IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Mencintaimu


__ADS_3

Arti gelisah menanti kedatangan suami tercintanya, "Kenapa Aak ga dateng dateng ya," gumam Arti sambil mondar mandir di kamar mewah yang telah disediakan oleh suaminya.


Hampir tujuh jam Arti menunggu, Deka belum memberinya kabar sama sekali, "Aak kemana Arti udah kangen ak," ucap Arti pada dirinya sendiri.


Malam pun datang, Arti merebahkam tubuhnya dikasur empuk hotel itu.


Vincent sudah berpamitan dari tadi siang untuk kembali ke Jakarta.


Deka juga ga mungkin langsung mendatanginya karena dia harus menyelesaikan dulu semua urusanya yang sedikit membelitnya.


Arti tak mampu lagi menahan kantuknya, dia pun memakai selimut dan memejamkan matanya, tak lama dia pun terlelap.


...


Deka berjalan menelusuri keramaian kota tersibuk di Bali, hatinya berbunga bunga karena malam ini dan seterusnya dia tak akan terpisahkan lagi dengan kekasih hatinya.


Semua kariawan Victori hotel memberi salam padanya, banyak yang sudah tau bahwa dia adalah pemilik hotel ini.


"Malam Mr Dewa." sapa salah satu pegawai disana.


"Malam," jawab Dewa dengan wibawanya.


Pegawai hotel itu sudah tau bahwa Dewa mau mengambil kunci kamar khusus untuknya, yang didalam nya kini sudah ada wanita yang disinyalir adalah istri dari pemilik hotel ini.


"Apa kalian melayaninya dengan baik?" tanya Deka.


"Miss belum mau makan Mr. beliau bilang menunggu suaminya saja," jawab Pegawai itu.


"Heem, aku kesana sendiri kamu kembali bekerja saja," pinta Deka.


Pegawai itu pun memberikan kunci kamar untuk Deka dan segera pergi meninggalkan nya setelah Deka masuk kedalam lift yang akan membawanya kepada istri cantiknya.


Deka sudah sampai didepan pintu kamar khusus untuknya, dia pun dengan leluasa masuk kedalam kamar itu.


Deka melihat istri cantiknya sudah terlelap diatas ranjang king size nya.


"Tumben jam segini udah bobo," gumam Deka sambil melepas jaketnya dan menaruh nya disofa kamar itu, Kemudian dia pun mendekati wanita yang terlelap itu.


Deka mengelus rambut hitam milik Arti, dikecupnya kening pemilik hatinya, Deka juga mendaratkan ciuman nya dibibir wanita yang selama ini mengguncang hatinya.


Arti sedikit menggeliat ketika merasakan ada yang memangut bibirnya.


Deka tersenyum ketika Arti menggeliat, dia manis sekali sih batin Deka.


Deka pun beranjak dari duduknya dan memesan makan untuk nya dan wanita tukang tidur ini.


Bukan Deka namanya kalau tak memiliki sifat jahil.


Deka membuka satu persatu kancing baju istrinya, pelan pelan dan pelan agar Arti masih terlelap, Deka pun memberikan kecupan kecupan kecil didada Arti hingga memberikan bekas merah merah disana, Arti masih saja terlelap.


"Benar benar tukang tidur," gumam Deka.


Deka pun mengancingkan lagi baju istrinya karena ada yang mengetuk pintu, Deka pun membukakan pintu itu dan mempersilahkan pegawainya untuk masuk.


"Makasih ya pak," ucap Deka.


"Sama sama Mr. selamat malam," jawab Pegawai itu.


"Malam," kemudian Deka pun menutup pintunya kembali.

__ADS_1


Deka kembali melanjutkan tingkah jail nya, kali ini dia langsung masuk kedalam selimut istrinya dan melancarkan aksi nakalnya.


Arti yang merasa tidurnya terusik pun seketika langsung bangun dan "Aaaaa," teriak Arti.


Deka mengangkat kepalanya dan tersenyum jail tanpa dosa.


"Astaghfiruallah halazim, Ya Allah," ucap Arti sambil mengelus dadanya, Deka masih saja bertahan dengan senyuman nakalnya.


"Aak, selalu," gerutu Arti.


"Selalu apa sih, orang Aak ga ngapa ngapain lo," jawab Deka tanpa merasa bersalah.


"Aak kapan datang?" tanya Arti.


"Sejam yang lalu," jawab Deka.


"Hah, serius?"


"He em,"


"Boong,"


"Lihat aja dada kamu," jawab Deka dengan lirikan khas nya, Arti mun menurut dan membuka kancing bajunya serta melihat kondisi dada dan buah dadanya juga.


"Astaga aak, ini apa?" tanya Arti sambil menatap kesal.


"Ga tau Aak," jawab Deka seperti biasa.


"Aak ma selalu," umpat Arti kembali menutup kancing bajunya.


"Siapa suruh tidur ga bangun bangun,"


"Ga suka ya Aak dateng, ya udah deh Aak balik aja kalau gitu," ucap Deka.


"Jangan Aak, Arti suka kok tapi Aak selalu jahilnya," jawab Arti sambil merangkulkan tangan nya dileher suaminya.


Deka menopang kepalanya agar leluasa menatap wanita yang sangat dicintainya.


"Kangen ga sama Aak?" tanya Deka.


"Banget Ak, Aak jangan pernah kembali kesana ya," ucap Arti.


"Insya Allah istriku, Aak juga ga pernah bermimpi bisa nginep disana," jawab Deka.


"Rasanya Arti hampir gila Ak ketika dengar kabar Aak ditahan," ucap Arti sambil menarik tubuh suaminya masuk kedalam pelukanya.


"Aak juga ga tau han kalau disekeliling Aak banyak penghianat," jawab Deka.


"Kalau Arti boleh tau siapa yang berniat jahat gitu sama Aak?" tanya Arti, Deka melepaskan tubuhnya dari dekapan istrinya dan merebahkan tubuhnya disamping wanita cantik ini.


"Dia mantan istri papa han," jawab Deka.


"Emang nya kenapa ak?" tanya Arti.


"Karena papa menceraikan nya dan papa ga kasih semua yang dia ingin kan, hanya sebagian aja dikasihnya," jawab Deka.


"Ya Tuhan kok sama suami gitu ya Ak," ucap Arti.


"Ya ga tau han, namanya manusia kan punya hasrat dan keinginan yang berbeda," ucap Deka.

__ADS_1


"Semoga kita selalu dilindungi Allah ya Ak, selalu dihindarkan dari gemerlapnya dunia yang menyesatkan," ucap Arti.


"Amin Ya Allah Amin," jawab Deka mengamini doa istrinya.


Suasana menjadi hening, Arti melihat suaminya diam dan tatapan nya sedikit kosong.


"Aak kenapa?" tanya Arti.


"Aak kangen sama uti Sri han," jawab Deka.


"Ya udah besok kita kesana, Arti juga pengen tau kampung halaman suami Arti yang tampan ini," jawab Arti sambil menggoda manja suaminya.


"Emang Aak tampan!" balas Deka.


"He em, Arti sayang sama Aak,"


"Han, makasih banyak ya kamu selalu bisa terima Aak apa adanya," ucap Deka.


"Karena Aak orang baik, Aak berhak mendapat kan cinta Arti," jawab Arti dengan binar cinta yang terpancar dari matanya.


"Aku ingin menua bersamamu istriku," bisik Deka, Arti sangat paham dengan suaminya jika bertingkah manja seperti ini.


"Arti siap ngedampingi Aak sampai maut memisahkan Ak, Arti janji," ucap Arti membalas perlakuan manja suaminya dengan mengelus ramput Deka.


"Aak lucu potong rambut kayak gini, tapi tetep tampan," goda Arti.


"Tapi tubuh Aak ga sebagus dulu han, sekarang banyak tatonya dipunggung," ucap Deka.


"Aak pakek tato, sungguhan hah, Aak kan tau ga bisa dipakai sholat, ih Arti ga mau ah, hapus aak," ucap Arti panjang lebar, mulai kumat dramanya batin Deka.


"Bukan tato itu sayang," jawab Deka.


"Lalu,"


Deka pun melepas kaosnya dan menunjukan luka luka bekas penganiayaan yang pernah diterimannya saat berhadapan dengan penyidik dan beberapa preman sururan Erika.


Arti sangat terkejut melihat banyak goresan bekas luka dipunggung suaminya.


Arti mengelus pelan punggung itu, tak terasa Arti menangis dalam diam nya.


"Jangan nangis ham, itu udah ga berasa kok," ucap Deka kemudian diam memakai lagi kaosnya.


"Sakit ga ak waktu itu?" tanya Arti khawatir.


"Sakitlah han, Aak sampek berhari hari ga tidur apa lagi makan semua rasanya pait apa lagi kalau ingat kondisi pertama kali Aak bangun, rasanya pengen Aak hajar aja yang nelanjangin Aak," ucap Deka geram.


"Emang Aak ditelanjangi?" tanya Arti.


"Ya kan dibikin nya seolah olah Aak yang perkosa tu perempuan," jawab Deka mengingat lagi saat saat paling menyakitkan dalam hidupnya, Arti paham jika suaminya itu terluka hatinya terlihat matanya berkaca kaca.


"Sabar Ya ak, ini ujian kita yang penting sekarang Aak sudah bebas dari segala tuduhan, Aak berhasil naik kelaa semoga Aak selalu kuat menghadapi jalan yang ada didepan Aak ya," ucap Arti berusaha menenangkan gojolak yang ada dijiwa suaminya.


"Ak, aku mencintaimu suamiku," bisik Arti sambil mengusap air mata yang tak sengaja Deka teteskan.


Deka sedikit tenang karena belahan jiwanya tak pernah meninggalkanya disaat terburuknya, Deka merasa sangat beruntung karena memiliki pendamping seperti Arti.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2