IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Pesona Deka


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal pemotretan prewed Stella dan Vincent, Mereka mengambil lokasi yang tak jauh dari hotel mereka, sang asisten (Deka) hanya sibuk dengan laptop dan ponselnya, sedangkan Arti juga sibuk dengan pekerjaan nya memainkan kuas make up di wajah mempelai pria dan wanita itu, seketika muncul ide jail Vincent.


"Mom, kamu tau Cellin yang ketemu dibandara kemarin kan?" tanya Vincent pada istrinya, sebenarnya niat Vincent hanya mau menguji keteguhan hati Arti dan dia mau tau apakah Arti masih kuat dengan acting pura pura mereka.


"Tau beb, yang kemarin pakek tangtop pink sm hotpen crem kan, yang mempetin Deka pakek t*t*k nya itu, dih malas aku beb, ada ya cewek ganjen gitu, awas lo beb kalau kamu sampai kepancing ama dia ga aku ampuni pokoknya." ucap Stella sambil mengancam suaminya.


"Enggak mommy lagian dia kan naksirnya sama Deka bukan sama aku kan," ucap Vincent sambil melirik Arti, Arti melirik Deka dan Vincent bergantian, Vincent tau ada kemarahan disana.


Deka belum menghiraukan apa yang Vincent ucapkan karena dia tak dengar.


"Dia tu mom kalau lihat Deka macam lihat tortila (kripik jagung) rasanya pengen langsung dimakan disitu juga." ucap Vincent sambil tertawa agar Deka mendengarnya.


Arti makin emosi dibuatnya, Deka maih santai.


"Dih, jangan kasih Deka kewanita begituan baby ga setuju aku." ucap Stella.


"La kalau orang nya mau ga papa kali mom, Cellin juga cakep kan." ucap Stella.


Arti langsung menghetikan pekerjaan nya dan menatap tajam ke arah Deka, Deka yang tak tau apa apa merasa terintimidasi.


"Apaan." tanya Deka pada Arti menggunakan kode, Arti menatap nya penuh kemarahan, Vincent merasa sangat senang karena berhasil memainkan emosi Arti, habis lah kau asisten durhaka batin Vincent.


"Ar, kenapa?" tanya Stella, Arti pun tersadar dari lamunana nya.


"Dasar cowok ganjen." umpat Arti.


"Siapa yang ganjen?" tanya Stella.


"Mereka lah para cowok cowok sok ganteng," jawab Arti.


"Oke oke aku cepetan bikin aku cantik marahnya nanti ya Queen acting," goda Stella, Vincent menatap Arti ingin rasanya dia tertawa.

__ADS_1


Lucunya wanita kalau cemburu, marah marah ga jelas padahal belum tentu si suami ganjen.


Proses Prewed Vincent dan Stella berjalan dengan sepurna, ahhh rasanya cepek sekali belum lagi melewati pesta malam nanti, Ya Tuhan lelahnya batin Vincent.


Vincent dan Stella pun kembali ke kamarnya untuk beristirahat, sore nanti mereka harus segera bersiap di make up lagi untuk menjadi raja dan ratu semalam mereka diacara resepsi mereka.


Arti merapikan alat alat make up nya dan menyusun kembali dikopernya, dia melihat Deka sang masih asik dengan pekerjaan nya, para kru juga sibuk dengan pekerjaan masing masing, Arti menengok ke kanan dan ke kiri, merasa tak ada yang memperhatikanga dia pun langsung duduk di depan Deka.


"Aak." bisik Arti sambil cemberut di depan Deka.


"Hemm." jawab Deka masih konsentrasi dengan pekerjaan nya.


"Siapa Cellin?" tanya Arti masih dalam mode cemburunya, Deka menghentikan pekerjaanya dan menatap istrinya, Deka mengerutkan dahinya karena dia menangkap emosi ada dalam hati istrinya.


"Arti tanya aak, siapa Cellin?" tanya Arti masih dalam nada marahnya.


Deka tertawa pelan, "Dari mana kamu tau soal dia han?" balas Deka.


"Dih, istrinya nanya siapa dia jawab?" Arti semakin emosi matanya berkaca kaca, Deka tau dan paham pasti ini ulah Vincent, kan dari tadi Arti dekat dekat dengan bos gilanya, Deka tak menjawab pertanyaan Arti dia malah menertawakan Arti yang menangis karena mencemburuinya.


"Oke, pertama dia bukan siapa siapa nya Aak, hapus air matamu sayang nanti orang orang mengira kamu aku putusin lo." goda Deka, Arti makin sebel dengan suami jahil nya.


Arti menatap wajah suami jahilnya dengan tatapan penuh kebencian, Arti pun memilih beranjak dari duduknya dan meninggalkan Deka sendiri.


Deka handak mengejar istrinya tapi salah satu kru meminta pendapat tentang foto foto yang barusan mereka ambil, Deka hampir tak konsentrasi dengan perkataan editor yang mengajak nya bicara, Deka lebih fokus pada istrinya yang marah marah ga jelas itu.


Deka menatap istrinya lagi memastikan Arti tak pergi kemana mana, hingga editor itu menepuk pundaknya dan menyadarkan nya.


"Bang gimana?" tanya editor itu.


"Sesuai pilihan bos aja," jawab Deka.

__ADS_1


"Oke," jawabnya, Deka pun kembali ketempat semula dia duduk dan merapika pekerjaan nya.


Setelah itu dengan sikap stay cool nya dia menghapiri Arti dan kawan kawan nya yang lagu bercanda diruang make up.


"Mohon maaf siapa ya yang bertugas mendekor kamar pengantin bos saya?" ucap Deka pura pura bertanya pada mereka, agar mereka tak curiga ketika dia membawa Arti pergi.


"Dia mas." tunjuk teman Arti, selalu modus batin Arti.


"Bisa ikut saya," Arti tak menjawab ajakan Deka, dia hanya mengikuti langkah Deka kemanapun Deka mengajaknya.


"Masuk han."ucap Deka membawa istrinya masuk kekamarnya, rasaya tak ingin dia menunda nunda masalah yang mereka hadapi.


Arti menjatuhkan tubuhnya diranjang Deka dan memilih berbaring miring sambil memeluk bantal, Deka mendekati istrinya dan duduk disisi ranjang.


"Cemburu gitu jelek tau han."ucap Deka, Arti masih menutup mulutnya dan malah menangis.


Deka ikutan berbaring dan memeluk istrinya.


"Han, aku ga mungkin selingkuh percayalah." ucap Deka mencoba menenangkan istrinya.


"Arti tau kelemahan Arti Ak, Arti hanya takut." ucap Arti.


"Kelemahan apa han, bagiku kamu sempurna." jawab Deka


"Aku ga bisa..." Arti hendak mengucapkan kata yang paling Deka tak suka, dengan cepat Deka menutup mulut istrinya dengan bibir indahnya, dipangutnya bibir istrinya dengan cinta.


"Kamu ga boleh ngomong gitu han, kamu belum isi bukan hanya kegagalan kamu atau aku, biarkan semua berjalan sesuai alurnya, kalau kita udah dipercaya pasti dia akan hadir ditengah tengah kita percayalah, bukan kah dokter juga bilang kan kalau kamu bisa mengandung hemm." ucap Deka kembali mencoba menenangkan istrinya.


"Aku takut kehilangan kamu Ak." ucap Arti.


"Ga akan sayang aku milikmu sampai maut memisahkan kita honey." jawab Deka, Deka memeluk istri cantiknya dan berkali kali memberikan ciuman ciuman indahnya, Arti menyadari betapa mempesonanya suaminya, kalau boleh jujur dia sangat takut kehilangan tambatan hatinya ini.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2