IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Perasaan Apa ini


__ADS_3

Kami bertiga masuk kesebuah restoran masakan khas Sunda, entah mengapa aku malah lebih tertarik dan penasaran tentunya dengan kisah selanjutnya dari Arti ini, namanya sangat unik menurutku sama seperti namaku Arti Cahaya Bening, dan aku Dewa Kurnia Sejati nama kami berdua unik kan, kalian merasa aneh ga sih atau hanya aku saja.


"Mau pesan apa Ste?" tanya Arti sambil memanggil pelayan restoran ini.


"Aku pengen seblak aja tapi level satu ya." ucap Stella.


"Oke." jawab Arti.


"Mas nya?" tanya nya padaku.


"Aku mau nasi sama lalapan aja mbak lama aku ga makan mereka, jadi kangen." jawabku


"Emang mas nya dari mana kok lama ga makan ini?" tanya Arti padaku.


"London mbak ngejar cita cita." jawab ku.


"Ooo, ga papa mas yang penting sehat selamet lama disana mas?" tanya nya lagi.


"Dua tahunan lah." jawab ku.


"Ooo."


"Ste nanti aku kasih tau pak Bos ya kalau aku ketemu kamu pasti dia seneng." ucapku meminta ijin pada Stella.


"Boleh tapi aku malu sama beliau Ka." jawab nya.


"Kenapa?"


"Dia itu baik Ka, meskipun kalau boleh jujur aku takut sama beliau." jawab nya.


"Hahaha, tapi cakep kan." godaku.


"Apaan sih." jawab nya malu malu, aku tertawa karena dia terlihat sangat lucu.


"Dia orang mana sih Ka, bukan orang sini kan?" tanya nya lagi.

__ADS_1


"Bener dia masih warga negara Mexico, dia belum nikah Ste kamu mau ga sama dia." ucapku.


"Udah ya Ka jangan mulai, lagian dia mana mau sama aku dia kan udah tau asal usulku, keluargaku bagaimana aku bisa ketempat itu, malu ah Ka." ucap nya tapi aku tau jika bosku dimatanya punya arti yang lain.


"Ya siapa tau jodoh." godaku.


"Dia sehat kan Ka?" tanya Stella.


"Sehat, sudah jadi pria yang lebih baik kok Ste boleh lah dideketin." goda ku lagi.


"Ka udah ya, itu ga mungkin aku takut sama dia." ucap Stella.


"Ga papa Ste dia baik kok." jawabku, Stella hanya diam sepertinya dia memikirkan sesuatu.


"Kamu marah ga Ste kalau misalnya aku kasih tau dia soal kamu?" tanya ku lagi memastikan.


"Enggak lah, cerita aja aku juga hutang budi ama bos mu Ka, aku juga penasaran mungkin kah dia yang menebusku soalnya aneh aja kan." ucap Stella.


"Mau lihat foto foto dia ga?" tanya ku, aku ingin memancing serta ingin memastikan apakah wanita ini ada hati sama Mr Vincent.


Aku pun membuka aplikasi diponselku dan menyerahkan nya pada Stella, dia mulai menjelajah digaleri ponselku, aku melihat reaksinya dia tersenyum bahagia kadang kadang juga mencolek ponselku gemas seolah dia sedang memainkan sesuatu yang dia suka, Aku melirik gadis disebelahku mukanya terasa sangat adem jika dilihat, dalam hatiku sungguh beruntung pria yang bisa memilikinya, issh perasaan apa ini aku tidak boleh punya perasaan seperti ini karena sudah ada seseorang yang menunggu kedatangan ku batin Deka.


"Enggak siapa bilang dia galak, hanya muka nya aja yang tegang tapi kalau udah bareng lebih kenal sama dia, dia baik kok." jawab ku, Stella menatap sekilas kearahku sambil tersenyum.


"Ar lihat deh ni orang nya." ucap Stella sambil memperlihatkan foto bosku pada sahabatnya, Arti hanya tersenyum tanpa berkomentar.


"Astaga." ucap Stella terkejut sambil memperlihatkan foto kami pada sahabatnya, Arti kembali tersenyum dan malah membuang mukanya, aku pun penasaran dan ikutan melihat foto itu, alangkah malunya aku disana ada fotoku dan foto bosku yang habis berenang.


"Aaiiissshhh kamu ini Ste, bikin malu aja, malu aku sama mbak nya maaf ya ukthi." ucap ku meminta maaf pada Arti, gadis manis yang pandai menjaga aurat nya ini harus aku kotori matanya dengan foto yang hanya memakai boxer karena kami (aku dan bosku) saat itu habis berenang dan kami iseng iseng mengambil foto.


"Iya mas ga papa." jawab nya.


Duh serius deh ni perempuan bisa bikin adem hati, benar benar beruntung pria yang bisa dapetin dia.


"Ar calon suamimu ukuran tubuhnya sama kan kayak yang pertama kali aku ketemu?" tanya Stella.

__ADS_1


"Masih ya segitu." jawab Arti.


"Penasaran deh Ar kalian pacaran udah lama ya tapi kayak bukan orang pacaran pada umum nya?" tanya Stella penasaran dengan hubungan Arti dan calon suaminya.


"Ga seperti pacaran pada umumnya gimana maksudnya?" Arti balik bertanya.


"Aku ga pernah lihat kalian pelukan gandengan tangan apa lagi ciuman." ucap Stella yang notabene ga seagama sama kita.


"Diagamaku dilarang melakukan hal hal seperti itu Ste sebelum kami benar benar mengikat janji didepan Penghulu dan para saksi." jawab Arti mencoba memberi pemahaman pada Stella.


"Dia bisa gitu nahan nahan Ar." Stella pemasaran rupanya.


"Bisa kan kita udah sepakat saling menjaga." ucap Arti yakin, bertambah lagi rasa salut ku pada ukthi satu ini, aku hanya diam mendengarkan percakapan dua sahabat ini.


"Kamu hebat Ar, aku sendiri kalau pacaran belum tentu bisa sekuat kamu, tapi ya ga tau ya kan aku sendiri belum pernah pacaran hahahaha, walaupun kepercayaan kita berbeda tapi bagus juga lo Ar kalau kita bisa menjaganya sampai sumpah janji setia kita ikrarkan." ucap Stella, aku tau dia juga mulai memahaminapa yang Arti maksud dan sampaikan barusan.


"Harus Ste kan harga diri wanita itu ada dimahkotanya." ucap Arti tersipu malu, mungkin dia malu padaku aku pun kembali tersenyum dan memuji pemikiran Arti ini.


"Beruntung nya aku Ar bisa ketemu pak Deka sama Mr galak itu, jika tidak sudah habis mungkin aku, makasih banyak ya pak Deka." ucap Stella.


"Sama sama Cece Stella." jawab Deka.


"Loh kok jadi Cece lagi sih." ucap nya.


"Lah barusan Cece panggil aku pak lagi kan." jawab ku kami pun tertawa,


Makanan yang kami pesan pun datang, kami pun makan dengan tenang, sesekali aku memperhatikan cara kedua wanita yang ada disampingku, mereka unik sekali makan nya.


"Mbak Arti kok nasi nya dikit punyak ku banyak?" tanya ku.


"Iya mas saya pesenya setengah." jawab nya, ooo pantesan dikit.


"Ar cobain ini enak lo." ucap Stella sambil menyuapi Arti.


"He em enak, kamu cobain juga punyaku nah." ucap Arti sambil menyuapi Stella makanan nya juga, persahabatan mereka sangat lucu, seakan perbedaan keyakinan tak menjadi penghalang diantara mereka, aku senang dengan ini menurutku pelajaran ini sangat berharga buatku seperti persahabatanku dengan Mr Vincent kami pun sama tulus tanpa pamrih.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung.....


__ADS_2