
Yudha dan team nya berjalan jalan dipinggiran pantai, mereka diperbolehkan liburan dan senang senang, bahkan nereka diberi tiket dan juga penginapan gratisboleh Deka, itung itung ini adalah hadiah dari sang big bos karena dia sedang merayakan kemenangan dalam hidupnya.
Deka menyewakan mereka restauran out door untuk mereka berpesta, sang pengantin tidak bisa ikut karena Arti ada tamu dikamarnya, sebelum pulang ke Jakarta Stella menyempatkan diri bersua dengan sahabatnya ini, dan lucunya Arti enggan ditinggal oleh suaminya.
Lagian Vincent juga sedang ada pertemuan dengan relasinya disalah satu club dikawasan Jimbaran, tak mungkin dia ikut dengan keadaan hamil begini.
"Ar, laki lo ga hangout bareng geng nya," tanya Stella, karena dia melihat Deka sedang duduk dimeja kerjanya dan berkutat dengan laptop dan beberapa berkas yang tertumpuk rapi dimeja kerjanya.
"Enggak gue ga kasih," jawab Arti sambil tertawa pelan menertawakan Deka juga sih sebenernya.
"Kejam lo Ar," ucap Stella pelan agar Deka tak dengar.
"Biarin aja, gue suka lihat dia sibuk gitu," ucap Arti sambil tersenyum manis, hatinya terlihat sangat berbunga bunga, Stella bisa menangkap itu.(wah mbak Bening ternyata kamu udah bucin akut dengan mamas Dewa Kurnia ya ha).
"Cerita dong Ar, kok elu bisa ama si kodok jelek itu sih?" tanya Stella manja, Arti tertawa dia sangat suka dengan julukan Stella untuk Deka, karena dia sudah terbiasa mendengar umpatan itu saat Deka dulu Stella masih tinggal aerumah dengannya.
"Aku juga lupa lupa ingat Ste, yang aku tau ini juga kata adeku ya katanya pas aku gagal nikah bapakku minta dia buat nikahin aku, aku sih awalnya ga mau karena alasan yang tak bisa aku ceritakan Ste, tapi ga tau kenapa aku jatuh cinta pada sikapnya yang anteng dan penuh kesabaran itu," ucap Arti berusaha menjelaskan apa yang dia rasakan untuk Deka.
"Jadi waktu dia makan dirumah itu kalian udah nikah?" tanya Stella.
"Udah, lima atau enam bulanan lah aku lupa," jawab Arti malu malu.
"Jangan bilang malem itu kamu bercanda ya ama dia!" selidik Stella.
"Iya hehehehe," Arti terciduk sekarang.
"Dasar kalian, tapi aku suka kamu ama dia Ar, dia pria baik bahkan sangat baik menurutku kamu beruntung Ar bisa dapetin kodok jelek itu, menurut suamiku dia sangat taat agama bahkan kalau lagi ikut ke club dia ga minum apa apa lo Ar, sampek heran laki gue, dia pikir laki lo ga doyan perempuan orang sering ditawarin dia selalu menolak," ucap Stella menceritakan apa yang dia tau Deka dari suaminya.
"Hehehe," Arti kembali tertawa manja dan bangga pada suaminya.
"Eh Ar, gue jadi penasaran ama laki lo, hot ga dia," pancing Stella.
__ADS_1
"Apaan sih, rahasia itu ma hahahaha," jawab Arti malu malu.
"Oke oke," Stella pun tak ingin memaksa.
Mereka pun kembali berbincang bincang kesana kemari, dari membicarakan suami sampai rencana untuk bergabung bikin WO, ahhh ga tau lah Arti aja belum yakin suaminya bakal ngijinin apa ga nantinya.
Bagaimana hati ini tak semakin cinta padamu Ak, kamu terlalu baik jadi manusia batin Arti, gemes Arti udah gitu tampan nya kelewatan lagi, puji terus mbak suamimu itu.
"Oia Ar, suamiku katanya mau ikutan jadi donatur dipantimu apa boleh?" tanya Stella.
"Boleh lah Ste, nanti aku koordinasikan ama pengurusnya, pasti Mr Vincent udah ngomong ngomong kan ama Aak," ucap Arti.
"Kalian gimana aman kan ga pernah berantem kan, Mr Vincent ga main cewek lagi kan Ste?" tanya Arti.
"Udah ga Ar, dia udah jinak sekarang hahaha, berkat suamimu juga kalau ga mana mungkin dia mau deketin gue ke dia sih, dia kan takut ama elu," ucap Stella, ah kalian emang perempuan perempuan top yang mampu menaklukan mahluk aneh berjenis kelamin laki laki ini.
Ditengah tengah perbincangan seru Arti dan Stella tiba tiba Deka mendapatkan panggilan telpon dari Vincent yang mengatakan Yudha mabuk dan bikin keributan di club.
"Astaga Ak, anak nakal itu kenapa?" tanya Arti.
"Aak juga belum tau han, Aak tinggal dulu ya kamu hati hati ya, disini aja ntar Aak kabari hemm," ucap Deka sambil mengecup kening istrinya, tak dipungkiri saat ini Arti juga merasa khawatir.
"Aak hati hati ya sayang cepat kabari," ucap Arti.
"Oke, titip dia ya Ste," ucap Deka, Stella pun menyanggupinya, Deka pun segera turun kebawah dan meminta supir hotel untuk mengantarnya diclub yang dimaksud Vincent.
Benar saja sesampainya disana, wajah Yudha sudah tak berbentuk, untung Vincent dan teman temanya berhasil melerai jika tidak habislah dia.
Vincent pun segera meminta Deka membawa Yudha kembali kehotel, "Lo bawa aja adek lo ini ntar biar gue aja yang selesain masalah ini," ucap Vincent.
"Thanks Mr."ucap Deka, Yudha sudah tak sadarkan diri kala itu.
__ADS_1
"Hemm," jawab Vincent, tak menunggu waktu lagi ahirnya Deka pun membawa adeknya ke hotelnya, Deka meminta asistenya untuk menyiapkan kamar khusus untuk adeknya ini, tak lupa dia juga meminta disediakan satu tenaga medis untuk mengobati adeknya ini.
"Kenapa ni anak," gumam Deka heran, karena tak biasa biasanya dia bertingkah gila seperti ini.
"Apa lukanya parah dok?" tanya Deka.
"Hanya pelipisnya sedikit robek pak, yang lain aman," ucap pak Dokter.
"Makasih banyak dok," ucap Deka, kemudian pegawai Deka pun mengantar sang dokter undur diri.
"Son, kamu jaga dia kabari kalau sudah sadar," ucap Deka.
"Siap bos," jawab anak buah Deka, Deka pun meninggalkan kamar Yudha dan melangkah pergi menuju tempat dimana Vincent dan teman temanya berkumpul.
"Sory bos adeku ngrepotin, boleh tau kronologinya bos?" tanya Deka pada Vincent.
"Gue juga tau pastinya, katanya sih Yudha maksa cium salah cewek pengunjun disana dianya ga terima dong, ya udah adek lu kena bogem lah," ucap Vincent menjelaskan apa yang dia tau.
"Astaga, dia ga pernah kayak gitu aku rasa,"
"Ya kan mabuk mana sadar sih," ucap Vincent, benar saja ya tapi kenapa dia bisa begini aahhh, ada ada aja Yudha ni.
......
Arti mondar mandir dikamarnya, karena hampir jam satu malem suaminya tak kunjung memberinya kabar, bahkan audah berkali kali dia menghubunginya tapi sayang Deka tak menjawabnya.
"Aduh Ak, kamu kemana!" gumam Arti khawatir.
"Dia kan lagi sama suami gue Ar, tenang aja, lo kan tau pengawal mereka kalau lagi disini," ucap Stella santai, mungkin Stella bisa tenng, tapi tidak dengan Arti, Deka kegores sedikit aja Arti heboh, apa lagi kalau sampai Deka kenapa napa.
IMPIAN DEKA
__ADS_1
Bersambung...