IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Berbagi Ilmu


__ADS_3

Aku sama sekali tidak menyangka bahwa pemuda desa sepertiku bisa berada dikota yang sangat benafit didunia, London.... ini adalah pertama kalinya aku menginjakan kaki ku disini, dikota ini lah nantinya aku akan merajut impianku demi cintaku kekasihku, dan harapanku semoga semua ini tidak akan pernah sia sia.


Pekerjaan ku tetap sama menjadi asisten pribadi serta supir yang baik untuk Mr, Vinceng bule baik asal Mexico ini, pria yang sedikit arogan terkadang juga kocak sungguh mengesankan ketika bersama nya.


Tak butuh waktu lama bagiku untuk belajar membawa mobil disini, awalnya agak kaku karena kemudi mobil disini rata rata berada disebelah kiri berbeda dengan mobil mobil dinegara ku yang semua kemudinya berada di sebelah kanan, ah aku memiliki bos yang biasa merakit ini semua apa susah nya batinku, tinggal tanya trik nya saja pasti dikasih tau.


Hidup di negri orang memang tak mudah, karena aku harus menyesuikan gaya hidup, makanan bahkan musim dan juga harus menyesuaikan adat disana.


Mr Vincent sudah tidak seperti yang aku kenal sebelumnya, yang suka ke club, minum bahkan main perempuan dia lebih suka bekerja dan bekerja, dia juga mengajariku bagaimana mengotak atik mobil diwaktu senggangnya, bahkan dia tak segan membeli mobil baru untuk ku bisa mempraktek kan apa yang aku pelajari darinya, aku sungguh merasa beruntung bisa mengenalnya, aku sungguh merasa senang jika bersamanya, dia selalu memberikan ilmunya padaku kadang aku berfikir apakah dia tak takut aku berhianat darinya setelah mendapat ilmu darinya.


Sekarang aku memiliki hobi baru yang tularkan oleh bosku yaitu otomotif, memodif mobil seperti yang aku mau, ini sangat menyenangkan ternyata pantesan dia sangat betah berada dibengkel pribadinya.


"Bos, aku suka ini." ucap ku.


"Bau oli kamu suka." jawabnya.


"Iya ini lebih harum dari wanita di club bos." tambahku kemudian kami pun tertawa, jika berada dibengkel ini kami berdua bisa tidak makan dan minum sebelum apa yang kami kerjakan selesai dan mendapatkan hasil yang memuaskan.


"Coba nyalain mesin nya Ka." pinta nya.


Aku pun menyalakan mesin mobilnya, dia tertawa senang ketika mendengar suara knalpot yang sesuai seperti yang kami ingin kan.


"Keren bos gila gila." jawab ku.


"Kamu suka?" tanya nya.


"Suka bos." jawabku.


"Gimana kamu sudah invest apa dikampung?" tanya nya.

__ADS_1


"Nenek ku membeli tambak kemarin bos." jawab ku.


"Tambak apa itu tambak?" tanya nya.


"Pabrik garam bos."


"Ooo, bagus lah."


"Bos kemarin saya ada ditawarin tanah sama seseorang bos, kayak nya bagus buat kos kosan bos." ucapku.


"Bagus lah beli aja." jawab nya.


"Bajetnya kurang bos, kan habis buat beli tambak." jawab ku.


"Berapa?" tanya nya.


"Heemm beli aja, nanti aku tranfer." jawab nya.


"Bos gimana kalau kita beli berdua nanti kita bangun terus kita bagi hasil." usul ku.


"Boleh tak masalah." jawab nya enteng.


"Bos anda pindah kewarganegaraan aja biar kita bisa dekat nanti." pintaku, rasanya aku tak ingin berpisah dengan bos yang sudah aku anggap kakak ku ini.


"Asal kamu bisa cariin aku istri orang mu sana." jawab nya sambil tertawa.


"Siap, nanti aku cari cece Stella buat mu bos."godaku.


"Anj*y jangan sebut dia lagi Beg*k." umpat nya, aku tau dia suka hanya saja malu malu.

__ADS_1


"Bos berapa lama di Indo sih kok pinter banget ngomong sana, jago ngumpat lagi." godaku lagi.


"Lama aku disana, tapi ya bolak balik kalau ada perusahaan yang butuhin aku ya berangkat sesuai kontrak, setelah itu aku suka stay disana." jawab nya santai.


"Bos pengen main ke kampungku ga?" tanya ku.


"Pengen, pengen lihat cewek pribumi asli aku." jawab nya, heemmm ga lain kirain udah bener bener sembuh.


"Hahaha, bos bos kirain udah sembuh." jawabku.


"Anj*y." umapat nya lagi, kami pun kembali fokus pada mobil yang kami rombak habis.


sesekali kami tertawa jika hasilnya sesuai, jika tidak maka kami terus berusaha sampai sesuai keinginan kami.


....


Ditinggal oleh kekasihnya pergi jauh membuat Desvita merana, menahan rindu yang sangat berat, terlebih dia tak memiliki nomer kontak kekasihnya.


Desvita berusaha keras setia pada kekasihnya meski kabar tak pernah dia terima dari Deka.


Desvita terus belajar dan belajar seperti yang diingin kan orang tuanya, meski ini berlawanan dengan cita cita nya Desvita tetap menjalankan apa yang orang tuanya ingin kan berharap cinta nya pada Deka akan mendapat restu.


Ini adalah tahun kedua Deka meninggalkanya, tapi Desvita tetap memegang teguh cintanya, masih memegang erat janjinya untuk setia pada kekasihnya.


Siang dan malam Desvita berdoa untuk keselamatan kekasih nya, berharap mereka akan dipertemukan lagi dalam ikatan penikahan.


IMPIAN DEKA.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2