IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Signal Jodoh untuk Yudha


__ADS_3

Deka telah menerima pesan dari adek iparnya yang mengatakan dia telah kembali ke Samarinda pagi tadi, sampai saat ini Deka masih tak tau apa yang menjadi alasan Yudha melakukan hal memalukan itu.


Sekarang Deka bisa menangkap sifat Yudha yang memang tertutup tentang masalah pribadi, tapi ya sudahlah mungkin dia memang begitu batin Deka.


Hari ini Deka dan Arti akan pulang ke Gresik tempat asal suaminya, Arti sudah bertekat akan ikut kemanapun Deka pergi, dan dengan senang hati Deka pun mengizinkannya.


"Ak, Arti udah ga sabar deh pengen ketemu anak anak terutama Erina," ucap Arti sambil bersiap memakai hijabnya.


"Enak aja," goda Deka.


"Loh, katanya kemarin boleh Erina buat Arti," ucap Arti.


"Sayang nya Erina juga bukan rejeki kita han," ucap Deka.


"Kenapa, Aak ingkar janji ni," ucap Arti.


"Enggak sayang, Erina ternyata korban penculikan dan dibuang sama penculiknya karena memang sengaja mau memisahkan dia dari orang tuanya, kini orang tuanya sudah menemukanya dan ingin membawa dia kembali," ucap Deka mencoba memberi pengertian untuk istri cantiknya yang udah ngebet banget pengen punya anak, Arti menatap tak percaya pada suaminya.


"Han kamu ga papa kan?" tanya Deka.


"Arti ga tau harus seneng apa sedih Ak, tapi jujur Arti udah jatuh cinta padanya saat pertama kali lihat fotonya," ucap Arti, air mata wanita cengeng ini kembali meluncur tanpa diperintah.


"Sama papinya aja ni," goda Deka, dia tau istrinya saat ini sedang galau, membuatnya lebih senang menggodanya.


"Tau ah, Aak ma selalu ga tau sikon," ucap Arti sambil memukul manja dada suaminya.


"Loh, dikasih cowok ganteng gini ga mau, ya udah," ucap Deka sambil memakai jaketnya, Arti mendekatinya dan memeluk manja.


"Kalau kamu aku ga mungkin nolak suamiku," goda Arti manja.


"Baiklah ayo berangkat katanya mau ketemu Erina, keburu dijemput sama orang tuanya," ajak Deka, Arti pun menurut.


....


Arti dan Deka sampai ditempat tinggal yang selama ini Deka tempati, ruko tiga lantai yang menjadi tempat dimana dia menghabiskan malam malamnya tanpa Arti.


"Aak selama ini tinggal disini?" tanya Arti.


"Iya, Aak tinggal disini, rumahnya Uti Aak sewain, kalau rumah pertama kita buat panti, oia ibuk udah sampai panti lo bersama rombongan," ucap Deka memberitahu Arti, karena mereka berdua kehabisan tiket makanya berangkatnya belakangan.


"Aak,"


"Heemmm,"


"Kok ada foto Arti dimari!" ucap Arti, aduh ketahuan aku batin Deka.


"Enak aja mana ada," ucap Deka salah tingkah.

__ADS_1


"La ini, eh itu juga ada," tunjuk Arti.


"Biasanya ga ada ini pasti kerjaan anak anak ini," ucap Deka berusaha mengelak, dia pura pura tak melakukan itu.


"Dih boong, itu senyum senyum gitu, ayo ngaku selama ini Aak simpen simpen foto Arti kan," goda Arti.


"Sama kan kamu juga suka kan pelukin foto Aak heemm heemm," Deka ga mau kalah.


"Engga siapa bilang, yang Arti peluk bukan foto Aak kok, cuma Arti suka pakek baju Aak kalau diapartemen," ucap Arti jujur pada suaminya, Deka malah menertawakan akai konyol istrinya.


"Kamu pakek baju Aak macam pakek daster aja han," goda Deka.


"Biarin Arti suka, Aak inget ga kaos yang Aak tinggal terahir kali itu belum Arti cuci lo sampek sekarang, enak acem acem gitu Arti suka peluk kalau bobo," ucap Arti sambil membuka kopernya, kalian ini sma sama bodoh atau lugu sih, ceritanya ga bermutu sama sekali.


Deka yang mendengar cerita konyol istrinya pun mengerutkan dahi dan bertanya," Kaos yang mana han?" tanya Deka.


"Ada yang waktu itu Aak beli dibangkok, yang kata nganterin Arti kerumah sakit sama jaket abu abu," jawab Arti, Deka sampai lupa baju mana yang sedang mereka bahas.


"Ga tau lah han lupa Aak," jawab Deka, "Aak ma orang nya gitu, biar Arti merem juga tau mana yang baju Aak mana yang baju orang lain," ucap Arti sangat pede sekali dengan kemampuannya.


"Oh ya, dari mana taunya!" tanya Deka penasaran.


"Dari sini," tunjuk Arti sambil menunjuk dadanya.


"Dari mana dari sini, coba lihat," heemmm kali ini Arti lebih pintar, dia tau suaminya modus.


"Ak, tunggu!" ucap Arti.


"Apa lagi istriku," ucap Deka.


"Rasanya Arti ga asing dengan desain kamar ini, mirip????" ucap Arti sambil mengingat ingat tentang sesuatu.


"Mirip apa?" Deka pun berusaha memancing ingatan istrinya.


"Emmm, kayak rasanya mirip kayak kamar kita diJakarta kan," ucap Arti memastikan ingatanya.


"Bentul banget, seratus buat kamu istriku dan eemmmuuuh itu hadiah buat kamu," ucap Deka, seperti biasa dia selalu memakai akal bulusnya untuk memperdaya istrinya, kali ini keluguan Arti datang lagi dia sama sekali tak menyadari kemodusan suaminya .


"Kenapa Aak bikin kamar Aak kayak kamarvkita diJakarta?" tanya Arti penasaran.


"Karena dikamar itulah pertama kita saling terbuka han, dikamar itulah pertama kali kita saling percaya akan adanya cinta diantara kita, dikamar itulah pertama kali aku merasa sangat bahagia karena aku berhasil memenangkan hatimu dan dikamar itulah aku merasa utuh istriku, apa kamu mau dengar alasan lainku selain itu?" Arti kembali terlena oleh ucapan ucapan Deka yang berhasil menaburkan benih cinta dihatinya, Arti hanya menatap mesra kearah suaminya.


"Alasan lain apa itu, apakah Arti boleh tau,"


"Dikamar itulah pertama kali aku memiliki Impian bisa menghabiskan sisa hidupku bersamamu istriku, aku memimpikan kamu selalu menemani setiap langkahku dan selalu setia menjadi sandaranku ketika aku lelah honey," jawab Deka mantap, ahh Aak kamu ma pinter banget merangkai kata Ak.


"Aku berjanji akan mewujudkan impianmu suamiku, karena aku sangat mencintaimu," balas Arti, sore ini menjadi pembuktian cinta mereka untuk kesekian kali, cinta ini memang indah adanya.

__ADS_1


Ahhh, kalian ini selalu saja bikin iri.


.....


Dipanti Ibu Tika disambut hangat oleh seorang gadis manis bernama Arumi Fitriani, dia adalah salah satu asisten Deka yang membantunya mengurus anak anak panti.


Ibu Tika menilai istimewa gadis yatim piatu ini, usianya baru 19 tahun tapi cara nya berbicara, sopan santunya dan kesabaranya menghadapi anak anak ini sungguh kuar biasa.


Terlebih Arumi memiliki peran penting disini, selain membantu merawat anak anak ini Arumi juga berperan sebagai koki, sebelum berangkat kuliah dia harus menyiapkan makan untuk seluruh penghuni panti, memastikan stok makanan cukup, intinyavdia ditugaskan Deka untuk bertanggung jawab pada dapur panti.


"Cah Ayu jenengmu sopo (nama kamu siapa)?" tanya Ibu Tika.


"Kulo Arumi bude (Saya Arumi buk)," jawab Arumi malu malu.


"Kamu sudah lama disini?" tanya Ibu Tika lagi.


"Sampun (sudah) bude dari kelas tiga SMA, sekarang Rumi kuliah semester 4," jawab Arumi dengan sopan.


"Udah ada pacar belum?"


"Belum bu, kata papi jangan pacar pacaran suruh sekolah dulu yang bener," ucap Arumi jujur, Ibu Tika pun mengerutkan dahinya, dia memanggil papi berati dia masih punya orang tua.


"Papi, papi siapa?" tanya ibu Tika.


"Papi Deka bude, yang punya tempat ini,"


"Oalah, jadi kamu manggil mantu budw dengan sebutan papi, kemalan men toh (sok kecakepan)," ucap Ibu Tika, Arumi hanya tersenyum mendengar umpatan Ibu Tika.


"Eh, bude punya anak cowok cakep lo, mau ndak jadi mantu bude," ucap Ibu Tika tanpa ditutup tutupi.


Arumi hanya melongo tak percaya, dia bingung harus jawab apa,"Saya ngikut papi aja bude," jawabnya.


"Loh kok ngikut papi maksute piye (Maksudnya apa)?"


Arumi kembali bingung dengan ini, menolak rasanya tak mungkin karena wanita tua yang ada didepanya ini adalah ibu mertua dari orang yang telah mengasuhnya, biarlah takdir saja yang bicara batin Arumi.


"Kamu mau kan jadi mantu ibu?" tanya nya lagi.


"Saya ga tau bu, saya tergantung papi aja," jawabnya, dalam hati Arumi berharap Deka bakalan menolak ini, Ya Allah semoga papi menolaknya, Rumi masih mau sekolah Ya Allah batin Arumi bergejolak.


"Nanti kalau papimu boleh, nanti bude suruh putra bude kesini nanti kalian kenalan ya, kalau cocok kamu mau ya jadi mantu bude," ucap ibu Tika bersemngat.


"Insya Allah bude," jawab Arumi sedikit takut, harapanya sekarang hanya Deka, semoga orang yang menjadi tumpuhanya ini menolak.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2