IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Dikelilingi Penghianat


__ADS_3

Mentari telah menampakan sinarnya, para pekerja di sekitar resort itu sudah siap menuju tempat mereka bekerja, beberapa pekerja memang sengaja datang sesuai jam mereka membersihkan resort itu.


Betapa terkejutnya mereka melihat dua anak manusia yang tergeletak lemah tak sadarkan diri, sang gadis tak mengenakan busana sama sekali dan sang pria hanya mengenakan kemejanya saja, teriakan salah satu pekerja yang melihat langsung keadaan dua anak manusia itu sampai terdengar oleh para pekerja yang lain.


Mereka pun sepakat melaporkan kejadian ini pada pihak yang berwajib.


Deka masih tak sadarkan diri ketika polisi datang ke TKP(tempat kejadian perkara), Melihat kondisi mayat perempuan yang seperti itu mereka pun menduga bahwa sebelum gadis itu dibunuh dia terlebih dahulu mengalami pelecehan sexsual karena alat vital nya rusak dan adanya Sp*rma yang berceceran disekitar mayat.


Dari hasil pemeriksaan sementara sempel darah dan juga sp*rma yang ada ditubuh gadis itu menuju pada pria yang terkapar disebelahnya yang tak lain adalah Deka.


Para polisi berasumsi jika Deka hendak bunuh diri ketika selesai menghabisi korban nya, terlihat ada benturan dikepala Deka yang mendukung pendapat para penegak hukum itu.


Salah satu polisi menyiramkan seember air kemuka Deka agar Deka sadar, terang saja mendapat serangan mendadak Deka langsung terkejut dan segera bangun.


Dia merasakan berat dikepalanya, ditambah lagi luka yang ada dikepalanya akibat dia membenturkan sendiri kepalanya didinding karena pengaruhvobat jahat itu, dia lebih terlejut melihat keadaanya, darah dibaju dan tangan nya ditambah lagi tubuhnya yang setengah telanjang, Deka kebingungan tapi tak tau harus apa, karena banyak orang disekelilingnya yang memperhatikan keadaanya.


Deka langsung berdiri dan menyambar celananya dan memakainya, dia pun lebih terkejut dengan apa yang dilihatnya, diranjang itu ada sesosok tubuh perempuan yang dititupi selimut, dengan pelan Deka membukanya.


"Ya Tuhan apa ini," ucap Deka sambil menutup muka nya dan mengusapnya kasar.


"Sebaiknya anda ikut kami dan jelaskan dikantor," ucap salah satu polisi disana, Deka tak ada pilihan lain selain mengikuti apa yang polisi perintahkan.


Polisi itu memborgor tangan Deka dan menutup wajah Deka dengan penutup berwarna hitam, ini sungguh gila aku merasa tak melakukan ini Tuhan, Deka sangat yakin dia dijebak.


Sesampainya dikantor polisi, Deka masih berfikiran sama bahwa dia dijebak.


Meski perasaan nya sangat kacau kali ini tapi Deka masih berusaha tenang.


Deka dimasukan kedalam ruangan yang sangat gelap, disana hanya ada dia dan tiga orang yang dia yakini itu adalah penyidik disana, dengan tenang Deka menjawab semua pertanyaan yang diajukan padanya.


"Siapa namamu?" tanya penyidik mulai mengintrogasi Deka.


"Deka kurnia sejati pak," jawab Deka setenang mungkin.


"Berapa umurmu?"


"25 tahun," jawab Deka.

__ADS_1


"Apa kamu kenal dengan wanita yang kamu bunuh?" tanya penyidik itu.


"Tidak pak saya tidak mengenalnya," jawab Deka apa adanya, tapi penyidik tak percaya begitu saja.


"Jika kamu tak kenal mana mungkin wanita itu bisa sekamar denganmu," bantah penyidik itu.


"Saya yakin saya dijebak pak," ucap Deka mencoba membeka diri.


"Dijebak kamu bilang hah, siapa yang menjebakmu?" bentak penyidik itu sambil menggebrak meja.


"Tentu saja saya tidak tau pak," jawab Deka masih berusaha tenang.


"Coba kamu perhatikan ini," penyidik itu pun menyodorkan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan Deka masuk kedapam kamar itu sendirian, dan tak lama gadis panggilan itu pun masuk.


"Tapi sungguh pak aku tak mengenal wanita itu, bahkan aku juga tak menggundang nya," jawab Deka.


"Apakah ini ponselmu?" tanya penyidik itu.


"Benar pak," jawab Deka.


"Baca," ucap penyidik itu maaih santai, Deka pun membaca chat yang ada diponselnya.


Deka,"Beb aku dikamar ni,"


Xxx," oke honey aku masuk ya,"


Deka," Siap, dandan yang cantik ya,"


Xxx," oke eemmuah,"


Deka membaca pesan yang tertera di ponselnya, dia amat sangat bingung karena dia merasa tak melakukan chat dengan gadis yang meninggal dikamarnya.


"Demi Tuhan pak saya tidak melakukan ini bahkan saya tak pernah merasa mengirim pesan seperti ini," ucap Deka, par penyidik itu pun tak mungkin percaya begitu saja pada ucapan Deka.


"Satu lagi coba kamu perhatikan ini, bukan kah ini dasi milikmu yang terlilit dileher wanitamu hah," ucap penyidik itu semakin memojok kan kan memberatkan Deka.


"Ya Tuhan ujian apa ini," gumam Deka, penyidik yang mendengar ucapan pelan Deka langsung menggebrak meja.

__ADS_1


"Apa kamu masih mau menyangkalnya?" bentak penyidik itu mulai geram.


"Pak saya serius pak, saya tak mungkin melakukan kejahatan seperti ini, tolong percayalah pada saya," ucap Deka.


"Percaya atau tidak nya kita buktikan dipengadilan anak muda, dan tunggu hasil tes darah dan apakah sp*rma yang ada dialat Vital gadis itu milikmu atau tidak kita lihat saja nanti," ucap penyidik itu.


"Apakah saya ada hal membela diri pak?" tanya Deka.


"Tentu saja kamu bisa mencari pengacara dan orang yang siap membelamu," ucap Penyidik.


"Boleh saya menghubungi seseorang?" tqnyq Deka.


"Tentu saja waktumu lima menit," jawab Penyidik itu.


Deka menghubungi asistenya, dan sialnya asistenya tak bisa dihubungi orang itu menghilang begiti saja bagai ditelan bumi, ah mungkinkah dia terlihat dalam rekayasa ini batin Deka, tapi dia anak buah siapa? Deka masih berfikir siapa kira kira yang hendak dia hubungi, Vincent.. hanya dia kali ini yang bosa Deka andalkan


Deka pun langsung menghubungi bos besarnya itu.


Deka, " Hallo bos,"


Vincent, " Ada apa bro?"


Deka," Bos saya dijebak dengan kasus besar bos, tolong bantu saya carikan pengacara terbaik," pinta Deka.


Vincent, " Maksud kamu?" tanya Vincent masih bingung.


Deka," Saya tak bisa jelaskan ditelpon bos, waktu saya hanya luma menit, tolong bos carikan saya pengacara dan saya sekarang ada dibali, tolong bos amankan istri saya," ucap Deka dan tuuut...panggilanya pun terputus karena salah satu penyidik itu merebut ponsel Deka.


"Sudah jangan lama lama, sebaiknya kamu segera tanda tangani suray BAP itu jangan mempersulit pekerjaan kita hahahaha," ucap penyidik itu kembali menggebrak meja,kecurigaan Deka semakin kuat jika dia dijebak.


"Maaf saya tak bisa tanda tangan apapun sebelum pengacara saya datang," tantang Deka berani.


"Oh, jadi itu mau kamu, masukan dia disel terbaik," ucap salah satu penyidik itu mungkin dia adalah pimpinan mereka, bemar saja mereka pun memaksa Deka keruangan ya g sangat gelap dan disana sudah ada beberapa orang yang siap menjadikan Deka bulan bulanan mereka.


(Semoga Deka kuat dan selamat, sabar ya Ak..)


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2