
Deka berjalan menelusuri trotoar dikawasan perumahan tempat tinggal bos nya, ada rasa sesak yang menusuk nusuk jantung nya.
Penolakan Arti telah memberikan luka mengaga dihatinya.
"Ya Tuhan mampukah aku?" tanya Deka bergumam pada dirinya sendiri.
Deka terus melangkah dan tak menghiraukan hiruk pikuk kendaraan yang ada disebelahnya, suasana sangat ramai malam itu tapi tidak dengan hatinya.
Sepi ini kembali membelengu jiwanya, hati Deka menjerit sakit, keinginan nya untuk menepati janji pada almarhum Kakung Sarjono mendapatkan penolakan keras dari Arti.
Deka masih saja memikirkan ini, beberapa bulan belakangan dia bisa melupakan sedikit cintanya pada Arti, tapi pertemuan nya tadi dengan istrinya telah membangkitkan lagi rasa cinta yang berusaha dia hapus dari relung hatinya, mencintai orang tak menginginkan kita memang sakit rasanya..
.....
Direstauran..
Suasana direstauran itu terlihat sangat kaku tanpa adanya Deka, Stella sedikit mendapatkan udara ketika sahabatnya datang.
"Ste." sapa Arti.
"Hay Ar, gimana udah bisa?" tanya Stella.
"Belun Ste, alamat kita jalan kaki ntar." ucap Arti sambil bercanda.
"Jangan mbak ntar aku antar." ucap Vincent menyaut obrolan mereka, Arti menatap pria yang sedikit tak asing baginya, sepertinya dia pernah melihat pria ini di ponsel Deka.
"Eh Ar kenalin ini Mr Vincent, Mr ini Arti temen Stella." ucap Stella.
"Hay, Vincent." ucap Vincent sambil mengulurkan tangan nya, tapi Arti hanya tersenyum dan menangkupkan tangan nya.
"Saya Arti Mr." jawab Arti.
"Kok ga mau salaman tangan saya kotor ya?" tanya Vincent heran.
"Bukan Mr, kita bukan mahrom." jawab Arti.
"Mahrom apa itu?" tanya Vincent.
"Mahrom itu harus ada hubungan halal Mr, seperti suami istri misalnya, atau orang tua kandung seperti itu." jawab Stella berusaha memberi tau apa yang dia pelajari dari Arti.
"Oo, maaf saya ga ngerti." jawab Vincent.
__ADS_1
Arti dan Stella hanya tersenyum.
Makanan yang mereka pesan pun siap, mereka menyantapnya dengan tenang.
"Kapan kamu ketemu Deka lagi Ste?" tanya Vincent.
"Dibandara waktu itu dia baru landing dari London dan Stella dari Kanada." jawab Stella.
"Ooo."
"Kok ga bareng sama Mr. biasanya kalian nempel." goda Stella.
"Aku nempel ama dia ya ga lah!" Vincent berkilah.
"Apaan, waktu itu aku pernah lihat kalian tidur sekamar." ucap Stella.
"Iya kalau aku sakit biasanya dia jagain, tau lah Ste aku kan ga ada siapa siapa selain dia (Deka)." ucap Vincent apa adanya.
"Dia sayang banget sama kamu ya Mr." Stella berusaha meyakinkan pemikiran nya.
"He em, sebelum nya aku belum pernah ketemu orang setulus dia Ste, waktu di London aku pernah masuk rumah sakit, dia ga suruh orang buat ngrawat aku, dia malah ngrawat aku dengam tangan nya sendiri, pokoknya dia malah memperlakukan aku seperti anak nya, padahal usia nya sama aku jauh Ste." ucap Vincent menceritakan betapa bangga nya dia pada asisten pribadinya, saat kata tulus terucap dari bibir Vincent ada sedikit rasa penyesalan dihati Arti karena telah menyakiti Deka suaminya.
"Dia baik emang ya Mr, dua kali dia ngajakin Stella makan disini, alasanya pengen curhat tapi dia ga pernah cerita apa apa tu kalau ketemu malahan dia nanya nanya doang kegiatan Stella." jawab Stella, ooohhh saai ini Vincent paham kenapa Deka menyanggupi tantangan nya ternyata dia sudah menyelidiki wanita yang akan dijodohkan dengannya.
"Dia ga ada pacar ya Mr?" tanya Stella kepo.
"Dulu ada sebelum ikut aku, sayang nya cinta nya ga dapet restu dari orang tua sigadis, dia dihina katanya karena miskin pekerjaanya kurang menurut mereka, ahirnya dia nekat kerja ya ketemulah kami, awalnya dia cuma jadi supir aku, eh pas aku lihat dia ada potensi sukses ahirnya ya aku suruh aja dia belajar belajar dan belajar dia sanggup, ya ahirnya jadilah dia seperti itu, pas di London dia minta pulang duluan karena mau nglamar ceweknya kan, eh pas sampai kampung dia malah patah hati ceweknya nikah dan lagi hamil, kata dia aku Ambyar Mr, ambyar? ambyar apaan kataku." sedikit cerita Vincent tentang kehidupan Deka, entah kenapa sekarang Arti bisa merasakan betapa sakitnya hati suaminya.
"Sekarang dia jomblo dong Mr?" tanya Stella masih saja kepo dengan kehidupan Deka, tapi ini memberikan nilai plus buat Arti setidaknya dia paham dengan apa yang terjadi pada Deka.
"Jomblo lah, tapi dia banyak juga yang ngincer anak anak di showroom kalau lihat dia heboh macam lihat artis aja, malas aku jadinya." jawab Vincent sesuai dengan apa yang dia lihat.
"Dia memang tampan Mr. wajar lah banyak yang nglirik dia." tambah Stella.
"Kamu suka sama dia?" Vincent terlihat tidak suka jika Stella terus memuji asisten nya.
"Kalau dia sama aku kenapa enggak."jawab Stella menggoda Vincent, tentu saja kata kata Stella berhasil membuat darah Vincent mendidih.
"Ya udah sana kamu sama dia." suruh Vincent dengan nada sedikit marah, Stella tau jika Vincent cemburu tapi dia masih berusaha bersikap biasa biasa saja.
Vincent mengantar Arti dan Stella pulang kerusun (rumah susun) dimana mereka tinggal.
__ADS_1
"Kalian tinggal disini?" tanya Vincent, dia tak percaya kedua wanita ini tinggal ditempat seperti ini.
"Iya Mr. kami tinggal disini." jawab Arti.
"Kalian serumah?" tanya Vincent masih penasaran.
"Iya Mr. aku ngontrak dirumah dia." jawab Stella.
"Hah." Vincent lebih heran lagi, Arti dan Stella hanya tersenyum, dasar orang kaya.
"Boleh kapan kapan aku main?" tanya Vincent pada mereka.
"Aku tanya ibu kos dulu ya Mr, takut aku." canda Stella.
"Oke deh kabari nanti ya kalau aku main." Stella mengangguk, Arti mengerti mungkin mereka ingin mengobrol tanpa nya dia pun pamit duluan.
"Mr apa aku boleh tanya sesuatu?" tanya Stella.
"Tentu."
"Apakah Mr yang membayar hutang orang tuaku pada mucikari itu?"tanya Stella memastikan apa yang sebenernya terjadi.
"Udahlah Ste ga usah kamu pikirin itu lagi, yang penting kamu udah selamat dari hal buruk itu dan bisa hidup normal lagi." jawab Vincent.
"Bagaimana caraku membalas budi baikmu Mr?"tanya Stella.
"Kamu jaga diri aja buat aku." jawab Vincent.
"Maksudnya."
"Nanti kamu cari aja di google oke, aku balik dulu ya daaa hati hati ya Ste." Vincent pun kembali masuk kemobilnya dan melambaikan tangan untuk wanita yang kini kembali mengisi hati nya.
.....
Dikamar seluas 4x4 meter ini Arti kembali memikirkan cerita yang barusan ia dengar.
"Apakah aku terlihat jahat sekarang?"
"Kenapa aku jadi seperti ini Ya Tuhan, aku hanya tak ingin jatuh cinta padanya, aku hanya ingin membuatnya tak berharap padaku Tuhan, engkau tau betapa parahnya sakitku aku ingin dia mendapatkan yang lebih baik dari aku Tuhan, aku ingin melihat dia menggendong anak anak nya dan engkau tau Tuhan aku tak bisa memberikan itu padanya, tapi kenapa perih sekali rasanya ketika tau betapa hancur hatinya Tuhan." Arti menangis dalam diam nya, dia ingin sekali menyambut cinta Deka untuknya, dia juga ingin berbakti pada suaminya tapi kekurangan nya terus saja menghantuinya, Ya Tuhan mampukah aku terus bersikap acuh padanya, sedangkan tanpa aku sadari cinta ini nyata ada untuk nya.
IMPIAN DEKA
__ADS_1
Bersambung...