IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Berusaha Iklas


__ADS_3

Tiga bulan kemudian...


Uti Tika dan Yudha sudah berusaha mencegah dan mengingatkan Arti bahwa jalan yang dia ambil ini salah, tapi Arti adalah Arti dia adalah wanita keras kepala yang memiliki pendirian yang sangat teguh sesuai pemikiran nya sendiri.


Sejak memutuskan berpisah dari Deka, Arti memilih keluar dari pekerjaanya, bukan Arti tak ingat Deka tapi dia memang berusaha melupakan pria dari masa lalunya itu.


Arti memilih membuka salon dan menyewakan baju baju pengantin dirumahnya, Arti memilih menyibukan dirinya agar perasaannya untuk Deka segera teralihkan, Arti sendiri juga merasakan berat tapi keinginannya untuk melihat Deka memiliki momongan dn bahagia lebih kuat dibanding perasaan nya, kali ini Arti ternyat berkorban lagi untuk pria yang pernah mengisi hatinya.


........


Disisi lain Deka sudah menerima surat cerai yang di kirim Arti lewat kuasa hukum nya, dengan senyuman kalutnya Deka berusaha mengiklaskan semuanya, dia berfikir mungkin hanya sampai disini jodoh yang Tuhan tulis untuknya dan Arti.


Berat memang tapi dia bisa apa, toh dia juga sudah berusaha mempertahankan apa yang seharusnya, tapi penolakan dan keinginan kuat dari pasangan nya membuat Deka tak berdaya.


Deka mulai bangkit dan menyibukan diri dengan pekerjaan nya, bahkan sekarang dikampung dia juga membuka bengkel mobil seperti hobinya, mencium bau harum oli dicampur bensin adalah kesukaannya.


Itu adalah salah satu caranya untuk melupakan getaran cinta dan menghapus sedikit lara yang dia rasakan.


"Ton, si Joker kemana?" tanya Deka.


"Ke tambak bos, hari ini ada yang mau nglihat udang sama bandeng," jawab Anton, teman masa kecil Deka sekaligus pegawai Deka sekarang.


"Ooo, lupa tadi dia udah ngabarin, besok aku mau keJakarta Ton ikut kagak," tawar Deka pada Anton.


"Ngapain bos?" tanya Anton.


"Mau jenguk bokaplah apa lagi," jawab Deka


"Kirain mau ketemu ayang beb," goda Anton.

__ADS_1


"Ayang beb ayang beb, bebek no ada, eh perasaan kemarin ada yang nawarin kita join budi daya bebek, siapa ya," ucap Deka sambil mengotak atik mobil pelanggan nya.


"Jangan bos, tukang tipu itu, udah Joker ama Brongkos selidiki kemarin," jawab Anton, untunglah Deka memiliki anak buah yang tanggap dan bisa dipercaya serta setia padanya.


"Oh, kirain serius, aku perginya lamaan ini ntar, lo jaga bengkel yang bener, awas pacaran terus lo, ane kepret tau rasa lo," canda Deka.


"Iye bos astaga, udah sana cari lagi jangan lama lama jadi duren empet ane, yang main dimari anak SMA masak, gara gara tau bosnya duda," balas Anton sambil terkekeh.


"Anjay diam lo kampret," umpat Deka sambil melempar kunci mobil kearah Anton.


Deka duduk dikursi biasanya, menyalakan laptopnya dan membersihkam tangan nya dari sisa sisa oli, meski wajah yang sudah tak pernah dia rawat, dan rambut yang dibiarkan godrong tak menyurutkan ketampanan natural pria keturunan Brazil ini.


Deka memakan nasi kotak yang dibelikan anak buaknya barusan, Ah Deka sudah kembali kekehidupan nya sebelum mengenal dunia luar, meski keadaan ekonominya jauh lebih baik tapi dia merasa sangat kesepian, karena semua wanita yang dia cintai satu persatu meninggalkannya, dengan keteguhan hatinya Deka berusaha mengutkan hatinya untuk selalu iklas dengan jalan hidupnya.


Kini Deka lebih memilih menyibukan diri dengan pekerjaan dan menfokuskan dirinya untuk anak anak yatim piatu dan terlantar yang ada dipanti yang dia bangun seusai pulang dari London dulu.


"Bos, kayaknya semalam ada yang nemuin anak dalam kardus bos," ucap Anton sambil duduk di depan bosnya.


"Dimane, ga denger ane," jawab Deka langsung merespon.


"Di depan warung mak iyah bos, warung nasi uduk depan pasar tau kan," ucap Anton memberitahu apa yang dia ketahui.


"Ooo, kalau ga ada yang mau bawa aja kepanti," jawab Deka, sambil mengunyah makannya.


"Anak mak Iyah semalem langsung nelpon ane bos, minta tolong suruh ngomong sama bos, kira kira masih mau ga nampung satu anak lagi?" tanya Anton.


"Iya ga papa bawa aja, ntar kalau yang jaga kurang kon golek (kamu cari) orang aja buat bantu dipanti, yang penting baik suka sama anak anak," jawab Deka.


"Oke bos, ane kabarin dia ya, apa kita jemput aja?" tanya Anton lagi.

__ADS_1


"Boleh habis mandi ntar kita jemput," jawab Deka.


Dia pun menutup laptopnya dan beranjak dari duduknya, dan berjalan menuju kamar pribadinya yang ada dibengkel ini.


Deka memang merasa nyaman tinggal dibengkel ini, disamping tempatnya adem ternyata juga dia ga kesepian disini, banyak anak buahnya yang suka nemenin dia disini, membawakan cemilan sampai minuman.


Deka yang dulu tak pernah menyentuh rokok, kini menjadi perokok aktif, bahkan dia sering nongkrong dan mencicipi minuman yang sering dinikmati anak buahnya, ada sedikit keraguan ketika dia meneguk minuman itu, tapi bayangan Arti selalu setia mengganggunya.


Kadang dia sampai ga menyadari berapa gelas yang udah dia minum.


Malam itu juga Deka bertamu kerumah mak Iyah, penemu bayi yang dibuang orang tuanya, dia sendiri yang datang untuk menjemput anak yang tidak berdosa itu.


"Sudah lapor polisi mak?" tanya Deka.


"Sudah pak bos(sekarang dikampung semua orang memanggilnya pak bos, Deka sangat dihormati dikampung nya disamping dia baik hati tampan dia juga paling tajir disana, Arti, Vita nyesel ora kon hah), ini surat dari pak polisi semalam," jawab mak Iyah sambil menyerahkan surat keterangan yang dia terima peroleh dari pihak berwajib semalam.


"Oh, oke lah mak kita bawa bayinya ya mak, kalau misalnya mak kangen datemg aja ke panti," ucap Deka.


"Injih pak bos matursuwon sanget (iya pak bos terimakasih banyak), saya doakan semoga pak bos sehat terus, banyak rejeki, panjang umur, cepet ketemu jodoh," ucap mak Iyah sambil menjabat tangan Deka dan mendoakannya.


"Amin mak, makasih doanya," jawab Deka.


Mak iyah pun menyerahkan bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu kepada Deka dan Anton.


Deka dan Anton pun membawa anak itu kepanti, melihat Deka datang anak anak pun bersorak sorai bahagia, mereka seperti melihat sosok ayah didiri Deka, bahkan semua anak dipanti itu memanggilnya papi, Deka tak mau dipanggil bapak apa lagi ayah, dia merasa tua jika dipanggil begitu, kalau daddy rasanya terlalu lebay, ahhh papi aja biar terdengar keren dan macho, ah Deka kamu ada ada aja.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2