IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Rindu Ini Berat


__ADS_3

Seminggu ini Deka telah disibukan dengan berbagai urusan pekerjaan nya maupun pribadinya, dari mengurus pernikahan bos nya, beberapa laporan laporan yang harus dia selesaikan belum lagi dia harus mengurusi urusan keluarga kandung nya , dan ini membuat Deka jarang sekali tidur meski matanya berasa sangat berat.


"Huuufff ini sungguh menyesakkan Aaaaaa." Deka pun menjerit dalam kamarnya, "ahh aku harus cari obat rindu ini kalau ga bisa meledak otak ku." gumam Deka, Deka pun meraih jaketnya dan mengeluarkan motor gedenya.


Deka berkendara menuju kediaman istrinya, sebelum nya dia tak menghubungi Arti karena berniat memberinya kejutan, kenapa dia berani datang kerumah Arti malam malam begini karena dia tau bahwa Stella tak ada dirumah dia sedang pergi keluar bersama calon suaminya yaitu ke Mexico negara Vincent berasal untuk mendatangi makam papi dan mami kandung Vincent untuk meminta restu sebelum pernikahan mereka digelar.


Sesampainya diparkiran rusun tempat istrinya tinggal, Deka pun menghubungi istrinya Via telpon.


Drrrttt...drrttt...drrttt.


Arti pun mengangkat panggilan nya.


Arti, "Assalamualaikum honey." sapa Arti disebrang panggilannya.


Deka, "Waalaikumsalam sweety ku." jawab Deka penuh dengan cintanya.


Deka," Buka pintunya dong sayang," pinta Deka.


Arti, "Emang Aak ada dimana?" tanya Arti sambil tertawa pelan.


Deka, " Lagi diparkiran bawah." jawab Deka santai.


Arti malah kembali tertawa pelan.


Deka, "Kok ketawa sih ayang, Aak kangen ni." jawab Deka manja.


Arti, " Arti lagi ga dirumah sayang, maaf, Arti lagi kerja kan tadi siang Arti bilang kalau malam ini Arti ngerias di Bandung." jelas Arti, dia tau pasti suaminya lupa.


Deka, " Yah, Aak lupa sayang terus gimana dong Aak udah kangen."


Arti," Tahan ya sayangku dua hari lagi aku balik,"


Deka," Kok dua hari, lama banget." Arti tersenyum, beginikah rasanya dirindukan astaga indah sekali.


Arti. " Iya sayang besok Arti bersama tim langsung cus ke Bogor."


Deka, " Jadwalnya padat ya, jangan capek capek dong ayang."


Arti, "Musim orang nikah honey, pasti padat lah hehehehe sabar ya."


Deka," Iya deh, tapi kangen sayang boleh ga Aak tidur rumah kamu."


Arti, "Boleh, minta aja kuncinya ama pak Sukri, biasanya beliau yang bukain pintu buat si embak nya yg suka ambil cucian sayang."


Deka," Oke deh, Aak bobo kamar kamu ya."


Arti, "Boleh tapi jangan nakal."


Deka," Ga lah nakal apa?"

__ADS_1


Arti, "Arti tau Aak pernah periksa bra Arti kan?" duh mati aku ketahuan.


Deka," Enggak ayang siapa bilang?"


Arti, " Arti tau, lipetanya ama susunan nya lain."


Deka, " Habis ga dikasih yang aslinya."


Arti, " Saru(ga bagus) aak," teriak Arti.


Deka pun tertawa, dih indahnya lucu juag hubungan kami ini, berasa masih pacaran aja.


Deka, "Kok bisa telponan lama, emang udah ngriasnya?"


Arti, " Udah, asisten Arti lagi rapi rapi, bentar lagi pada mau makan, Aak udah makan belum?"


Deka," Belum, rencananya tadi mau maem masakan kamu honey, ehh ga tau nya malah ditinggal kerja."


Arti, " Dikulkas ada rendang sayang, masak nasi sendiri ya suamiku sama ada krupuk doang dimeja hehehe."


Deka," Ya udah deh Aak makan itu aja," jawab Deka pasrah.


Arti, " Ya udah Aak naik aja, bilang sama pak Sukri Aak suami Arti tu."


Deka," Nanti dia bilang bilang."


Arti," Ya ga papa emang kenapa?"


Arti," Ya udah bilang aja kamu keponakan Arti."


Deka," Siap aunty," Deka pun tertawa, begitupun Arti, dengan sama sama mengucap salam dan kata sayang mereka pun mengahiri penggilan nya.


Deka pun meminta kunci rumah istrinya pada penjaga yang ada disana, untung penjaganya tidak banyak bertanya karena sebelum nya Arti sudah menghubunginya, Aaagghhhh sama aja yang dicari ga ada, kecut sekali rasanya.


Deka merasakan sangat lapar, dia pun segera memasak nasi, sambil menunggu nasinya siap dia pun meminjam laptop istrinya, tanpa berfikir apapun Arti pun memberikan kata kunci laptopnya pada suaminya.


Asiknya menjelajah dunia milik istri cantiknya, disana ada jadwal kapan istrinya bekerja dan libur, tanpa ijinDeka pengkopi jadwal istrinya, dia yakin suatu hari nanti pasti akan memerlukan ini, dia akan mengunakan jadwal off Arti untuk memberikan kejutan pada istri cantiknya.


Layar LCD laptop Arti yang awalnya berhiaskan bunga bunga kini sudah berganti menjadi fotonya, Deka tertawa sendiri membayangkan reaksi Arti mengetahui kejahilan nya.


Deka menelusuri setiap jengkal kamar istri cantiknya, tanpa sengaja Deka menemukan foto mantan kekasih Arti yaitu Anji masih tersimpan rapi disana.


Deka sedikit merasakan sakit dihatinya, tapi dia masih berusaha positif thinking, mungkin dia lupa membuang nya batin Deka.


Deka juga menemukan berkas pemeriksaan milik istrinya, dia membaca detail hasil pemeriksaan itu Deka tersenyum ternyata Arti tak bohong padanya, kista itu sudah mengecil dan kemungkinan besar istrinya itu bisa hamil.


Deka duduk lagi dimeja kerja istrinya, dia membuka salah satu file disana yang bertuliskan MY HEART, Deka pun meng klik file itu dan terbukalah beberapa curahan hati istrinya


Samarinda, 12 Desember....

__ADS_1


Beribu maafku kuucapkan padamu suamiku, bukan aku tak iklas dengan pernikahan ini tapi aku tak mungkin memberikan beban berat ini untukmu, aku tau kamu pria baik kamu tak pantas memikul bebanku, maafkan aku....


Samarinda 20 Desember....


Sebenernya aku sedih dan menyesal karena menolak ajakanmu untuk pergi bersama, sungguh aku merasa sangat durhaka suamiku, maaf aku telah melukaimu maafkan aku.


Samarinda, 25 Desember...


Hari ini aku harus kembali bekerja suamiku, aku akan mencari dokter terbaik untuk menyembuhkan ku, setelah sembuh aku baru berani untuk mencarimu aku pasrah akan keputusanmu nanti suamiku, aku iklas jika seandainya kamu menghukumku karena kejahatanku padamu, sabar ya sayang..


Sekali lagi maaf...


Jakarta, 10 Januari....


Aku melihat dia tersenyum di kafe coklat , tersenyum dan tertawa lepas bersama seseorang, ingin rasanya aku menghampirinya, menanyakan kabarnya dan ahh aku malu menulisnya.


Aku bahagia suamiku melihatmu tanpa beban seperti itu, semoga kamu bahagia seperti itu.


Jakarta, 3 maret.....


Aku tak tau kapan rasa ini hadir, yang jelas saat ini detik ini aku merindukan mu, kamu pria yang kusakiti, bagaimana kabarmu hari ini, happy birthday ya semoga bahagia selalu menyertaimu doa terbaik untukmu.


Masih banyak lagi tulisan Arti di file itu. "dia ceroboh sekali, apa dia sengaja, ah rasanya ga mungkin."


Deka pun membaca satu bait lagi tulisan istrinya.


Rindu Ini Berat..


Malam ini terasa sangat sepi


Hanya alunan musik klasik yang menemaniku


Aku merindu,


Aku tau hanya anginlah yang tau tentang rasaku


Angin nya berhembus sangat halus


menemani sebongkah hati yang merasakan hausnya akan cinta


Aku tak tau apakah ada aku dihatimu, apakah kamu juga merasakan rindu ini ataukah kamu berusaha menghapusku dari hidupmu.


Aku tak perduli, yang jelas senyuman mu telah meluluh lantakan hatiku, hadirmu telah menghapus sejuta luka disanubariku, Maaf aku telah menciptakan luka untukmu pemilik hatiku, aku menyesal...


Deka tak mampu lagi memendam rindu ini, ahirnya malam itu juga dia pun tancap gas ke Bandung, berbekal tekat dan rindu yang membara hujan angin pun tak mampu menjadi penghalang baginya.


Sebelumnya dia sudah reservasi sebuah kamar hotel dimana istrinya bekerja malam ini, dia tak mau menundanya lagi malam ini dia bertekat bisa benar benar melampiaskan rasa rindu yang menggebu didalam hatinya.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2