IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Arti membantu suaminya melepaskan baju beskapnya, Arti tersenyum menatap wajah tampan Deka.


"Kenapa han?" tanya Deka bingung, karena Arti terus tersenyum ketika menatapnya.


"Aak cakep, Arti pengen deh punya anak cowok yang cakep kayak Aak sayangnya Arti baru tau kalau Arti mandul," ucap Arti, kata yang barusan terucap dari bibir cantik sedikit banyak mengandung kesedihan.


"Han, dulu waktu kita sama sama terbuka kamu udah dinyatakan sembuh dan bisa hamil loh oleh dokter, bahkan Aak masih simpan surat pernyataan sembuh kamu, kamu bisa kok han hamil," balas Deka mencoba menjelaskan apa yang belum Arti ingat.


"Benarkah, Aak ga boong?" tanya Arti, matanya terlihat berkaca kaca karena hantinya ragu antara percaya dan tidak ucapan suaminya.


"Enggak istriku Aak serius, kalau kamu mau nanti kita temui dokter kandungan kamu ya yang diJakarta, yang biasa periksa kamu," ajak Deka, agar Arti percaya ucapanya.


"Iya Ak, Arti mau," jawab Arti.


Deka dan Arti hanya mengenakan dalamanya saja sekarang, Deka menyalakan shower kamar mandi Arti dan mulai mengajak istrinya ini bermain air, seolah sedang bermain dibawah guyuran hujan mereka pun saling merangkul dan menatap menggoda.


Kebahagiaan telah menjadi milik mereka berdua sekarang, Deka mendekatkan wajahnya dan mulai mencari apa yang selama ini dia inginkan, bibir Arti sudah siap menunggu kedatangan bibir Deka yang dia inginkan juga, entah siapa yang memulainya nyatanya kini bibir mereka sudah menyatu.


Saling mengecup lembut, saling melum*t dan memangut penuh gairan, ciuman itu terus berulang seolah menumpahkan segala kerinduan yang ada.


Arti melepaskan ciumanya meski suaminya masih ingin, Deka tak mau menyerah tangannya juga sudah bergerilya kesana kemari, bibirnya juga tak tinggal diam, sepertinya Deka memiliki dendam pribadi soal ini.


Arti hanya pasrah menerima setiap sentuhan dan kecupan arogan Deka, toh sudah halal ini.

__ADS_1


"Ak,"


"Hemm," jawab Deka, Arti masih berusaha melawan gejolak yang timbul dari kenakalan Deka.


"Ak,"


"Apa sayang," suara Deka terdengar serak pertanda gairah sudah menguasai jiwanya.


"Tunggu Arti periksa dulu," ucap Arti, mencekal tangan Deka yang terus m*r*mas buah dadanya, sepertinya dia sudah mencurigai hal ini, sebenernya dia juga sudah merasakan sejak dipelaminan tadi, hanya saja dia ragu.


Arti melepaskan pelukan Deka dengan pelan.


"Kenapa han?" tanya Deka bingung.


"Sepertinya apa sayang, bukanya kata kamu aak boleh melakukanya?" tanya Deka heran karena Arti tiba tiba menghindar dari cumbuan panas mereka.


"Bentar ya Ak, Aak madep (menghadap) sana dulu," pinta Arti sambil memutar paksa tubuh Deka, Deka pun hanya menurut dan menunggu apa yang kerjakan istrinya.


Arti mengambil dalamnya (legging) yang dia pakai sebelum rok sepannya batiknya, Arti sangat terkejut, bingung namun juga lucu, karena ini pasti akan membuat suaminya sakit kepala karena kecewa.


"Ak,"


"Hemm, sudah han ada apa!" tanya Deka sambil berbalik kearah Arti.

__ADS_1


"Aak jangan marah ya," pinta Arti.


"Enggak sayang, untuk apa Aak marah emang ada apaan sih honey, jangan bikin Aak khawatir ah," ucap Deka tak sabaran.


"Tamu Arti dateng Ak!" ucap Arti.


"Tamu siapa han, bukanya udah pulang semua ya," ucap Deka heran.


"Bukan tamu itu suamiku tapi ini," ucap Arti sambil memegang area bawah perutnya.


Muka Deka langsung memerah menahan tawa, "Astaga honey aku bilang juga apa kamu ma selalu bisa menyiksaku," ucap Deka, kembali menyalakan shower kamar mandi dan mengguyur tubuhnya, Arti pun datang dan memeluknya dari belakang.


"Maafkan Arti ya suamiku, malam pertama kita malah ada tamu tak diundang datang," ucap Arti sambil mengecup punggung Deka, Deka malah tertawa lucu, dia tau ini bukan salah istrinya, dia ga mau istrinya merasa bersalah.


"Enggak sayang ini bukan salahmu, anggap aja belum rejeki, udah ayuk mandi keburu dingin," ucap Deka sambil menarik tubuh istrinya dan membantunya memakai peralatan mandi.


Deka mungkin kecewa tapi dia paham dan mengerti benar, dengan berbesar hati Deka mengganggap ini belum rejekinya.


Astaga gagal maning inyong wkwkwkw....


Sabar ya Ak, semua ada waktunya.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2