IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Arti Cinta Deka


__ADS_3

Arti kembali menjalani kesibukan nya dikantor, bos besarnya mulai hari ini sampai sepuluh hari kedepan tak bisa kekantor dikarenakan dia sedang bertolak ke negri Paman Sam untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatnya, sungguh mujur nasib Arti soal pekerjaan bos nya sangat percaya padanya.


Sore ini Arti ada jadwal cek up untuk melihat kista dalam rahim nya, dia berkembang atau malah sebaliknya.


Arti penasaran sebenernya berapa sih uang yang dikirim Deka untuknya, terahir dia cek pas dari kampung ke Jakarta dia melihat nominal sekitar 50 jutaan, dan ini sudah lima bulan lama nya mereka menjadi suami istri, dan Arti baru kali ini akan mengeceknya lagi.


Aneh sekali rasanya mengetahui fakta bahwa dia sudah memiliki suami.


Arti masuk kedalam salah satu Atm yang ada dirumah sakit tempat dia mau melakukan cek up, Arti sangat terkejut mengetahui uang dalam rekening miliknya yang dikasih oleh Deka.


"Ya Allah banyak amat." guman Arti ketika keluar dari Atm itu.


"Dia gajinya berapa sih kok bisa kasih aku dua kali lipat gajiku, astaga." gumam nya lagi.


Arti pun segera mengambil nomer antrian untuk menunggu dokter yang hendak memeriksanya, diruang tunggu Arti mengeluarkan kartu nama berwarna hijau tua kombinasi hijau muda itu yang bertuliskan nama usaha milik Deka dikampung.


UD. Gilang Perdana


Bpk. Deka Kurnia S


Menyediakan:


Garam kasar, Udang, Bandeng, Lele


081xxxxxxxxx


Arti tersenyum mengetahui itu usaha sampingan suaminya, pantesan dia tajir, udah kerja nya sama orang luar masih punya usaha pula dikampung, belum lagi kafe, kontrakan ah tau lah.


Giliran Arti diperiksa, suster telah memanggil namanya dia pun masuk keruangan dokter yang akan mengecek kandungan nya.


"Apa kabar mbak Bening." sapa Dokter.


"Baik dok."


"Masih sakit kalau datang bulan?"


"Sudah enggak dok." jawab Arti.


"Kita Usg sekali lagi ya, semoga kistanya mengecil." ucap Dokter.


"Amin dok." jawab Arti.


Arti pun berbaring diranjang periksa, suster memberikan gel diarea perut nya, Ibu dokter itu pun segera memainkan alat deteksinya diarea perut Arti.


"Wahhh, kabar gembira mbak Arti, dia mengecil semoga dia tetep konsisten ya." ucap Dokter, senyum merekah indah dibibir Arti.


"Serius dok, dia mengecil apakah itu artinya aku bisa mengandung?" tanya Arti antusias dia sangat bersemangat.


"Tentu saja kenapa tidak, hamil lah segera tapi saya sarankan nanti jika anda melahirkan kita lakukan tindakan saja sekalian mengambil sisa kista itu bagaimana?" ucap dokter sambil menyudahi aktifitasnya.

__ADS_1


"Setelah itu apa aku bisa hamil lagi dokter?" tanya Arti lagi, dia benar benar bersrmangat ingin hamil rupanya.


"Tentu saja mbak Arti, kenapa tidak sel telurmu sehat kok, mereka bagus, apa anda sudah menikah?" tanya Dokter.


"Sudah dok."


"Benarkah?" tentu saja sang dokter tak percaya dengan ini melihat kondisi saluran milik Arti masih seperti orang yang belum pernah melakukan itu.


"Tapi kami belum pernah melakukan itu." tambah Arti malu malu.


"Loh kenapa itu kan nikmat." goda dokter yang kelihatan nya sudah sangat berpengalaman.


"Hehe dokter, ada sesuatu yang tidak bisa saya ceritakan pada dokter." jawab Arti.


"Baiklah saya tunggu kabar baik dari anda." ucap sang dokter sambil menuliskan resep obat tambahan untuk Arti.


"Makasih dokter, saya minta doanya juga ya." ucap Dokter sambil menjabat tangan Arti.


Arti pun meninggalkan ruangan dokter dan berjalan meninggalkan rumah sakit ini.


Dalam perjalanan pulang Arti sangat bahagia, ingin rasanya dia segera memberi tahu Deka akan keadaan nya sekarang, bahwa dia bisa saja mengandung.


Jika tak malu Arti ingin sekali meminta Deka menghamilinya, "Ahh apaan sih aku ini ngeres banget pikiran nya." gumam Arti.


"Dia tinggal dimana ya." gumam Arti lagi.


"Mungkin Stella tau, dia kan temen bos nya Aak." ucap nya lagi.


"Tapi lucu juga ya aku panggil dia Aak." dia diam sesaat dan berkonsentrasi lagi dengan jalanan yang ada didepan nya.


"Dia marah ga ya ama aku?" tanya Arti pada dirinya sendiri, Rumah sakit dimana dia periksa dengan tempat tinggalnya boleh terbilang dekat hanya sekitar sepuluh menit saja kira kira.


Arti memarkirkan mobilnya ditempat biasa, ketika keluar dari mobil dia melihat mobil yang pernah mengantarnya dulu, dia ingat sekali.


"Itu seperti mobil bos nya Aak." gumam Arti.


Arti ingin mendekati mobil itu tapi dia ragu, ah ga papa kali kalau aku sapa toh aku ga sok kenal, emang aku kenal kan sama pemilik mobil itu.


Arti mengetuk pintu kaca mobil itu, orang yang ada didalam mobil itu pun terkejut, dia sama sekali tak menyangka jika wanita yang mengetuk mobil yang dikendarainya adalah wanita yang ingin dihindarinya.


Deka pun membuka kaca jendela mobilnya, disini bukan hanya Deka yang terkejut Arti pun sama.


"Hay," sapa Deka, mata Arti kembali menatap tajam kearah Deka, huuuff nafasnya seakan berhenti seketika, mulut Arti tertutup sempurna rasanya semua suaranya berkumpul ditenggorokanya sehingga bernafas pun susah untuknya.


"Hay mbak." sapa Deka lagi,sambil membuka pintu mobilnya, seketika Arti pun tersadar dari lamunan nya.


"Nafas mbak." Deka tau bahwa Arti bener benar belum bernafas ketika melihatnya.


"Eh iya." jawab Arti.

__ADS_1


"Kok kamu disini, ngapain?" tanya Arti.


"Pak bos minta saya buat jemput pacarnya mbak." jawab Deka.


"Maksudnya bos kamu suruh jemput Stella?" tanya Arti.


"Iya mbak, mbak kok disini mau main kerumah Ste atau mbak tinggal disini?" tanya Deka.


"Aku tinggal disini." jawab Arti.


"Oo, hati hati ya mbak." ucap Deka.


"Iya, kamu juga ya hati hati kerjanya." ucap Arti, jujur saja saat ini hati Deka terasa mendapatkan siraman air es, uwiih sejuk banget.


"Mau nunggu disini apa mau ikut naik keatas?" tanya Arti, apa maksudnya nih, pikir Deka.


"Emang rumah mbak deketan sama rumah Ste?" tanya Deka.


"Kami serumah." jawab Arti.


"Beneran aku boleh ketempat mu mbak?" tanya Deka.


"He em, ayok." ajak Arti, Deka pun tak menyianyiakan kesempatan ini, dia pun menyetujui usul Arti, bahkan Deka berharap Stella pingsan saja biar dia bisa lama lama main dirumah Arti.


Arti membuka pintu rumah nya dan mempersilahkan Deka duduk.


"Duduk." suruh Arti, Duh jantung Deka rasanya deg deg an banget seperti sedang apel dirumah kekasihnya.


"Makasih mbak." jawab Deka.


"Maaf rumahnya sempit, aku lihat Stella dulu ya."


"Ga papa disini enak kok, bersih." Deka memberikan komen apa adanya pada rumah Arti, Arti datang kembali setelah melihat Stella dikamarnya.


"Ste masih mandi kayak nya masih lama, sambil nunggu mau minum apa?" tanya Arti.


"Apa aja mbak." jawab Deka.


"Oke tunggu ya." jawab Arti sambil membuatkan teh untuk Deka.


Arti membawa nampan berisikan secangkir teh untuk suaminya.


"Loh kok satu mbak, mbak ga bikin." tanya Deka basa basi, Arti tersenyum dan menggeleng, duh senyumnya manis banget sih beruntung nya mbak pria yang bisa dapetin hati kamu, batin Deka.


Ya Tuhan ternyata suamiku tampan sekali, pengen deh peluk. Ahh apa sih yang aku pikirkan, lagi lagi hasrat untuk memiliki Deka kembali hadir.


Apakah ini karena kabar gembira yang aku terima tadi, ahh aku tak tau yang jelas dia sekarang sudah duduk manis disingga sana hatiku, batin Arti mulai bisa menerima kehadiran Deka dalam kehidupan nya.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2