IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Shock


__ADS_3

Keesokan harinya....


Deka merasakan tubuhnya remuk redam, pening dikepalanya berasa tak tartahankan, dokter kembali memberinya obat anti nyeri sekaligus obat yang bisa membuatnya tertidur.


Dokter menilai Deka masih belum siap menerima kabar yang mungkin akan membuatnya shock.


"Sementara kita biarkan dia istirahat dulu, saya takut mentalnya akan drop jika mengetahui kabar tentang dua orang yang disayanginya mengalami nasip yang kurang beruntung, oia bu keadaan putri anda makin membaik," ucap sang Dokter.


"Alhamdulilah dok, semoga dia cepat sadar," jawab Uti Tika.


"Tapi kabar buruknya mungkin dia akan kehilangan beberapa ingatan nya bu karena benturan dikepalanya terlalu keras, hingga mengakibatkan cedera diotaknya," ucap sang dokter kembali mengingatkan keadaan Arti.


"Ya Allah dok, lalu kami harus gimana?" tanya Uti Sri.


"Kita lihat nanti ya bu, semoga yang kita takutkan tidak terjadi pada putri anda," jawab pak Dokter, tanpa mereka ketahui ternyata Deka mendengar semua yang dokter dan uti Tika bicarakan, Deka ingin sekali membuka matanya tapi semua terasa berat.


Hanya otak dan telinganya yang bekerja, "Ya Allah selamatkan lah istri dan juga utiku aku mohon Ya Allah," doa Deka dalam hati.


"Ujianmu terlalu berat untuku Ya Allah jika engkau juga mengambil ingatan istriku, aku harus bagaimana nanti ngadepin dia," ucap Deka bicara pada batin nya sendiri.


"Makasih banyak dok, saya titip putri saya ya dok," ucap Uti Tika.


"Insya Allah bu, kami juga minta doanya," ucap sang Dokter.


Dokter yang merawat Deka pun pamit kembali keruangan nya.


"Buk, kasihan sekali abang dan mbak Arti ya bu, ujian mereka berat sekali," ucap Yudha.


"Iya le, ibu ga tau gimana nanti kalau abangmu tau bahwa Utinya sudah berada di surganya Allah," ucap Uti Tika.

__ADS_1


jedeerrrrr......deg deg deg


Begitulah kira kira suasana hati pikiran dan juga detak jantung Deka, Mata Deka seketika terbuka ketika mendengar ucapan uti Tika.


"Uti bilang apa tadi?" tanya Deka, Uti Tika dan juga Yudha saling menatap.


"Uti ga bilang apa apa le," jawab Uti Tika mencoba berkilah.


"Tidak uti tadi bilang kalau uti Sri, kalau utiku sudah (nafas Deka tersegal, air mata Deka meluncur deras suara tangisnya terdengar tertahan tapi dia tetap berusaha mengeluarkanya, agar rasa sesak didadanya segera berkurang), Uti bohong kan bilang begitu tadi, Utiku masih ada kan dia sehat kan Ti, dia selamat kan, "ucap Deka, Yudha sangat paham jika abang nya saat ini sangat Shock, belum lagi jika dia mendengar kabar tentang istrinya yang belum sadar sampai saat ini.


"Bang, abang yang sabar ya, abang yang kuat iklaskan ya bang," ucap Yudha sambil memeluk Deka yang terus saja menangis.


"Jadi benar kalau Uti Sriku telah meninggalkan aku sendiri ha, Uti maafkan Dewa yang ga hati hati ti, maaf ti Dewa nyetirnya ga bener ti maafkan Dewa Ti, Uti..."Deka terus menangis dan memanggil manggil wanita yang membesarkan nya.


"Sabar iklaskan bang, ini bukan salah abang kami semua tau kalau mobil abang disabotase, mobil yang kendarai sengaja dibuat blong bang," ucap Yudha kembali mencoba membuat Deka mengerti bahwa ini bukan salah Deka.


"Bang, Bude ga akan suka jika abang begini, iklaskan bang, mari kita sama sama mendoakan bude supaya bude tenang disana, selalu mendapatkan terang dan bisa pulang ke surganya Allah dengan selamat," ucap Yudha mencoba menengkan Deka, Uti Tika tak kuasa menahan tangisnya, hingga dia pun tak mampu bicara.


Yudha mengambilkam Deka minum, "minum dulu bang biar abang baikan," ucap Yudha sambil membantu Deka minum.


Deka hanya meminum sedikit, tubuhnya masih belum bisa menerima asupan apapun.


Deka membaringkan tubuh nya lagi dan meringkuk seperti bayi, Uti Tika dengan setia mengelus punggung Deka agar pria tampan yang rapuh ini bisa menguatkan hatinya.


"Dewa udah ga punya ibu lagi ti," ucap Deka.


"Siapa yang bilang kamu ga punya ibu sayang, aku kan juga ibumu," jawab Uti Tika.


"Dewa belum bisa bikin bahagia Uti Sri bahagia ti, kenapa Utiku udah pergi ti," kembali Deka menangis pilu dan menyesali apa yang telah terjadi.

__ADS_1


"Siapa bilang kamu belum bisa membahagiakannya le, dia sangat bangga memilikimu, kamu anak yang baik," ucap Uti Tika lagi.


Sejenak Deka lupa dengan istrinya, saat ini yang ada dipikiranya hanyalah wanita yang menjadi tumpuan hidupnya selama ini dan kini beliau telah pergi meninggalkan nya untuk selama lamanya.


Hati siapa yang tak remuk redam, baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu dan melepas rindu, Deka tak menyangka bahwa niatnya membuat utinya bahagia dengan mengajaknya berjalan jalan malah berujung petaka yang membuat duka.


Deka masih belum bisa menata perasaan nya, dia masih shock dengan kabar yang barusan diterimanya.


.....


Disisi lain....


Joker dan kawan kawan nya berhasil meringkus anak buah Erika yang telah mencelakakan bos mereka.


Vincent tak tanggung tanggung memberikan hukuman, sebelum mereka diserahkan pada pihak yang berwajib, Vincent meminta Joker dan anak buah nya untuk mengadili mereka.


"Beri mereka pelajaran, buat mereka mengaku terlebih dahulu, aku mau wanita gila itu benar benar membusuk dan menderita dipenjara," perintah Vincent pada Joker dan anak buahnya.


"Baik bos," jawab Joker.


"Oia satu lagi, pastikan kalian punya dublikat bukti agar pihak berwajib tak bisa mamanipulasi bukti, aku takut mereka juga bisa dibayar oleh wanita gila itu," ucap Vincent mengingatkan anak buahnya agar tidak kecolongan lagi seperti apa yang pernah terjadi pada Deka waktu itu


"Siap laksanakan bos," jawab Joker.


Deka benar benar beruntung dia dikelilingi oleh orang orang yang baik dan setia padanya, terlebih mereka juga selalu siap kapanpun Deka butuhkan.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2