
Arti mengeluarkan dompet mungkin dia akan membayar makanan yang kami makan barusan.
"Ga usah mbak biar aku aja." ucapku ,dia hanya menjawabku dengan senyuman manisnya.
"Iya biar dia aja yang bayar Ar, duit dia lebih banyak dari kita." ucap Stella.
"Amin." jawab Arti, duh doa Stella untukku diamini oleh seseorang yang diam diam aku kagumi.
"Iya amin Ste, makasih doa nya." balasku sambil meminta bill pada pelayan restoran tempat kami makan.
"Habis ini mau kemana Ka?" tanya Stella.
"Mau cek lokasi Ste, mau ikut." godaku.
"Dih ogah siapa elo." balas Stella.
"Calon anak buahmu lah siapa lagi." tambahku.
"Kamu jangan terus terusan ya Ka, awas kamu kalau sampai ngadu macem macem sama bosmu." ancam nya.
"Ga Ste, tapi kasih tau dulu dong kamu tinggal dimana sama kerjaan kamu apa?" tanya ku mengorek keterangan tentang nya.
"Aku masih nebeng ditempat sahabatku ini Ka, doain aku bisa beli apartemen sendiri ya." ucap nya.
__ADS_1
"Iya dimana?" tanya ku.
"Kami ga tinggal diapartemen mas, kami tinggal di rusun Petamburan situ loh." jawab Arti.
"Ooo, dekat dong rumah bosku di Senanyan Recident situ." jawab ku.
"Ooo." jawab nya biasa aja.
"Terus kerjanya?"
"Kami kerja di daerah Kemang, kami kerja di butik Ka, ada WO nya juga kalau misalnya kamu merit n merit nya dimari serahin kekita aja." jawab Stella.
"Wih promosi ni ceritanya." jawab Deka.
"Terus dia bagian apa?" tanyaku.
"Aku.?" tanya Arti balik.
"Dia MUA sekaligus urusan lapangan Ka." jawab Stella.
"Ooo."
"Kalau aku bagian bikin gaun nya, makanya ntar kalau lo nikah apa bos lo nikah pakek WO bos kita aja ntar kita bantu rayu biar dapet diskon." ucap nya lagi.
__ADS_1
"Oke lah oke ntar aku bilangin deh ke pak bos, siapa tau dia tertarik sama desainer nya." godaku.
"Bukan desainernya pak yang ditawarin tapi desain nya." jawab Stella kami bertiga pun tertawa.
Tibalah saatnya kami berpisah aku pun memesan taksi untuk mengantarkan ku ketempat tujuanku, sedangkan Stella dan sahabatnya kembali kerumah mereka dangan mobil Arti, Arti membunyikan klakson mobilnya aku pun melambaikan tangan, ternyata dunia ini sempit, gadis yang hendak aku cari untuk bosku ternyata aku bisa menemukan nya tanpa sengaja, semoga mereka bisa bersama, doaku.
........
Aku sudah ingin pulang kekampung halamanku, bertemu dengan Mbah Uti kesayanganku dan juga dengan kekasih hatiku tentunya.
Aku segera menyelesaikan pekerjaanku disini, mengecek apa yang bosku mau memeriksa apa yang dia punya disini dan memastikan semua baik baik saja.
Tak lupa aku mampir ke mension nya, aku bersyukur karena semua telihat baik baik saja bahkan aku pun memeriksa laporan keuangan dari kepala rumah tangga dimension Mr Vincent, semua juga aman tanpa kendala.
Semua laporan laporan yang menumpuk mulai dari Showroom, bengkel dan Kontrakan milik bosku aku teliti satu persatu, mencocokan dengan data yang selama ini aku miliki.
Entah kenapa disela sela aku melakukan pekerjaanku senyuman si Ukthi Arti muncul dihadapanku.
"Aaiiissshhh apaan sih, dia mau jadi istri orang Dewa Kurnia hehehe." aku menertawakan diriku sendiri, kembali aku bergelut dengan berkas berkas itu lagi, rasanya aku tak mampu bekerja lagi kantuk telah menyerangku, sebelum waktu sholat Isha habis aku pun segera mengambil wudhu dan melaksanakan sholat, Jam dinding sudah menunjukan pukul dua dini hari aku merapikam sajadahku dan melipat sarung yang barusan aku kenakan untuk beraimpuh dihadapan Sang Kholik, kembali aku tersenyum bahagia karena besok aku akan bertemu dengan mereka orang orang yang aku sayangi.
IMPIAN DEKA.
Bersambung...
__ADS_1