
Deka sudah bersiap pergi kebengkel, dia melihat istrinya masih bobo manis diranjang mereka," Tumben sekali habis sholat bobo lagi, biasanya udah didapur," gumam Deka.
"Han, masih pusing kah?" tanya Deka.
"He em Ak, pengenya bobo aja," jawabnya pelan.
"Panggilin dokter ya," ajak Deka.
"Ga mau ah bobo aja, Ak minta Rum kesini dong," pinta Arti lagi.
"Mau ngapain?" tanya Deka.
"Pengen peluk dia," jawabnya, Astaga han kemarin cium cium Aak sekarang pengen peluk orang, ahhh dasar ratu drama umpat Deka dalam hati.
"Oke, habis itu mau apa, maem ya dari semalem muntah terus loh," ucap Deka khawatir, dia tau bahwa fisik istrinya ga terlalu kuat.
"Mau Rumi dulu," jawabnya.
"Iya ini Aak udah chat dia, katanya Otw Aak juga minta dibawain nasi uduk buat kamu, ehh pas banget dia masak nasi uduk," ucap Deka sayangnya Arti tak merespon, dia hanya mendengarkan tanpa membuka matanya.
"Han, Stella udah melahirkan lo anaknya cowok," ucap Deka, seketika dia membuka matanya dan duduk, "Mana Ak, mau lihat dong," ucapnya semangat, astaga dia kalau udah bicara soal anak pasti semangat tempurnya 45 dah.
"Nih han, cakep ya kayak daddy nya," ucap Deka.
"Heeemmm unyuknya, mau kesana lihat dia Ak," pinta Arti sambil menatap memelas kearah suaminya, Deka hanya melirik gemas kearah istri cantiknya.
"Boleh, tunggu kamu sehat bener ya, ga papa kan," balas Deka.
"Oke suamiku, cium dulu," Deka pun mengecup seluruh wajah istrinya tak lupa dia pun berpesan untuk makan, Deka tak bisa berlama lama dirumah karena klienya mau mengambil mobil yang dia modif kemarin, anak buahnya ga ada yang dateng soalnya lagi pada kirim udang ke Semarang.
Deka pun beranjak dari duduknya, Arti tak mengantarnya kali ini dia hanya salim dan melambaikan tangan.
Saat menuruni tangga dia melihat Arumi datang dan membawa rantang, "Pagi pi," sapanya.
"Heemmm, titip mbak mu ya," jawab Deka.
"Siap pi," jawabnya.
"Oia Rum, kalau bisa bujuk dia makan ya soalnya dari semalem muntah terus," ucap Deka.
"Nggih pi," jawabnya, Deka pun berpamitan dan pergi, karena dia sudah merasa lebih tenang ada yang nemenin istrinya.
.....
__ADS_1
"Assamualaikum," sapa Arumi.
"Walaikumsalam, masuk Rum," ucap Arti.
"Mbak kenapa?" tanya Arumi sambil duduk disisi ranjang Arti.
"Ga tau Rum, pusing mual pengennya merem aja ini," jawab Arti, Arumi merasa ada yang aneh dengan Arti karena mencium baju milik suaminya seperti orang ngidam aja.
Seketika Arumi tersenyum, meski dia sendiri belum paham betul tentang orang ngidam, tapi dia pernah melihat fenomena ini, saat dosennya hamil muda, dia suka sekali mencium kulit jeruk dikelas, selidik punya selidik ternyata beliau hamil muda.
"Semoga yang aku pikirkan bener," batin Arumi.
"Mbak udah berapa bulan ga datang bulan?" tanya Arumi tiba tiba.
"Pas habis akad aku dapet Rum ampek sekarang ga dapet dapet lagi," jawabnya lugu, Arti emang lola.
"Oooh, emang mbak nikahnya udah lama ya ama papi," pancing Arumi lagi.
"Yang pertama apa yg kedua?" eh ditanya malah balik nanya piye to istri papi ini.
"Emang nikahnya berapa kali!" tambah Arumi, ah kalian ini sama sama mbulet kayak benang ruwet, untung ga ada Deka apa Yudha julukan ratu drama rasanya pas buat kalian berdua.
"Dua kali, yang pertama pisah cerai kan, lalu rujuk, yang kedua ini kira kira dua bulanan lah, eh belum ada lah, ya pokonya dua bulanan segitu," jawabnya masih dengan mata terpejam dan menutup mulut dan hidungnya dengan baju bekas Deka.
"Iya, ini bau paling enak pokoknya," jawab Arti tanpa malu malu, astaga rasanya saya yakin kalau mbak Arti hamil deh.
"Mbak katanya tadi mau minta peluk Rumi, sini Rumi peluk," goda Arumi lagi.
"Enggak jadi deh, denger suara kamu aja aku dah seneng," jawabnya, "Oo, oke deh," tanpa Arti ketahui Arumi sudah meminta salah satu temannya yang menjadi bidan untuk datang kerumah Arti dan Deka ini.
"Bentar ya mbak, ada tamu kayaknya," ucap Arti karena dia mendengar ada yang memencet bel.
"He em," jawabnya.
Arumi pun melangkah keluar membukakan pintu untuk sahabatnya.
"Ada apa Rum," tanya Nisa, kalau boleh jujur dia takut kerumah ini mengingat Deka adalah orang terpandang dikampung ini.
Arumi pun menceritakan keadaan istri orang tua asuhnya, "Beneran yang kamu bilang ini, jangan sabarangan lo Rum," ucap bidan Nisa.
"Enggak Nis, aku serius kon delengen dewe aaa (lihat deh sendiri)," ucap Arumi.
"Iya deh ayo, ibunya dimana?" tanya Nisa.
__ADS_1
"Ada dikamarnya," jawab Arumi, kemudian dia pun mengantar Nisa bertemu dengan Arti.
"Mbak, kenalin ini Nisa sahabat Arumi, Arumi minta tolong sama dia buat periksa perut mbak yang mual itu boleh kan," ucap Arumi meminta ijin pada Arti.
"Emang temenmu ini dokter kah?" tanya Arti.
"Bukan mbak temen Rumi bidan," jawab Arumi.
"Ya udah boleh deh, tapi ga usah kasih obat ya," ucap Arti mencoba menawar.
"Iya bu saya ga kasih obat kok, cuma periksa aja," jawab Nisa, Arti pun menurut.
Nisa duduk dikursi yang disediakan oleh Arumi dia pun mulai mengeluarkan alat untuk mengukur tensi Arti, setelah itu dia mulai memegang denyut nadi Arti, Nisa hanya tersenyum dengan apa yang dia perkirakan.
"Bu, saya boleh periksa perutnya?" tanya Nisa, Arti pun mengangguk, Nisa mulai memeriksa area perut Arti terlebih dibagian bawah, Nisa kembali tersenyum sambil menatap Arumi, Arumi yang paham pun ikut tersenyum bahagia.
"Bu saya boleh tes urin ibu?" tanya Nisa lagi, dasar nya Arti yang lugu pun hanya menurut, dalam keadan sehat aja dia lugu apa lagi sakit gini lebih malas lagi dia berfikir, Arti Arti ahhh kamu ini.
"Boleh, iya deh," Nisa dan Arumi pun mengantar Arti kekamar mandi, Nisa keluar kamar mandi dan menunggu diluar, Arumi sudah memberi isyarat pada Nisa untuk masuk pertanda Arti selesai membuang air kecilnya.
Arumi memapah Arti untuk kembali keranjang, Arti tak mau memperdulikan apa yang mereka lakukan, yang dia inginkan hanya baring dan memejamkan matanya.
Arumi pun mengantar Nisa keluar kamar orang tua asuhnya.
"Rum, sini deh," panggil Nisa.
"Kenapa Nis,"
"Ibu asuhmu isi Rum, ni hasilnya positif, melihat kondisi rahimnya mungkin baru satu bulan lebih," ucap Nisa.
"Iya Nis, Ya Allah terimakasih Ya Allah, papi pasti seneng banget Ya Allah Nis aku seneng baget," ucap Arumi kegirangan.
"Tapi maaf ya Rum aku ga berani kasih apa apa, soalnya bukan beliau sendiri atau suaminya yang mengundangku, tapi aku saranin sebaiknya ibu dibawa kedokter kandungan soalnya dia lemes banget," ucap Nisa.
"Iya deh Nis aku bilang papi nanti, makasih banyak ya, makasih pokoknya nanti bayarnya aku ngutang dulu, biasa awal bulan papi baru kasih uang jajan nanti aku baru bayar ya," ucap Arumi, astaga Arumi rupanya kamu kocak juga.
"Ahhh, ga usah itu doain aku ama mas Rizal cepet kepelaminan aja," jawab Nisa sambil bercanda.
"Iya deh bu bidan, semoga disegerakan," ucap Arumi, mereka pun berpelukan kemudian berpisah karena Nisa harus piket dipuskesmas dimana dia ditugaskan.
Arumi kembali masuk kedalam kamar Arti, dia melihat wanita ini tertidur pulas, dia pun memutuskan untuk menyusul papi Deka kebengkel untuk menyampaikan kabar baik ini, semoga ini jadi berkah ya mbak Arumi.
IMPIAN DEKA
__ADS_1
Bersambung....