IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Apalah Daya


__ADS_3

Bapak bapak dikampung Deka yang punya anak gadis kini makin gencar mendekati Deka, ada aja alasan mereka dari mau join usaha, atau menjadi langganan dibengkel ada lagi yang lebih ekstrim sampai menyuruh anak gadisnya membawakan manakan untuk Deka.


Terkadang Deka malah jadi bahan lelucon anak buahnya ketika itu terjadi, "Enak bener dah punya bos duren, udah gitu ganteng, banyak yang ngasih rejeki oeee," goda Joker, Deka pun melempar botol bekas minum nya kearah anak buahnya yang jahil padanya.


"Diem lo kampret," umpat Deka kesal.


"Bos dimari aja jangan kemana mana, biar kita kenyang tanpa keluar uang," tambah salah satu anak buah Deka.


"Dosa kon bos tampan gini kon jual demi makanan," balas Deka.


"Kalau bos kagak tampan mana mungkin mereka semua ngatri bos bos hahahaha," balasnya.


"Udah makan habisin habis itu tempatnya balikin ane mau tidur, besok ane mau jalan jalan, jaga semua nya yang bener awas pada pacaran aja kalian," ancam Deka dan beranjak meninggalkan mereka yang masih asik menikmati makanan yang penggemar Deka kirim untuknya.


Dikamar..


Deka merebahkan tubuhnya diranjang sigle miliknya, tatapan Deka menerawang jauh keatas, ingatan perjalanan cintanya dengan mantan istrinya kembali hadir, bahkan dia masih mengingat jelas saat dia harus kabur dari penjara untuk menemui mantan kekasih nya ini.


Kata melupakan adalah hal paling berat yang dirasakan oleh pecinta sejati, apa lagi kata mengiklaskan, adalah hal yang paling sulit untuk dilakukan, pada kenyataan nya Deka harus melewati itu semua atas permintaan dia yang berhubungan dengan nya.


"Aaahhh, ngapain enak nya ini," Deka beranjak dari pembaringan nya, dia pun mengambil ponsel dimeja tempat dimana dia menaruhnya tadi.


Dibukanya lama media sosialnya, ternyata banyak sekali pesan dari Yudha, tentang laporan keuangan restauran nya yang selama ini tak ditanya kan nya.


Yudha: "Bang apa kabar, Yudha udah tranfer omset bulan ini ya,"


Deka: " Abang baik, kamu gimana, udah dapet belum?"


Yudha: " Dapet abang bang, Yudha masih betah sendiri,"


Deka: "Hahaha, sama kita,"


Yudha: "Ga percaya Yudha kalau abang masih sendiri, secara abang tampan tajir pula,"


Deka: "Tapi ditolak haha,"

__ADS_1


Yudha: "Matanya buta yang nolak bang, sekarang kesepian dia kan nglamun ama ngemil aja kerjaan kalau ga ada job,"


Deka:"Heemmm,"


Bukan Deka ga mau membahas Arti, tapi dia sudah sangat berusaha melupakan tapi apalah daya bayangan senyuman manja Arti selalu menghantuinya.


Yudha: "Bang, bulan depan peringatan 1000 harinya bapak, kata ibu kalau abang ga repot disuruh dateng, ibu juga kangen katanya, Yudha juga mau nangih janji abang mau bikin mobil Yudha kayak punya abang,"


Deka: "Nanti kakak lo marah ga lihat abang!"


Yudha: "Perduli amat ama dia bang, kan abang datang untuk bapak ibu ama Yudha, cuekin aja manusia berhati buta itu,"


Deka:" Serius nih abang boleh dateng kerumah!"


Yudha:"Bang, abang sendiri yang pernah bilang mau abang lanjut apa ga sama mbak Arti, abang tetep anak ibu abang nya Yudha, dateng aja bang, pintu rumah kami selalu terbuka, posisi kita ga akan pernah berubah bang,"


Deka:" Atur aja Yud, oia Uti sehat kan, apek lupa abang nanyain kabar pacar abang haha,"


Yudha:" Ibu jadi pendiam bang sekarang, kalau ingat abang dia selalu nangis,"


Yudha:" Merasa bersalah sama abang katanya!"


Deka:" Enggak lah mana ada Uti salah sama abang, ya ada abang lah yang salah ga bisa jagain putrinya ampek hilang ingatan gitu,"


Yudha:" Mbak udah ingat semua kali bang,"


Deka: "Sejak kapan?"


Yudha:" Ga tau pastinya bang, yang jelas sekarang kalau ibu bahas abang dia selalu bilang biarin dia bahagia buk, iklaskan biar dia dapet istri yang bisa kasih dia anak, gitu!"


Deka:" Ya udah, nanti kasih tanggal nya aja peringatan kakung, abang usahain dateng nanti,"


Yudha:" Janji lo bang,"


Deka:" Iye bawel, jangan bilang Uti dulu, abang mau kasih kejutan buat beliau,"

__ADS_1


Yudha:" Pasti pacar abang seneng banget ntar, oke deh,"


Chat mereka pun berahir, Deka kembali membaca chatingannya bersama mantan adek iparnya itu, perasaan Deka kembali resah rasa rindu tiba tiba menyeruak disanubarinya, "Han.." eluh nya sambil menjatuhkan kepalanya dimeja kerjanya, Deka tak memungkiri bahwa saat ini cinta dan hatinya masih utuh untuk mantan istrinya, "Astaga apa aku ini dia bukan istriku lagi, bisa digampar aku kalau dia denger," tambahnya.


Beberapa kali dia mencoba memejamkan matanya, tapi kata kata Yudha barusan telah berhasil mengganggu pikiranya.


Apalah Daya dunia terasa sempit baginya, Deka sudah berusaha melupakan impian nya merajut kasih bersama mantan istrinya, tapi impian itu terus saja datang seolah enggan meninggalkan nya.


......


Disisi lain ingatan Arti sudah mulai membaik, dia juga mengingat dengan benar saat saat yang dia lalui ketika masih menjadi istri Deka.


Malam ini Arti meminta ijin pada Ibunya menginap dirumah teman, padahal ibunya tau bahwa Arti menginap diapartemen milik mantan suaminya.


Disana Arti biasanya hanya duduk manis menangis sambil menatap foto tampan suaminya, ada rasa penyesalan yang sangat berat Arti rasakan, tapi Arti juga tak bisa egois, dia ingin Deka mendapatkan istri yang mencintai dan normal.


Tak seperti dirinya yang memiliku kekurangan.


"Ah, bulshit Arti, yang namanya cinta itu dipertahankan bukan malah menolak dan menyakitinya," terkadang hatinya juga mengingatkan nya demikian, tapi Arti selalu memakai otak dibanding bisikan hatinya.


Arti mencium foto mantan suaminya dengan tangisan nya seperti biasa, bahkan baju terahir yang Deka pakai saat diusirnya dari rumah sakit pun dia bawa pulang, aroma Deka selalu membuatnya tenang, aroma itu juga yang sedikit membuat rasa rindunya terasa terobati.


"Kenapa berat seperti ini rasanya ak," ucap Arti sambil mengelus foto tampan Deka, sesekali dia juga mencium batal Deka yang ada didekapannya.


"Arti kangen Ak, rasanya Arti pengen banget ketemu Aak, maafin Arti ya Ak," ucap nya lagi dalam isak tangisnya.


"Aak sekarang udah nikah lagi belum ya!"


"Arti selalu doain Aak, semoga Aak selalu baik baik saja, sehat dan Allah bakalan kasih Aak jodoh yang sayang sama Aak, bisa kasih Aak anak ga kayak Arti yang mandul ini," ucap nya lagi, Arti merebahkan tubuhnya diranjang milik Deka, Arti memang sengaja meminta apartemen itu beserta isinya, bahkan Deka pun tak diijinkan membawa bajunya, semua milik Arti dia bilang, Deka pun menyanggupi syarat itu sebagai pembagian harta gono gini, disamping itu tanpa Arti minta dia juga memberikan satu unit mobil untuknya.


Sebenernya waktu itu Arti menolak tapi Deka memaksa, alasany sangat simple, Deka tak mau Arti kepanasan dan kehujanan dijalan, sampai segitunya Deka memikirkanya tapi dia malah tega meninggalkan nya...


Ahhh, tak tau lah dengan apa yang kalian mau!!!!!!


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2