
Setelah menukar motornya dengan mobil Deka pun tak membuang waktunya, dia terus menancap gas menuju pemilik utuh cintanya.
GPS yang dia pasang didasbor mobilnya menjadi teman setianya berkendara, hampir tiga jam dia memecah keheningan malam demi sang pujaaan hati, Meski hujan angin mengiringi langkahnya, Deka tak putus asa dia tetap melanjutkan perjalanan nya dengan hati yang penuh dengan bunga bunga cinta.
Deka menyetel musik remix kesukaan nya, bersenandung ria seperti seseorang yang baru merasakan indah nya cinta, sepuluh menit satelah mengisi bensin dipom dekat hotel dimana istrinya menginap dia pun memarkirkan mobilnya dengan arahan petugas vale disana.
"Thanks u mang." ucap Deka sambil menyerahkan kunci mobilnya.
"Sama sama pak, ini nomer kunci anda nanti." jawabnya sambil menyerahkan card berwarna putih bertuliskan angka, untuknya besok mengambil mobilnya.
"Siap, makasih banyak ya mang titip dulu."
"Siap laksanakan." jawab petugas vale itu, Malum digedung ini ternyata bukan hanya ada satu pernikahan tapi tiga pernikahan sekaligus sehingga parkiran sangat ramai dan sesak, dengan arahan petugas disana ahirnya Deka pun sampai di lobi hotel dimana dia juga sudah siap memboking satu kamar untuknya.
Petugas disana pun memberikan kunci kamarnya setelah dia mereservasi, Deka tersenyum setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, dia hanya membawa tas tenteng kecil berisi baju baju dan beberapa keperluan pribadinya.
Jam dinding menunjukan pukul setengah dua belas malem ketika dia memasuki pintu kamarnya, dia pun segera menghubungi istrinya.
Arti, " Assalamualaikum honey." sapa Arti.
Deka," Waalaikum salam, cium sayang dong ." jawab Deka sambil bercanda.
Arti," Dih malu aak, disini Arti banyak temen." jawab nya.
Deka," Lagi dimana?" tanya Deka.
Arti," Baru selesai rapi rapi, pengantin udah masuk kamar ini lagi mau bantuain tim costum merapikan baju baju." jawab Arti.
Deka," Masih lama ga?" tanya nya.
Arti," Enggak sih kenapa?"
Deka," Aku ada didepan pintu kamar kamu."
Arti," Serius, ahhh boong aak pasti ngeprank." jawab Arti
Deka," Enggak, aak serius keluar aja kalau ga percaya." jawab Deka.
Arti," Ah awas ngeprank ya."
Deka," Kalau serius dikasih apa?"
Arti," Aaaa, aak serius." bisik Arti manja dan sedikit berteriak, semua mata teman nya tertuju padanya.
"Sory ya gaes maaf, ada temenku nyamperin kesini, aku boleh kabur ga?" tanya Arti pada temen temen nya.
"Boleh, baby jalan aja yang penting hati hati." jawab salah satu temen nya.
"Oke thank u semua, titip harta karunku ya." pinta Arti pada teman teman ya untuk menjaga koper make up nya.
"Iye ratu drama, udah sana eh tunggu temennya cewek cowok?" goda mereka.
"Hehehehe." Arti belum berani berterus terang dia pun hanya tertawa pelan," Ohhh dasar "um pat salah satu teman Arti, Arti pun keluar pintu kamar itu, dia clingukan kesana kemari, "ahhh ga ada orang aak ngeprank ni." Arti pun membalikan badan nya sambil memanyunkan bibirnya kecewa, baru tiga langkah dia dia meninggalkan tempatnya semula tiba tiba ada tangan yang menariknya masuk kedalam sebuah kamar yang terbilang lumayan mewah.
"Aaagghh." teriak Arti.
"Sttttt, ni Aak honey." jawab Deka, sambil menghimpit tubuh Arti mentok ketembok, Arti pun mengangguk dan menatap takut kearah wajah pria yang barusan membekapnya.
"Ayo nafas dulu." goda Deka masih diposisi yang sama.
"Dih Aak nakutin." ucap Arti sambil mengelus dadanya, Deka hanya tertawa pelan sambil memperhatikan wajah imut istrinya.
"Aak kok ada disini, tadi boong ya pas bilang di rumah?" tanya Arti sambil membenarkan hijabnya.
"Enggak lah, aak sengaja nyusulin kesini." jawab Deka.
"Kok cepet?"
"Aak sewa jet pribadi." jawab Deka asal.
__ADS_1
"Boong."
"Iya, Aak nyetir." jawab Deka.
"Iya, malem malem gini?" tanya Arti penasaran.
"Jakarta Bandung ma kecil, Surabaya Samarinda aja dijabanin." Jawab Deka sombong.
"Heemmm, sombong udah ah jauhin tubuhnya sesak ni." Arti mendorong pelan tubuh suaminya, sayang nya tubuh Deka sama sekali tak bergerak membuatnya hampir kehabisan nafas karena ulah jail suaminya.
"Aak, pliss Arti takut." bisik Arti ketika Deka semakin intim menghimpitnya, Deka tak menghiraukan rengekan istrinya dia malah semakin nekat dan nekat, tanpa aba aba Deka langsung menerkam bibir yang dia rindukan ini, pangutan demi pangutan ia lancarkan bahkan Deka mengangkat sedikit tubuh Arti agar bisa mengimbanginya.
"Ak," bisik Arti mencoba menghentikan kenalakan suaminya, Deka semakin agresif seperti ada yang menyuruhnya melakukan itu.
"Jangan mencegahku sayang." balas Deka.
"Enggak ak, aku hanya mau kekamar kecil bentar boleh ya, kebelet ni." bisik Arti.
"Oke, satu menit."
"No sepuluh."
"Ikut."
"No malu."
"Oke lima menit."
"Oke." Setelah tawar menawar waktu ahirnya Deka pun mengizinkan Arti masuk kedalam kamar mandi, dia pun memilih mengganti pakaian nya dengan kaos dan celana santai.
Sepuluh menit berlalu tapi Arti tak kunjung keluar, dia masih saja sibuk dikamar mandi, Deka tau pasti istrinya gugup, tapi dia tak perduli malam ini dia tak akan membiarakan istri cantiknya lolos, dia bertekat untuk melepaskan niatnya apapun yang terjadi, tak lama Arti pun keluar dari kamar mandi, Deka mencium aroma wangi dari tubuh istrinya membuat gejolak jiwanya bangkit.
Disini bukan hanya Deka yang menginginkan pembuktian cinta, tapi Arti juga sudah berniat menyerahkan segalanya untuk pria yang menikahi dan mau menerima setiap kekuranganya.
Arti sangat cantik dengan baju tidur stelan berbahan silk berwana marun itu, dia menggerai rambutnya seperti malam dimana Deka pertama kali menginap dirumahnya, Arti mendekati suaminya yang berbaring manis dan menyelimuti tubuhnya dengan selimut tebal itu.
"Hay gadis cantik yang bikin aku ga tenang." balas Deka sambil mencolek hidung mancung Arti.
"Nakal." umpat Arti manja.
Deka pun bangun dari tidurnya dan duduk persis dihadapan Arti, Deka membacakan doa khusus untuk istri cantiknya dan meniupkannya dikening sang istri pertanda dia siap menggauli pasangan halalnya.
Arti tersenyum, meski dadanya berasa mau meledak, "Apa aak boleh melakukanya istriku?" tanya Deka dengan suara yang sedikit agak parau, Arti tersenyum malu dan menjawab dengan angukan kepalanya.
Deka memulai aksinya dengan sangat pelan dan menantang, dielusnya pipi mulus itu dikecup berkali kali kening wanita yang akan menerima benih ketampanan nya.
Arti menerima dan meresapi setiap kecupan dan sentuhan penuh perasaan dari sang suami, Deka merasakan tubuh istrinya bergetar dia tau jika Arti takut.
"Jangan pejamkan matamu istriku, aku ingin kamu terus menatapku." bisik Deka sambil membuka satu persatu kancing piama istrinya, tak bisa dipungkiri bahwa pengalaman pertama mereka ini terasa sangat indah dan berbeda, Arti sering mendengar teman tanya dikantor bercerita bahwa malam pertama itu sangat rusuh dan menyakitkan, ah tidak suamiku sangat halus dan penuh perasaan batin Arti.
Arti mulai membalas sentuhan sentuhan lembut Deka dengan bahasa tubuhnya dan mengartikan aku pun menginginkanmu suamiku, kepasrahan dan keiklasan Arti begitu indah Deka rasakan.
Lama mereka bercumbu dan menikmati keindahan tubuh masing masing lawan, Deka sudah berhasil melucuti benteng pertahanan istrinya, ada rasa bangga disana, apa yang ada diangan angan nya selama ini semuanya mampu dia curahkan dalam keadaan halal dan diperbolekan oleh kepercayaan nya.
Arti menutupi bagian sensitif tubuhnya dengan tangan tangan cantiknya, malu rasanya ketika mata indah Deka dengan leluasa menatapnya.
"Malu ak." ucap Arti
"Kenapa aak udah ngrasain kan." jawab Deka.
Arti tak mau bicara lagi percuma dia tak akan menang jika berdebat melawan pria yang punya seribu akal ini.
Deka mengambil kemeja yang tadi dipakainya dan menjadikan nya alas tubuh istrinya, dia tak mau meninggalkan bekas kenakalanya disini, Arti tak bisa berfikir sampai sana tapi suaminya ohhh, seperti sudah berpengalaman saja.
"Buat apa Ak?" tanya Arti penasaran.
"Nanti kamu juga akan tau." Jawab Deka.
Deka tak mau berbasa basi lagi, dia kembali mencumbu istrinya, menikmati sesuatu yang belum mencapai klimaksnya, Deka membuka penutup senjata miliknya, dan berbisik ketelinga istrinya.
__ADS_1
"Apa kamu iklas istriku?" tanya Deka.
"Iya Ak, Arti iklas jawab nya." mendengar jawaban syahdu itu Deka pun langsung menancapkan senjatanya untuk menaburkan benih ketampanannya di rahim istrinya, terdengar jeritan kesakitan Arti ketika senjata itu menerobos masuk kedalam tempat rahasianya, Deka semangkin bersemangat ketika melihat wajah Arti memerah menahahan sakit, dia terus melakukan tugasnya dengan sangat baik, Arti tak bisa berbuat apa apa selain menerima dan pasrah akan keadaan nya.
Deka tersenyum penuh kemenangan ketika dia berhasil dengan tujuanya, Dia mengelap keringat yang membasahi tubuh istrinya seusai pertempuran yang barusan mereka lakukan.
"Terimakasih ratuku, kamu telah menjaga semuanya untuk ku, semoga mereka cepat tumbuh disini seperti keinginanmu." ucap Deka sambil mengelus perut istrinya.
"Amin, sama sama suamiku, Arti sayang Akk." jawab Arti, Deka sangat suka dengan jawaban manis istrinya.
Deka pun beranjak mengambil bajunya dan memakainya kembali, serta mengambil baju istrinya dan membantu memakainnya.
"Tadi kok nangis sakit ya." pertanyaan itu, ingin rasanya Arti gigit tu bibir, Arti melihat kearah kemeja yang tadi dipakaikan Deka sebagai alas tubuhnya.
"Ak, itu kemejanya berdarah, darah apaan ya?" tanya Arti, duh mbak masak ga pernah dengar sih.
"Punya kamu robek sayang." jawab Deka menakut nakuti istrinya.
"Hah, Aak serius." ucap Arti takut, pentesan dia dijuluki ratu drama dia oon plus lebay banget.
"He em kalau ga percaya lihat aja." tambah Deka semakin suka menggoda istrinya, Ya Tuhan Deka kamu ma bener bener keterlaluan.
"Aak, anterin aku kedokter sekarang ak, Arti takut." ucap Arti sambil menangis.
"La ayo kalau kamu ga malu." ucap Deka kembali melancarkan kejahilanya pada istrinya.
"Aak, besok besok Arti ga mau lagi ak." jawab Arti masih menangis.
"Jangan kan besok, bentar lagi aku juga mau lagi, la wong enak kok." Deka semakin suka mempermainkan emosi istrinya.
"Dih Aak jahat banget sih,"
"La tadi bilangnya iklas gimana sih." ingin rasaya Deka tertawa tapi juga kasihan melihat wajah lugu istrinya yang kembali ketakutan ini.
"Tapi kan Arti ga tau kalau sampai robek ngeluarin darah gitu Ak." (Padahal darahnya ga banyak lo gaes, cuma tercampur milik Deka juga jadi kelihatanya banyak.)
Deka merapikan kemejanya dan membungkusnya lalu memasukan kedalam tasnya, Deka memasukan kemeja itu kedalam tasnya dan mulai merapikan pembaringanya, dia masih melihat Arti yang ketakutan dan menangis karena berfikir miliknya telah rusak, Deka masuk kekamar mandi dan mencuci miliknya, dikamar mandi Deka malah menertawakn aksinya dan mengomel pada senjata nakalnya.
"Ahh, di lugu sekali sih." guman Deka, kemudian dia pun kembali kedalam kamarnya, Deka masih melihat Arti memangis dan duduk sambil merapatkan kakinya.
"Udah ga usah nangis entar juga sembuh." ucap Deka enteng, Arti tak menghiraukan suami nakalnya.
"Kenapa Aak ga pelan pelan tadi, gimana bisa begitu Ak." ucap Arti masih dalam emosinya.
"Begitu gimana sih ayang, sini baring Aak kasih tau." Deka pun menarik tubuh munggil Arti.
"Apa."
"Yang aak maksud, yang robek itu bukan ini nya kamu tapi kevirginan kamu, jadi kalau dia nya ya masih utuh ga kenapa napa."jawab Deka, Arti menatap wajah suaminya.
"Beneran ak?" tanya Arti masih saja takut.
"He em, udah sekarang tidur besok Aak mau lagi." bisik Deka, Arti melotot kearah Deka yang pura pura memejamkan matanya, Deka yang merasa diintimidasi pun langsung menatap balik kearah mata Arti.
"Kenapa?" tanya Deka.
"Besok besok atuh Ak, masih sakit." jawab Arti.
"Nanti lama lama ga sakit, buktinya banyak orang suka kan, katanya mau hamil kemarin." ucap Deka, duh Arti makanya jangan nantangin, giliran dikasih aja nangis nangis ahhh cemen.
"Tapi ak!!!"
"Ga ada tapi tapi ayo kita baca doa bobo dan bobo manis, suka kan Aak peluk?" tanya Deka, seperti bertanya sama anak kecil saja.
"Suka." jawab Arti, Dalam hati Deka dia menertawakan istri lugunya, Ya Tuhan katanya mau hamil giliran dikasih tau jalan menuju hamil malah drama, ada ada aja istriku ini batin Deka.
IMPIAN DEKA
Bersambung....
__ADS_1