
Vincent sangat puas dengan hasil kerja asisten nya, Deka sangat teliti dan detail dengan pekerjaan nya termasuk masalah teknis yang terjadi diperusahaan bos nya.
Semalam Gibran telah mengabarinya bahwa dia setuju menjual hotel miliknya pada Vincent, meski berat hati Deka tetap tak berdaya karena dia sendiri pun tak punya uang sebanyak itu untuk menyelamatkan aset keluarga kandung nya.
Deka tak ingin mengulur waktu lagi, setelah selesai menurus pembayaran hotel milik Gibran Abimanyu dia akan berterus terang pada Gibran bahwa mereka sebenarnya mempunyai ikatan darah.
Deka merapikan pekerjaan nya, dia tau hari ini istrinya pulang dia pun ingin pulang ketempat istrinya dia malas pulang ke mension big bos nya, dia ingin menikmati masakan dan semyuman manis pemilik hatinya.
Seperti suami pulang kerja pada umum nya, Deka pun menenteng tas kerjanya dan melepas jas nya terta mengendurkan dasinya, ketika berjalan menuju rumah Arti banyak pasang mata yang memperhatikan ketampanan nya, "Apa sih mereka kayak ga pernah lihat orang aja." gerutu Deka.
Deka mengetuk pintu rumah istrinya, dari dalam Arti pun membukakan pintu untuknya.
"Assalmualaikum." sapa Deka.
"Waalaikumsalam suamiku." sambut Arti, Arti pun meminta tangan Deka dan mencium nya bolak balik seperti biasa, Deka membalas pelakuan Arti dengan mencium kening pemilik hatinya, Arti pun meminta tas kerja dan jas yang Deka pegang. Mereka pun masuk rumah barengan.
"Aak dari kantor langsung ini?" tanya Arti.
"He em." jawab Deka langsung duduk dikursi meja makan, Arti pun mengambilkan minum untuk suaminya, duh manis nya istriku ni batin Deka.
Deka menerima gelas berisi air pemberian istrinya, "Tadi capek ga ak kerjanya, ada masalah ga?" tanya Arti.
"Sedikit, ada dua meeting tadi ditempat berbeda." jawab Deka, Arti pun mendekati suami nya yang sedang duduk, Deka tak menyianyiakan kesempatan itu, dia pun langsung memeluk pinggang istrinya dan bermanja manja disana, Deka membenamkan wajahnya diperut istrinya, Arti mengelus rambut suaminya dengan kasih sayang sesekali dia juga mencium dan menghirup aroma harum Deka dari kening tampan nya.
"Aak, lelah sayang." ucap Deka.
"Mau mandi dulu apa maem dulu ak?" tanya Arti.
"Mandi deh." jawab Deka.
"Oke." Arti pun membawa tas kerja suaminya dan juga jasnya masuk ke dalam kamar, Arti pun menggandeng suaminya agar ikut dengan nya.
Dikamar Arti meletakan barang bawaanya di meja kerjanya, mengantung jas suaminya ditempatnya, heemm harum banget aroma parfum yang bercampur keringat suaminya, Arti mencium nya sekilas, Dia akan malu jika Deka tau kalau dia suka sekali dengan aroma kringat suaminya.
Arti membantu Deka melepas dasi dan juga kemeja suaminya.
"Sayang kenapa tiba tiba aku ingin." ucap Deka, Arti hanya tersenyum mendengar ucapan suaminya, karena dia paham betul apa yang suaminya mau.
__ADS_1
"Arti milik aak kapan pun aak mau lakukan aja ak." sambut Arti, Deka tersenyum mendengar jawaban istrinya. Dia pun langsung mendekap tubuh munggil istrinya.
"Kamu lelah ga sayang?" tanya Deka masih dalam posisi memeluk istrinya.
"Enggak ak."
"Boleh ya?" tanya nya lagi memastikan bahwa istrinya iklas jika dia melakukan nya sekarang.
"Iya suamiku lakukanlah." jawab Arti dengan suara sedikit tertahan.
Perasaan Deka sungguh bahagia, dia berasa mendapatkan Acc atas ide brillian nya, Deka membuka pelan kerudung penutup mahkota istrinya.
"Kamu cantik sekali istriku." bisik Deka.
"Kamu juga tampan imamku." balas Arti, entah kenapa suara lembut Arti selalu mampu membangkitkan gairahnya, inikah yang dinamakan cinta atau nafsu semata ahhh aku tak tau, yang aku tau ketika bersamanya semua terasa indah.
Mata mereka saling menatap, binar cinta tampak jelas disana, Deka mengecup bibir pink istrinya awal awalnya Arti masih diam dalam senyum nya lama lama dia pun tak sanggup jika hanya pasrah saja, Arti pun membuka sedikit bibirnya memberikan celah pada Deka agar menerobos masuk untuk menikmati keindahan miliknya.
Deka menurunkan resleting gamis yang istrinya kenakan, melucuti apa yang istrinya kenakan.
Next...
Deka menutupi tubuhnya dengan selimut, lelah sekali rasanya, Arti tersenyum melihat suaminya yang terkapar karena kelelahan.
"Capek ya ak." goda Arti.
"He em tapi enak." jawab Deka.
"Siapa suruh kelewat semangat." goda Arti lagi hendak beranjak dari ranjang, tapi tangan Deka mencegahnya.
"Baring sini dulu han( honey) aku ingin cerita sesuatu sama kamu." ucap Deka.
"Mau cerita apa beb, kamu ada masalah kah?" tanya Arti khawatir.
"Iya han( honey) Aak lagi ada masalah." jawab Deka.
"Masalah apa sayang, cerita aja siapa tau Arti bisa bantu cariin solusi."
__ADS_1
"Aak tadi ketemu sama ayah biologis Aak han." ucap Deka, Arti pun menatap wajah suaminya penuh kecemasan.
"Terus, apa di tau?" tanya Arti.
"Kalau tau sih enggak, mungkin kalau felling (merasa) sih iya, wong kami mirip banget han cuma rambut dia aja udah ada putih putih nya dikit, tapi masih tampan." jawab Deka, Arti tersenyum dan percaya pada ucapan suaminya karena dia sendiri juga menilai bahwa suaminya ini juga sangat tampan.
"Apa kamu siap kasih tau beliau beb jika kamu adalah bagian dari dirinya?" tanya Arti.
"Aak sedang menyelidiki info tentang nya han sepertinya dia sedang menghadapi masalah yang sangat besar." ucap Deka.
"Masalah apa beb, sory kalau Arti kepo."
"Ga papa sayang itulah gunanya istri bisa melengkapi kekurangan suami, jujur saja otak ku ini rasanya penuh jika memikirkan tentang beliau han."
"Memang nya beliau kenapa beb?"
"Dia sedang dimanfaatkan oleh istrinya han, dia merasa dijadikan hanya boneka dan mesin penghasil duit untuk memuaskan hasrat istrinya dan aku ga tau kenapa dia bisa segitu takutnya sama istrinya, sampai sampai semua asetnya hendak beliau gadaikan." jawab Deka lagi, Arti menatap kemata suaminya.
"Mungkin kah ayahmu itu memiliki rahasia yang hanya istrinyalah yang mengetahuinya beb, mungkin ga sih?" Arti mulai berani mengutarakan pendapatnya.
"Bisa jadi han, tapi jika hanya mau hartanya ngapain mereka menikah?" tanya Deka bingung.
"Agar aksinya terkesan normal dihadapan publik baby." jawab Arti, Deka menatap istrinya heran.
"Bisa juga ya han, kok aku ga kepikiran sampai sana." jawab Deka.
"Jadi sekarang apa yang bisa Arti bantu?" tanya Arti.
"Doakan aku bisa melepaskan ayahku dari jeratan wanita ga baik itu ya han." ucap Deka.
"Pasti suamiku aku selalu mendoakan apapun yang kamu ingin kan selama itu tujuan nya baik." jawab Arti bijaksana.
Deka pun mengecup kening Arti dan berterimakasih padanya, karena Arti bisa pengerti akan dirinya dan bisa menerima apa adanya dirinya.
IMPIAN DEKA
Bersambung....
__ADS_1