamu bronther.
Bersambung....
__ADS_1