IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Masalalu Deka


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa ga tau opa oma mu nak bagaimana ceritanya?" tanya Renata.


"Kata uti Sri pas bunda ketahuan mengandung saya beliau diusir dari rumah sama orang tuanya oma." jawab Deka, suasana menjadi hening, mereka bertiga diam tapi tidak dengan Gibran dia telihat sagat gelisah.


"Hah, astaga Ya Tuhan apa yang aku lakukan," ucap Gibran, matanya berkaca kaca membayangkan nasib wanita yang dicintainya.


"Uti Sri siapa itu nak?" tanya Renata lagi..


"Beliau yang membesarkan saya oma, dia pengasuh bunda." jawab Deka.


"Sri, tunggu apakah Sriyani rasanya aku kenal dia itu mbak nya si Sarjono ma, supir kita dulu waktu masih di Lebakbulus, yang suka nganterin Gibran sekolah," ucap opa Luis masih mengingat betul cerita tentang asal usul mereka.


"Opa benar beliaulah yang mengasuh saya." jawab Deka.


"Ya Tuhan oma ga habis pikir nak, bagaimnaa nasib kalian dulu, apakah kamu makan dengan baik ha apakah kamu sekolah dengan baik bagaimana sekarang keadaan utimu itu apakah dia juga baik?" tanya omaku, pertanyaan nya terkesan sangat khawatir pada kami.


"Saya baik oma, uti menjagaku dengan sangat baik, Deka juga sekolah kok." jawab Deka sesingkat mungkin.


"Boleh oma tanya lagi?" tanya oma Renata.


"Dimana bundamu dikebumikan sayang, apakah kamu tau?" tanya Oma Renata.


"Di Samarinda oma, karena waktu bunda diusir kakung Sarjono dan istrinya membawanya kesana." jawab Deka, mendengar jawaban putranya Gibran semakin terpukul ada rasa penyesalan yang mendalam yang ia rasakan, tapi semua terasa sia sia tak ada guna nya lagi menyesali semuanya.


"Jadi Sarjono yang menyelamatkan gadis malang itu, Ya Tuhan entah dosa apa yang kita lakukan pah hingga punya putra bejat seperi ini,"ucap oma Renata sambil memukul kepala Gibran dengan bantal.

__ADS_1


"Gibran sudah berusaha mencarinya ma tapi ga ketemu, mama tau sendiri kan Gibran mencarinya kemana mana Gibran juga ga tau kalau Yunita semenderita itu ma," ucap Gibran dengan isak tangisnya.


"Nyesel kamu sekarang," umpat oma Renata geram, papa Gibran terlihat sangat menyesal.


"Maafkan oma dan opa ya nak, maafkan juga papa bodohmu ini, sampaikan terimakasih banyak pada uti dan kakungmu karena telah menjaga dan menyelamatkan bundamu serta menjagamu sampai sekarang, apakah kamu keberatan jika oma sama opa ingin bertemu dengan mereka?" ucap opa Luis.


"Tidak oma, nanti kalau ada waktu pasti Deka antar, tapi kalau kakung Sarjono sudah meninggal enam bulan yang lalu." jawab Deka.


"Meninggal, Ya Tuhan dia kan masih muda dari kita ya pah," ucap Oma Renata.


"Namanya umur kan ga ada yang tau lah ma," jawab Opa Luis, papa Gibran masih diam mendengarkan obrolan kami, sepertinya dia benar benar terpukul dia menyesal, mungkin dia menyesal karena tak ada lagi waktu baginya untuk menebus kesalahan nya terhadap bunda.


"Oma mau kamu tinggal sama oma dan opa nak kamu mau?" tanya oma Renata.


"Kamu kerja sama papa aja," pinta Luis.


"Insya Allah opa," jawab Deka, Duh anak ini sopan sekali, bagaimana caranya Sri mendidikmu nak sampai kamu bisa jadi sesholeh ini batin Renata.


"Keluarga kita mayoritas nasrani nak apa kamu ga keberatan?" tanya opa Luis.


"Tentu tidak opa, bukankah kita kita boleh membeda bedakan, semua agama baik kan," jawab Deka.


"Dia lebih dewasa dari kamu Gibran lihat saja, kapan kamu bakalan buang itu wanita benalu dari hidup kamu," ucap Oma Renata geram.


"Lagi proses mama, kan dia juga yang mengsuport papa nya ini untuk melangkah," jawab Gibran.

__ADS_1


"Baguslah, opa dan oma harap kalian bisa saling menjaga cucu oma yang tampan," jawab Renata sambil mengelus lengan Deka, sepertinya Renata lebih sayang sama Deka dibanding sama Gibran.


"Aduh kalah aku sekarang," ucap Gibran.


"Kalah apa om," tanya Deka.


"Emak gue lebih suka ama elo bro," jawab Gibran, Deka melirik omanya dengan senyuman, Luis dan Renata pun ikutan tersenyum.


......


Erika marah besar ketika mengetahui keberanian Gibran memberikan surat cerai padanya, Erika pun tak mau tinggal diam dan menerima perlakuan Gibran padanya.


"Cari tau siapa yang ada dibelakang dia," ucap Erika sambil meneguk wine yang ada ditangan nya.


Anak buah Erika pun mulai beraksi, "Puaskan aku malam ini," perintah Erika pada dua pria yang berdiri didepan nya.


Dua pria itu pun mulai menikmati tubuh wanita hipersex ini, ini sungguh gila, Erika bisa melupakan sedikit masalahnya dengan menikmati hobinya diranjang.


Apakah yang akan Erika lakukan pada Deka jika dia tau bahwa Deka lebih berhak atas harta Gibran, akan kah Erika berhasil dalam tujuan nya?


Duh mas Deka ujianmu ga main main kali ini gaes, kamu berhadapan dengan ratu kutilanak gaes.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2