IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Sepakat


__ADS_3

"Pi, Rum pulang ya sore ini Rum ada kelas," ucap Arumi sambil menyiapkan teh dan juga cemilan untuk Deka dan Arti.


"Alasan kamu mau menghindar dariku kan," goda Yudha yang berdiri dibelakang Arumi yang sibuk dengan pekerjaannya.


"Enggak mas dih, Rum emang ada kelas sore ini," jawab Arumi malas.


Deka dan Arti mengerti akan usaha Yudha, mereka pun memilih kembali kekamar.


"Yud, nanti kamu antar Rum pulang ya, pakek aja mobil kuncinya tanya Rum ya," ucap Deka.


"Alhamdulilah ipar gue emang paling ngerti," batin Yudha.


"Oke bang, siap laksanakan," jawab Yudha.


"Ga usah pi nanti Rum jalan kaki aja kan deket," jawab Rum berusaha menghindari Yudha.


"Ya kan rumahnya yang deket, motor Rum dibengkelkan, belum lagi kampusnya?" ucapan Deka malah memojokan Arumi, Arumi mana bisa menolak kalau Deka udah keluar suara.


Arti hanya tersenyum, dia udah mulai paham dengan kemodusan mereka berdua terhadap Arumi.


Yudha membantu Arumi merapikan peralatan makan yang tadi dicuci oleh Arumi, "Rum kamu belum jawab pertanyaanku loh," ucap Yudha.


"Pertanyaan yang mana mas?"

__ADS_1


"Kamu mau ga ta'aruf sama aku?" tanya Yudha serius.


Arumi melirik ke arah Yudha, meskipun dia melirik sebel tapi anehnya Yudha membalas itu dengan tatapan sendu yang mampu membuat hati Arumi terasa syahdu.


"Asal Rumi masih boleh kuliah," jawab Arumi.


"Boleh kok, nanti kalau kita udah nikah kalau mau lanjut S2 juga boleh asal kamu bisa atur waktu dan jaga dirimu hanya buat aku," jawab Yudha mantap.


"Mas,"


"Hemm,"


"Arumi anak mantan napi," ucap Arumi, Yudha terlihat biasa aja ketika Arumi mengucapkan kata itu.


"Lalu?"


"Apakah itu yang kamu takutkan dari tadi Rum?"


"Iya mas, Rum ga mau menutupi apapun dari mu mas," Yudha sangat menghargai kejujuran wanita yang diinginkan ibunya ini untuknya, mungkin saat ini rasa diantara mereka belum begitu kelihatan, tapi niat mereka membangun sebuah hubungan berdasarkan kejujuran sudah dimulai.


Kenapa Yudha mau menerima perjodohan ini, karena didalamnya ada restu ibunya, ada restu dari keluarga Arumi, itulah modal keyakinannya.


"Kamu adeknya Joker kan?" tanya Yudha.

__ADS_1


"Kok mas tau?"


"Tau lah saya kan lebih dulu kenal dia, kamu ga usah takut Rum, mas tau semua tentang kamu, yang mas mau sekarang adalah kamu mau ga ta'aruf sama aku, atau kita nikah aja sekarang biar ga tambah dosa," astaga Yudha ta'aruf aja nakutin buat Arumi lah ini malah ngajak nikah.


"Terserah mas aja mau pilih yang mana asalkan Rum masih bisa kuliah," jawabnya, Yudha takut gadis didepanya ini takut padanya, dia hanya menunduk dan memainkan kaosnya saat bicara padanya, entahlah yang jelas saat ini Yudha sudah mulai punya rasa gemas untuk selalu menggoda Rumi.


"Oke, aku ngobrol ama bang Deka ama bang Joker dulu ya Rum, apapun keputusan mereka kamu oke kan?" tanya Yudha lagi memastikan, Arumi hanya mengangguk pelan.


"Ya udah kamu siap siap mamas anterin pulang and kuliah nanti," ucap Yudha.


Arumi pun menurut, dia merapikan rantang makanan yang dia bawa pagi tadi, tak lupa dia juga merapikan rantang yang dia pakek kemarin.


.......


Yudha ternyata pria yang sangat berkomitmen, sejak Arumi menyetujui kesepakatan mereka kini Yudha makin gencar memberikan perhatian pada kekasihnya ini.


Meski kini mereka terpisah jarak, tapi kepercayaan selalu mereka tancapkan dihati masing masing.


Arumi tak menolak ketika hasil musyawarah Yudha dan keluarganya memutuskan untuk memikahkan mereka, "Biarlah jika ini yang terbaik," batin Arumi.


Begitu pula Yudha, hatinya tak ragu akan ini tapi dia hanya meragukan apakah dia bisa mencintai Rum seperti dia jatuh cinta pada Luna, sedangkan untuk saat ini cintanya masih terbagi antara Luna dan calon istrinya.


Entahlah jalani aja batin Yudha.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2