IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Arti yang Posesif


__ADS_3

Setelah urusanya selesai, Deka meminta cuti pada Vincent selaku bos nya dan dan juga papa nya untuk pulang ke kampung halaman nya, mereka pun mengizinkan Deka untuk menyegarkan pikiran nya.


"Aak dikasih ijin sama Mr sama papa ga?" tanya Arti.


"Dikasih han, papa kasih seminggu doang, Mr Vincent malah kasihnya dua hari pelit sekali mereka !" jawab Deka.


"Aak ini, aak liburnya udah kelamaan tau ga," goda Arti, Deka hanya tersenyum mendengar candaan istrinya.


"Kamu ini," ucap Deka kembali tersenyum sambil merapikan pekerjaan nya.


"Ak nanti naik apa?" tanya Arti.


"Terserah kamu pengen nya naik apa?" Deka malah balik bertanya.


"Dih, malah balik nanya Arti ma ngikut aja Aak," jawab Arti mendekati suami tampannya.


"Cium dulu baru Aak kasih tau nanti naik apaan!" Deka mulai jahilnya.


"Kumat dah," jawab Arti sambil memanyunkan bibirnya


"Kan Aak pengusaha harus pandai memanfaatkan keadaan," jawab Deka sesantai mungkin, Arti malas meladeni kemodusan suaminya dia malah memilih duduk menggoda didepan suaminya.


"Ak, mantan Aak satu kampung ya?" tanya Arti.


"Ngapain nanyain mantan," jawab Deka.


"Ya kan Arti jaga jaga, nanti kalau CLBK (cinta lama bersemi kembali) repot nti," balas Arti, Deka hanya tertawa pelan sambil mengacak ngacak rambut Arti.


"Aak, berantakan ni," Arti kembali cemberut.


"Siapa suruh cemburu ga beralasan," ucap Deka, sambil menerima panggilan telponnya.


Arti malah memilih memeluk tubuh tinggi suaminya dan bermanja manja disana, jujur saja Deka juga suka jika istrinya terus bermanja manja seperti itu, tanpa Arti sadari dia semakin mencintai suami tampan nya.


Selesai menerima panggilan telponnya Deka pun meminta Arti bersiap, "Ayo han mobil yang mau nganter kita udah dateng," ucap Deka.


"Cium dulu," pinta Arti.


Deka pun memberikan kecupan ringan dikening istrinya, barulah Arti mau melepaskan tubuhnya dan bersiap, Deka tersenyum ternyata istrinya sungguh mampu membuatnya bahagia.


....


Dipesawat..


Arti memiliki pertanyaan yang ingin dia sampaikan dimobil tadi tapi dia urungkan karena Deka sangat sibuk dengan ponsel nya, beberapa kali orang orang silih berganti menghubunginya, Arti hanya bisa diam dan memperhatikan apa yang suaminya lakukan.


Nah, dipesawat inilah Deka baru bisa bebas dari ponsel nya, saat nya Arti pun bebas bertanya.


"Ak, boleh ga Arti tanya sesuatu?" tanya Arti sambil menopang wajahnya salah satu sisi kursi pesawat itu, sambil menatap mesra kearah suaminya, duh sweet banget sih, Deka yang ditatap seperti itu jujur juga salah tingkah.


"Mau tanya apa han, mantan lagi!" goda Deka.

__ADS_1


"Enggak," jawab Arti spontan, karena memang bukan itu yang hendak ia tanyakan.


"Lalu apa sweety honeyku," goda Deka lagi.


"Sepertinya banyak deh yang Arti belum tau tentang Aak," jawab Arti, Deka malah mengerutkan dahinya dia mengerti pasti banyak pertanyaan dibenak Arti tentang dirinya.


"Emang kamu mau tau apa tentang Aakmu ini sayang, perasaan Aak ga ngrahasiain apa apa deh." ucap Deka.


"Heemm, siapa bilang Aak ga ngrahasiain apa apa, Arti aja baru tau kalau Aak banyak anak buah yang serem serem," jawab Arti kembali memanyunkan bibirnya, Deka hanya melirik geli kearah Arti.


"Terus apa lagi yang bikin istri cantik Aak ini curiga?" tanya Deka sambil berbisik dan mengusap usap bibirnya.


"Kok tadi pas keluar hotel Arti ga lihat Aak cek out di counter dan ga lihat Aak bayar juga, malah cuma kasih kunci ke pak supir tadi?" tanya Arti, Deka malah tertawa mendengar pertanyaan istrinya.


"Ngapain bayar orang hotel punya Aak," jawab Deka seperti biasa dengan gaya santainya.


"Serius Aak," tanya Arti dengan muka tegang nya.


"Hehehe, mukanya biasa aja kali honey, kaget ya suaminya ternyata tajir," goda Deka.


"Ak, jangan bercanda deh," ucap Arti sambil menatap serius kearah suaminya.


"Kamu ma han kalau Aak serius malah ga percaya, kalau Aak boongin malah percaya aneh kan," jawab Deka dengan muka santainya.


"Gimana Arti bisa percaya ak, Arti ga bisa bedain mana Aak yang serius ama mana Aak yang cuma ngeprank, dua dua nya mukanya sama," jawab Arti dengan polosnya.


"Masak sih,"


Deka membetulkan posisi duduknya, Dia pun mengeluarkan dompetnya.


"Kamu periksa aja disitu ada semua yang kamu ingin tau tentang suamimu," jawab Deka, Arti pun mengambil dompet Deka dan memeriksa satu persatu kartu yang ada disana.


Muka Arti seketika berubah ketika membaca salah satu kartu identitas Deka yang bersangkutan dengan perusahaan milik Abimanyu Grup.


"Aak Direktur utama di Abimanyu grup?" tanya Arti, Deka menutup mulut nya dengan satu jari agar Arti jangan bicara terlalu keras, karena saat ini mereka sedang berada didalam pesawat terbang kelas ekonomi yang kursinya berdekatan.


"Ssttt, jangan keras keras ngomongnya," ucap Deka.


Arti pun melanjutkan pencarian nya, "Kalau ini Arti udah punya, bos udang sama garem (Arti berhenti sejenak), Manager showroom ini Arti juga tau, (Ada satu kartu lagi berwarna gold yang membuat Arti semakin terkejut) Ak ini seriusan?" tanya Arti lagi.


"He em," jawab Deka, Arti pun merapikan dompet suaminya lagi dan mengembalikanya.


Deka ingin menertawakan wanita lugu disampingnya ini, segitu shocknya kah mengetahui fakta tentang suaminya, Arti terlihat melamun dan hanya menggigit kuku kukunya.


"Kenapa han, tadi nanya sekarang kok kayak shock gitu?" goda Deka.


"Ga papa Ak, Arti mikir dulu," jawab nya lagi, Deka pun tertawa dalam hati bahkan jika tidak ditempat umum seperti ini pasti dia akan tertawa lepas.


"Astaga istriku, bener kata temen temenya kalau dia itu oon plus ratu drama," batin Deka.


Deka pun membiarkan istrinya berfikir, tak lama ada seoran pramugari yang menawarkan minum untuk Deka, Arti langsung menolaknya.

__ADS_1


"Kenapa han?" tanya Deka.


"Maaf ya mbak suami saya puasa," jawab Arti menolak tawaran pramugari cantik itu.


"Baik bu," jawab Pramugari itu sambil kembali menjalankan troli dagangan nya.


"Kenapa han?" tanya Deka lagi.


"Jangan minum sembarangan, apa lagi beli beli yang kemasan gitu, ga baik buat kesehatan Aak," jawab Arti sedikit ketus, Deka pun bingung kok berubah gini sikapnya habis dikasih tau kebenaran tentang nya.


Deka kembali ingin tertawa, "Oke," jawab Deka manut.


Arti kembali kesikap awalnya, diam dan terlihat berfikit.


"Han, belum kelar mikirnya," canda Deka.


"Diam ih," jawab Arti ketus.


"Loh kok jadi marah," canda Deka lagi.


"Habis Aak ngeselin." gerutu Arti.


"Loh ngeselin gimana, emang Aak ngapain?" tanya Deka karena memang tak tau apa yang sebenernya membuat istri cantiknya ini marah.


"Pakek ini," ucap Arti sambil menyodorkan masker padanya.


"Ngapain pakek ini han?" tanya Deka.


"Pokoknya pakek aja dih, banyak nanya lagi," jawab Arti ketus lagi.


"Oke baiklah," Deka pun memakai masker yang diberikan istrinya.


Deka kembali melirik istrinya yang terlihat marah itu, "Pramugarinya cantik amat ya han yang itu," pancing Deka.


"Aak," bentak Arti pelan.


"Apa han," jawab Deka.


"Dari tadi mereka tu ngomongin Aak tau ga, pakek muji mereka lagi," gerutu Arti, oh ini yang bikin si doi kesel dari tadi, astaga istriku batin Deka.


"Han sini," pinta Deka, Deka pun menaikan sisi kursi yang menjadi penghalang mereka, Deka pun memeluk mesra istrinya, "Kamu adalah wanita satu satunya dalam hidupku sayang percayalah," bisik Deka.


"Janji," ucap Arti.


"Insya Allah," jawab Deka, Deka menjawab seperti itu karena dia tau bahwa hidup mati, rejeki jodoh itu hanya Allah lah yang tau.


Tapi lucu sekali jika Arti bisa seposesif ini padanya, ah kamu ini han lucu sekali batin Deka.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2