
Atas saran Yudha ahirnya Deka pun melepaskan kepergian Arti kembali kekampung halamanya.
Dibandara..
"Abang hati hati ya jaga diri, jangan lupa makan agar abang punya tenaga buat menangin hati ratu drama kita," bisik Yudha sambil memberikan pelukan perpisahan pada Deka.
"Siap bantu abang ya Yud," jawab Deka.
"Laksanakan bosku, oia kayaknya kita mesti tambah kariawan deh bang, kasir kita cuti hamil," ucap Yudha sambil melangkah hendak memasuki pintu keberangkatan.
"Kamu atur aja Yud," jawab Deka sedikit tak bersemangat.
"Kok lemes gitu brother, lihat dulu ayang beb ampek puas biar plong hati," goda Yudha.
"Kalau lu bukan adek bini gue udah gue kepret bener lu," jawab Deka sambil melepaskan senyuman tampan nya.
Disisi lain ada Arti yang terlihat cuek dengan keadaan disekitarnya, tatapannya pada Deka masih sama seperti pertama kali dia bangun dari tidurnya.
"Arti ayo salim dulu ama suamimu," pinta Uti Tika.
"Ga mau buk," tolak Arti.
"Eh ga boleh gitu, mau Allah marah sama Arti nanti," ucap Uti Tika sambil mengelus lengan Arti.
Deka pun mendekati Uti Tika dan memeluknya, "Uti hati hati ya, titip istri Deka bentar ya ti," bisik Deka pada ibu dari istrinya.
"Iya sayang, kamu juga jaga diri baik baik maafkan putri Uti ya, kamu yang sabar," ucap Uti Tika sambil melepas pelukan Deka.
Deka mengiyakan ucapan Utinya, kemudian dia melangkah mendekati istrinya.
"Hati hati ya han, jaga diri baik baik," ucap Deka, Arti melirik Deka dengan tatapan permusuhan.
"Aak boleh cium ga?" tanya Deka nekat.
"Enggak apaan sih," jawab Arti sambil membuang mukanya, rasanya sedih tapi juga lucu.
"Baiklah kalau ga boleh, salim," goda Deka.
Dengan berat hati Arti pun menyambut uluran tangan Deka dan mencium nya pelan.
"Nanti telpon Aak ya kalau udah sampai," pinta Deka, Arti tak menghiraukan ucapan suaminya dia malah memilih melangkah menjauh dari suaminya, aduh kenapa aku harus mengalami ini untuk kedua kalinya.
Apakah ini memang sudah menjadi suratan takdirku, selalu mengejar apa yang aku impikan.
Yudha tersenyum melihat tingkah dua sejoli itu, "Bang apa waktu pertama kali kalian ketemu dia juga begitu?" tanya Yudha.
"Iya ya begitu, persis," ucap Deka.
"Sakit bener bang nglihatnya,"
"Bukan lagi Yud," jawab Deka.
"Semangat bang, Yudha pamit dulu, jangan lupa kalau ada waktu main ke Samarinda, dijenguk tu si ratu drama," canda Yudha.
"Pasti, oia Yud titip ini buat dia ya pin nya tanggal nikah kami, kamu ingat kan!" ucap Deka sambil menyerahkan card berwarna biru tua pada adek iparnya.
__ADS_1
"Siap laksanakan bosku, " jawab Yudha sambil mengambil titipan abang nya, Astaga kejadian dulu terulang lagi.
Deka hanya bisa menatap istrinya dari kejahuan sampai punggung Arti benar benar sudah tak terlihat.
Menyakitkan memang, tapi dia bisa apa dia hanya bisa berharap dan berdoa agar semua kembali baik baik saja.
........
Deka memutuskan berhenti kerja pada Vincent, dia ingin lebih fokus pada hotel dan beberapa usahanya.
Namun putusnya hubungan kerja yang mereka bangun tak memutuskan hubungan persaudaraan dan bisnis yang mereka rintis bersama.
"Gimana bini lo udah ingat ama lo?" tanya Vincent.
"Belum bos, sikapnya kembali sama seperti sebelum aku memenangkan hatinya dulu," jawab Deka.
"Sabar bro, yang penting dia sehat dulu masalah perasaan dan ingatanya lo ga perlu terlalu memaksa, jalani aja dulu" jawab Vincent.
"Siap bos,"
Vincent sekarang paham pasti berat beban yang dirasakan sahabatnya ini, sejak berpisah dengan Arti Deka dinilainya lebih pendiam dan kurang bersemangat.
"Habis ini u mau stay dimana?" tanya Vincent.
"Paling bolak balik Bali Samarinda Surabaya bos, besok si lampir sidang lagi, malas banget aku," ucap Deka.
"Kalau ke Jakarta jangan lupa main dimari," ucap Vincent.
"Pasti bos, " jawab Deka, selesai menghabiskan makanan nya Deka pun berpamitan dan pergi kerusun dimana dia dan Arti pernah menghabiskan malam bersama.
....
Yudha dan Uti Tika belum berani memaksa Arti untuk mengingat suaminya, meskipun boleh dikatakan fisik Arti sudah kembali pulih.
"Yud, mbak pengen kerja, cariin kerja dong," pinta Arti sambil memakan kripik singkong yang ada dimeja makan.
"Mau mbak jadi kasir diresto bos Yudha?" tanya Yudha.
"Boleh deh, dari pada nganggur," jawab Arti.
"Ya udah mbak bikin aja surat lamaran, besok Yudha bawa," ucap Yudha.
"Siap," jawab Arti.
Arti kembali memasukan kripik singkong itu kemulutnya lagi, "Yud, kok mas Anji ga pernah dateng ya?" tanya Arti.
"Ya ga tau mbak," jawab Yudha, ingin rasanya Yudha jawab kalau mas Anji udah nikah, tapi Yudha takut Arti tak bisa menerimanya dan kejang.
"Yud, anterin ke mall dong mbak pengen beli baju ni," pinta Arti.
"Boleh, traktir ya," tawar Yudha, Sebenernya Yudha mau memberikan titipan Deka untuk Arti tapi Yudha juga masih berfikir keras bagaimana cara menyampaikan nya.
"Mbak ga punya uang Yud, mbak juga ga tau uang mbak kemana padahal mbak kerja kan sebelum sakit!" ucap Arti.
"Uang mbak ada kok sama Yudha (Yudha mengambil card yang diberikan Deka untuk nya) nah ni," ucap Yudha, Arti malah menatapnya penuh tanya, tapi dia tetap mengambil card itu.
__ADS_1
"Kok bisa sama kamu?" tanya Arti.
"Iya dikasih sama penyidik waktu mbak kecelakaan," jawab Yudha.
"Oooh, tapi gimana ini cara pakainya?" tanya Arti lagi, astaga iya aku lupa kalau si ratu drama ini lagi konslet otaknya hihihi, kejam nya aku.
"Nanti Yudha ajarin!" ucap Yudha.
"Oh, baiklah mbak siap siap dulu ya," ucap Arti sambil melangkah meninggalkan Yudha.
"Oke mbak ku yang cantik, jangan lupa adekmu yang ganteng ini dibeliin baju juga ya," teriak Yudha.
"Iya bawel kalau uang nya cukup," jawab Arti.
Yudha pun ikutan bersiap, sebelum berangkat Yudha mengirim pesan pada Deka, bahwa dia udah memberikan apa yang jadi hak Arti, Yudha juga jujur kalau dia belum bilang kalau itu dari Deka, Deka pun berusaha mengerti bahwa saat ini dia harus lebih mengalah pada keadaan.
Arti sudah siap dengan busana seperti biasanya, baju kurung dan kerudung senada, telihat sangat cantik.
"Masya Allah mbak ku canti banget, boleh dong Yudha fotoin," goda Yudha.
"Boleh asal ga dipublikasikan," jawab Arti.
"Ya enggak lah, Yudha mau pakek jadi wallpaper di handphone Yudha, nanti kalau ada yang nanya Yudha bilang pacar Yudha, biar ga dikatain jomblo akut mbak hahahaha," goda Yudha lagi, Arti hanya tersenyum mendengar celotehan ga bermutu adeknya, Arti pun berpose didekat mobil mereka.
"Udah mbak, wisssss cantik poll," puji Yudha, astaga dia mbak mu Yud, ahhhh jadi makcomblang susah juga e.
Yudha pun mengirimkan foto Arti yang dia ambil barusan bahkan Yudha juga memberikan caption "Ayang beb ngajak belanja pak bos," tulis Yudha.
Deka pun membalas, "Masya Allah Yud, bidadari Syurgaku itu,"
Yudha kembali membalas, "Yudha minta dibeliin baju juga bang biar dia ga curiga,"
Deka," Beli aja Yud yang kamu mau, asal uang nya cukup,"
Yudha," Kaos aja bang ntar satu,"
Deka, "Aku kangen Yud sama dia, kapan ya kira kira dia mau ketemu aku,"
Yudha," Dateng aja bang, Yudha bulan depan ada beli mobil bekas, bantuin modif bang," Ah Yudha modus aja.
Deka," Ada alatnya kagak,"
Yudha," Kagak,"
Deka, "Oke nanti abang siapin,"
Yudha, "Makasih bosku,"
Deka," Hemmm, jagain mbak mu,"
Yudha, "Siap laksankan" jawab Yudha kemudian mereka pun mengahiri chatinganya karena Arti sudah bersiapa memasuki mobil setelah berpamitan dengan ibunya.
IMPIAN DEKA
Bersambung...
__ADS_1