IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Bahagiaku Itu Kamu


__ADS_3

Deka dan Arti saling melempar senyum malu malu, hati mereka terasa lebih lega karena kejujuran masing masing dari kedua belah pihak, kalian emang sweet banget.


"Nanti habis kita nikah kamu mau ikut Aak ke Jawa kan?" tanya Deka.


"Arti ikut kemanapun Aak pergi," jawab Arti mantap, ah mbak bening kamu ma selalu bisa bikin hati Aak klepek klepek sayang, batin Deka bergemuruh bahagia lagi, kamu memang bahagiaku honey.


"Arti tau saat ini Aak pasti omes kan!" goda Arti dengan senyuman manja dan mengintimisasi, "Iya," jawab Deka jujur.


"Dih, belum boleh Aak!"


"Aak tau, habis gimana manusiawi kan!"


"Selama kita pisah apa Aak pernah melakukannya?" pertanyaan Arti sungguh mengejutkan tapi wajar lah menurut Deka.


"Kamu tau Aak lah han, Aak suka begituan tapi Aak bukan tipe pria yang tak tau aturan dan batasan istriku," jawaban Deka membuat Arti merasa lebih bangga pada calon imamku.


"Arti menyesal Ak, kenapa dulu Arti minta pisah," ucap Arti lagi, Deka tersenyum saat ini detik ini yang Deka rasakan hanya bahagia bahagia dan bahagia, rasanya rasa sakitnya dulu sudah tak ada artinya lagi.


"Yang penting nanti kalau kita udah bareng Aak ga mau kamu begitu lagi han, Aak juga ga akan pernah nurutin keinginan kamu yang menyakitkan itu sayang, kamu tau ga saat kami bilang rasanya kamu tercekik kalau lihat Aak, Aak berasa seperti itu juga," ucap Deka menyuarakan perasaan nya.


"Aak tau apa yang membuat Arti seperti itu?" tanya Arti.


"Apa han!"


"Saat itu Arti kasihan sama Aak, Aak harus menangung be.." Deka tak tahan lagi dia pun langsung menyela ucapan kekasih hatinya. "Cukup han kamu bukan bebanku, kamu adalah bahagiaku istriku kamu dengar," balas Deka, Arti langsung menutup mulutnya seketika.


"Awas ya kalau diulangin lagi bahas beban, bahas anak Aak bakalan nekat, Aak bakalan bikin kamu kapok, mau!" ancam Deka gemas.


"Dih, arogan," balas Arti sambil memanyunkan bibirnya manja.


"Kamu mau tau apa yang bakalan Aak lakuin kalau kamu bilang gitu lagi?"


"Enggak!"


"Aak bakalan ajak kamu bikin dosa," celetuk Deka, Arti yang paham akan maksud deka seketika langsung mendekap tubuhnya sendiri, membuat Deka tertawa puas, wajah Arti saat itu sungguh menggemaskan.


"Aak ma nakal, nakutin,"gerutu Arti, Deka kembali melirik geli kearah wanitanya.


"Biasanya kamu suka kok sekarang takut," goda Deka lagi.


"Ya kan situasinya lain Ak," jawab Arti masih dengan wajah takutnya, ahhh Deka menghela nafas dalam dalam, dan kembali melanjutkan pembicaraan mereka kearah yang jauh dari kata mesum.

__ADS_1


"Rumah kamu sama mobil yang diJakarta mau dikontrakin apa gimana han?" tanya Deka.


"Jual aja Ak, buat bantu bantu anak panti," jawab Arti, kini jiwa sosial Arti pun ikutan tumbuh setelah mengetahui apa yang dikerjakan suaminya.


"Kalau menurut Aak sih mobilnya aja yang dijual, rumahnya ma disewain aja kalau mau," usul Deka.


"Boleh deh, tapi kalau bisa Arti mau kita hidupnya sederhana aja Ak, rumah ga usah gede gede, Arti ga mau ada mbak sebenernya Arti pengen urus Aak sendiri," pinta Arti serius, Deka malah tersenyum mendengar keinginan tulus istrinya.


"Tapi Aak ga mau kamu terlalu capek sayang, biarlah kita pakek mbak, itung itung bagi rejeki juga sama mereka, kayak mbak kita yang di Jakarta itu loh, dateng kerja selesai ya pulang, kan enak," kembali Deka menyuarakan isi kepalanya.


"Ya udah boleh deh, tapi baju Aak hanya Arti yang boleh pegang," astaga kambuh lagi posesifnya.


"Jangan kan baju han, semua yang Aak punya milik kamu deh," jawab Deka gemas.


"Boong!"


"Serius sayang,"


"Arti minta anak kalau gitu!"


"Sekarang, sini ayo," goda Deka sambil merentangkan tangan nya hendak melakukan itu pada Arti, "Dih, maunya belum halal pak bos," jawab Arti, Deka pun menurunkan tangan nya.


"Han, boleh ya dikit emuh gitu doang han," pinta Deka jujur.


"Kamu ma selalu berhasil menyiksaku han," gerutu Deka.


"Aak tinggal diapartemen aja sana sampai kita sah lagi, biar ga mesum otaknya, Arti tau Aak selalu mesum kalau deket Arti kan, kemarin aja pakekin jaketnya dilama lamain, lihat dada Arti kan hayo, dosa lo Ak" ucap Arti kembali tersenyum menggoda, matanya sungguh membuat Deka semakin merasa tertantang.


"Enggak lah, emang resletingnya yang seret makanya lama,"


"Dih boong!"


"Maaf malaikat aku udah boong," ucap Deka, Arti kembali menertawakan pria konyolnya.


"Besok selasa seribu harinya bapak Ak, Aak masih disini kan?" tanya Arti.


"Insya Allah, tapi Aak besok balik keJawa dulu ya,"


"Ngapain!"


"Anak anak yang sekolah pada mau terima rapot sayang, papinya ini kan harus hadir kesekolah gimana sih," jawab Deka.

__ADS_1


"Ikut," kambuh dah..


"Nanti kamu mau dimarahin ibumu, ditanya tanyain nanti, aku bukan suamimu lagi lo han!" ucap Deka mengingatkan.


"Iya, lupa Arti aaaaa padahal Arti udah pengen ketemu Erina yang cantik itu," Arti menjatuhkan kepalanya disisi sofa, Deka kembali tertawa.


"Jangan jangan mau balikan sama Aak cuma mau dapet Erina ini," goda Deka lagi.


"Enggak lah, papinya Erina aku juga mau," jawab Arti membalas godaan Deka.


......


Bukan Arti dan Deka namanya kalau tak pandai menyembunyikan hubungan mereka, bahkan mereka beracting seolah oleh tak terjadi apa apa pada perasaan mereka.


Arti terlihat cuek jika ketemu Deka, begitupun sebaliknya, membuat Yudha dan Uti Tika menjadi khawatir dan kepo.


"Dek, mbak mu sama abangmu kok jadi kayak jauh gitu, mereka berantem?" bisik Uti Tika disebelah Yudha.


"Ga tau bu, padahal pas kemarin mbak Arti masih sempet khawatir ama abang gara gara abang luka pas benerin mobil Yudha bu, eehhhh tunggu tunggu jangan jangan mbak tersinggung lagi gara gara Yudha bilang kalau abang bukan siapa siapa nya lagi," ucap Yudha.


"Kamu ini gimana sih, udah tau mbak nya atine ceklekan (tersinggungan),"


"Aduh matilah Yudha sekarang!"


Tak lama Deka pun keluar kamarnya dengan pakaian rapi dan menggendong tas rangselnya.


"Loh mau kemana nak?" tanya Uti Tika, Arti hanya diam dan cuek, soalnya Deka udah pamit padanya semalam dan pagi ini pun sudah lewat chat pribadi diponsel mereka.


"Deka harus balik ke Jawa ti, anak anak butuhin Dewa," jawab Deka apa adanya.


"Loh ga nungguin acaranya kakung ini?" tanya Uti Tika berharap Deka dateng keacara tersebut.


" Insya Allah nanti Dewa dateng lagi ti masih selasa malam kan?"


"Iya, janji lo!"


"Insya Allah Ti, Dewa pamit ya,"


"Sarapan dulu," pinta Uti Tika, Deka langsung mengiyakan dan duduk disebelah Arti, mereka berdua diam mengunci mulut masing masing, Yudha terus memperhatikan gelagat mereka berdua tapi tak menemukan sesuatu yang mencurigakan.


Selesai sarapan Deka pun berpamitan takut ketinggalan pesawat, Arti dan Deka pun kembali bersikap biasa dan cuek, ahhh kalian berdua memang pandai berpura pura.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung....


__ADS_2