
Deka membuka pintu kamarnya, diikuti oleh Yudha dan Arumi, Yudha makin suka ngejahilin Arumi, tapi tidak dengan Arumi dia terlihat kaku dan gugup.
Arti masih meringkuk ketika mereka datang bahkan baju kotor Deka pun masih dia peluk.
"Han masih ngantuk kah?" tanya Deka, Arti pun membuka matanya pelan, mereka pun saling tersenyum, ahhh kalian sweet sekali membuat dua anak manusia ini menjadi iri.
"Enggak sih cuma mual rasanya," jawab Arti, Deka pun mengelus kening istrinya sesekali dia juga mencium kening itu.
"Kerumah sakit yuk," ajak Deka.
"Ga mau ak, disana pasti bauk," jawab Arti sambil mengubah posisinya kini dia menaruh kepalanya dipangkuan suaminya, aduh kalian bener bener bikin iri.
Deka mengelus perut rata Arti, "Ininya sakit ga?" tanya Deka.
"Enggak Ak, cuma mual aja kadang kadang," jawab Arti.
"Maem ya!" tawar Deka.
"Nanti ya Ak, barusan Arti mimik teh bikinan Arumi," jawabnya.
"Muntah lagi ga?" tanya Deka, tanganya masih mengelus perut rata istrinya, "Enggak sih," jawabnya sambil memainkan kancing kemeja suaminya.
"Han," ucap Deka, matanya menatap mesra kearah wajah istrinya, Arti pun membalas tatapan mata elang itu dengan mata indahnya yang penuh binar cinta.
"Hemmm,"
"Maem ya Aak suapin," ajak Deka lagi, "Arti masih males Ak, nanti aja ya maemnya," jawabnya.
"Kalau kamu ga maem kasihan dedek bayinya han dia pasti laper didalem sini," ucap Deka dengan nada yang lembut dan penuh tanya, Arti menatap tak percaya kearah suaminya.
"Aak bilang apa tadi?" tanya Arti tak percaya.
"Aak bilang selamat ya istriku kamu mau jadi mommy dedek bayi sayang, kita mau jadi mommy and papi sungguhan, kamu hamil istriku heemmm apa kamu bahagia ha," ucap Deka sambil mengelus rambut istrinya, Arti menatap Deka tak percaya.
"Aak boong, dari mana Aak tau?" tanya Arti tak percaya, Deka pun merogoh tespack yang ada disaku kemejanya.
"Ni buktinya, lihat disitubada dua garis yang artinya kamu positif hamil sayang, tadi kamu diperiksa kan ama bidan, temennya Rum kan?"
"Iya tadi ada yang periksa Arti sih, tapi cuma gitu gitu doang," ucap Arti mempraktekkan bagaimana bidan Nisa memeriksanya, Ya Allah ga Arti ga Rum kalian ma lugunya kelewatan batin Deka.
"Iya dia periksa kondisi rahim kamu sayang, dan hasilnya kamu positif hamil istriku disini ada calon baby kita," ucap Deka gemas, dia pun mengakat kepala istrinya dan mencium mesra bibir cantik pemilik hatinya ini, mereka saling mengecup lembut, Deka dan Arti tak menyadari jika apa yang mereka lakukan disaksikan langsung oleh dua anak manusia yang sejatinya juga sedang bingung mengatur gemuruh didada masing masing.
"Jangan pengen kamu masih kecil," bisik Yudha pada Arumi, Arumi melirik ketus kearah Yudha
__ADS_1
"Enggak mas ih," balas Arumi dengan nada agak tinggi membuat Arti dan Deka melepaskan ciumannya karena kaget, Arti pun melonggokkan kepalanya dan menatap mereka.
"Eh ada tamu toh," sapa Arti sambil bangun dari pangkuan Deka, ahhh muka keduanya memanas karena malu.
"Aak kok ga bilang ada mereka," bisik Arti.
"Maaf han, lupa Aak kalau ada mereka," balas Deka.
Deka dan Arti pun terlihat malu malu.
"Udah lama Yud?" sapa Arti.
"Bareng abang kami datengnya, tau gitu tadi kita tunggu diluar ya Rum, ga taunya disini cuma jadi obat nyamuk, aahhh masib kita jelek banget Rum," canda Yudha, Arumi hanya tersenyum mendengar candaan calon suaminya.
"Rum, bantu papi siapkan makan dong, sekalian ajak calon suami kamu keluar nanti papi sama mbak mu nyusul," ucap Deka tanpa menoleh, Rum dan Yudha tau jika dua anak manusia itu malu pada mereka.
"Baik pi," jawab Arumi kemudian Yudha pun mengikuti Arumi keluar kamar saudarinya.
....
"Aak kenapa ga bilang kalau ada mereka, dih malu Ak," ucap Arti.
"Aak lupa sayang, sangking senengnya gara gara ada dia," balas Deka kembali mengelus perut Arti, dia juga mencium perut rata itu beberapa kali.
"Sehat terus ya nak, jangan bikin repot mommy oke," ucap Deka berbicara dengan calon baby nya yang ad diperut Arti.
"Ak,"
"Hemm,"
"Mereka nunggun kita loh," ucap Arti mengingatkan.
"Aku mencintaimu istriku, Aak bahagia Aak janji bakalan jagain kalian heemm," ucap Deka kembali mencium kening istrinya.
"Arti juga janji sayang bakal jagain buah cinta kita, Arti juga cinta sama Aak," balasnya.
Deka pun membantu istrinya membersihkan dirinya, bahkan Deka juga tak malu membantu istrinya memakai baju.
"Mau pakek yang mana hijabnya?" tanya Deka.
"Yang pink aja tu ak," jawabnya.
"Pink, oke," Deka pun mengambilkan hijab pilihan istrinya, ahhh kalian selalu saja sweet.
__ADS_1
......
Dimeja makan Yudha membantu Arumi menyiapkan makan siang untuk mereka, bahkan Arumi pun menambahkan lauk untuk mereka dengan menggoreng ayam yang dia ungkep kemarin, ternyata sama Arti belum digoreng.
"Rum, kamu tau siapa aku?" tanya Yudha sedikit menggoda Arumi.
"Tau, mamas adeknya mbak Arti kan, iparnya papi," jawab Arumi.
"Kamu tau ga tujuanku datang kesini?"
"Enggak!"
"Dih juteknya!"
Arumi diam, dia meneruskan acara masaknya.
"Rum, kamu mau ga ta'aruf sama aku?" tanya Yudha tanpa basa basi.
"Insya Allah mas, tapi alangkah baiknya kalau mamas cari tau dulu soal Rum, keluarga Rum, Rum udah ga ada orang tua mas, bahkan untuk kuliah Rum harus kerja dipanti milik papi, sebenarnya itu bukan gaji tapi lebih tepatnya papi sekolahin Rum," ucap Arumi menerangkan keadaanya.
"Kalau soal itu mamas udah tau Rum, pertanyaanya Rum mau ga jadi istri mamas?" waduh mamas Yudha langsung tancap gas aja.
"Rum ga tau mas, Rum masih pengen kuliah dan kerja," jawab Arumi.
"Bagaimana kalau kita bikin janji," ajak Yudha.
"Janji apa mas!"
"Janji kita bakalan saling setia dan menjaga perasan kita masing masing sampai kamu. benar benar siap aku pinang nanti!" ajak Yudha, Arumi pun bertanya lagi.
"Mas ini aneh, apa yang harus kita jaga emang udah ada rasa ya diantara kita?" tanya Rum berkilah, ternyata dia ga lugu soal ini batin Yudha.
"Aku sendiri juga belum yakin Rum, aku ada rasa sama kamu atau ga tapi aku akan berusaha mengerti dan memahami kamu, jujur aku hanya ingin mewujudkam keinginan ibuku untuk menjadikanya mantu," jawab Yudha apa adanya.
Kini Rum menyadari bahwa sebenarnya Yudha juga ga menginginkan ini.
"Ya udah mas kita coba aja saling mengenal, mas boleh ninggalin Arumi jika diperjalanan nanti ada yang menurut mamas ada yang lebih baik dari Arumi," ucap Arumi.
"Kok kamu ngomongnya gitu Rum, bukanya kita janjinya saling menjaga, kalau namanya saling menjaga berarti tidak ada orang ketiga yang boleh masuk kekehidupan kita, dari pihaku ataupun dari pihakmu," balas Yudha, Arumi diam ada sedikit rasa ragu dihati Arumi, dia takut Yudha tak bisa menerima masalalu keluarganya.
"Ada hal yang mamas ga tau soal Rum," ucap Rum.
"Apa itu?" tanya Yudha, belum sempat Rum menjawab Deka dan Arti datang.
__ADS_1
IMPIAN DEKA
Bersambung...