IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Doa Terbaik


__ADS_3

Deka memberikan seikat bunga mawar putih kesukaan kekasihnya, Arti menerimanya dengan perasaan bahagia seperti merekahnya bunga yang ada ditangannya.


"Makasih calon imamku," bisik Arti, Deka pun mengecup kening Arti sekilas, "Sama sama calon makmumku," balas Deka, tepuk tangan kembali mengiringi apa yang mereka lakukan, kali ini Arti tak menolak dia malah memberikan senyum termanisnya untuk calon suaminya, mata mereka saling menatap membuat iri yang menyaksikannya.


Deka terlihat sangat tampan malam ini, dia menggunakan batik khas solo warna coklat emas kombinasi hitam, dipadupadankan dengan celana bahan warna hitam, rambutnya juga sudah dipotong rapi bahkan wajahnya udah kembali glowing seperti dulu, alisnya yang tebal dan bulu matanya yang panjang membuat ketampanan Deka semakin sempurna.


"Udah jangan saling nglihat terus, ingat belum halal," ledek Yudha mengejutkan mereka.


Mereka pun tersipu malu.


"Silahkan duduk semua," ucap Yudha menyambut para tamunya.


"Ak, itu siapa aja?" tanya Arti sambil berbisik.


"Nanti Aak kenalin sayang," jawab Deka.


"Maaf oma opa, oma Iva tante Luna ini adalah Arti wanita yang Dewa ceritakan waktu itu, dia adalah wanita yang Dewa cintai," ucap Deka, mereka berdua kembali tersenyum malu malu, Arti pun mendatangi mereka satu satu.


"Saya Arti oma opa tante," ucap Arti memperkenalkan diri.


"Ini oma Renata han, ini opa Luis mereka orang tua papa," ucap Deka memperkenalkan orang tua papanya.


"Saya Arti oma opa!" balas Arti kembali memperkenalkan diri dengan senyuman manisnya, Oma Renata menatap Arti memastikan pandanganya, "Kamu yang ada di Bali waktu itu kan?" tanya oma Renata.


"Benar itu saya oma," jawab Arti malu malu.


"Kalian pasangan terbaik oma yakin, oma doakan semoga hubungan kalian kali ini langeng, jangan pernah berpisah lagi, oma juga yakin kalian pasti bisa menghadapi masalah yang ada intinya harus saling percaya dan menghargai masalah cinta dan kasih sayang pasti akan mengikuti, kalian mengerti," ucap oma Renata sambil mengelus lengan pasangan muda yang ada didepan nya ini.


"Kami mengerti oma, terimakasih doanya," jawab Arti dan Deka bersama sama, mereka pun berpindah disebrang oma opa mereka.

__ADS_1


"Han, kenalin ini oma Iva oma dari bunda, dan ini tante Luna sepupu bunda, sekarang beliau ini yang jagain oma," ucap Deka kembali memperkenalkan anggota keluarganya.


Arti pun kembali memperkenalkan diri pada keluarga calon suaminya, Deka benar benar menepati janjinya, untuk menyempurnakan hubungan mereka, jujur dalam hatinya Arti sangat penasaran bagaimana ceritanya Deka bisa menemukan anggota keluarganya yang lama terpisah, dan kapan dia merencanakan acara lamaran yang istimewa ini.


Deka pun mengajak Arti duduk setelah mengenalkan kepada semua anggota keluarganya.


Papa Gibran membuka suaranya, "Selamat malam semuanya, malam ini saya selaku ayah kandung dari mempelai pria meminta ijin pada ibunda dari mempelai wanita untuk meminang secara resmi putri anda bu, apakah anda berkenan menerima lamaran kami," ucap papa Gibran seformal mungkin, biasanya mereka juga bersanda gurau.


"Kami menerima lamaran bapak dan keluarga dengan tangan terbuka pak dan seluruh keluarga, semoga hubungan keluarga ini langgeng, semoga ikatan antara mas Deka dan mbak Arti juga langgeng sampek kakek nenek," jawab Uti Tika sama sama menggunakam bahasa yang formal juga.


Seluruh anggota keluarga yang hadir pun mengamini doa dari Uti Tika selaku wali dari Arti, pembahasan selanjutnya adalah penentuan tanggal pernikahan, karena kepercayaan Deka berbeda dengan keluarganya maka mereka sepakat akad nikah dilaksanakan dikediaman perempuan, baru seminggu kemudian resepsi pernikahan dilaksanakan diBali, dihotel Victoria milik Deka.


Keluarga Abimanyu terkejut ketika mengetahui bahwa yang membeli hotel keluarga mereka adalah cucu mereka sendiri, meski pembayaranya masih belum lunas.


"Dewa kamu serius jika hotel itu kamu yang beli, bukan mantan bos kamu?" tanya papa Gibran.


"Yang beli Dewa pa, cuma masih belum lunas juga, Mr Vincent tak masalah asalkan Deka bayarnya sesuai bunga bank saat ini," jawab Deka menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, Arti juga masih melupakan beberapa kejadian yang pernah dilaluinya termasuk tentang kondisi kandunganya saat ini, Deka pun belum berani memastikan karena dia belum pernah secara langsung ikut memeriksakan kondisi calon istrinya ini, entah kista itu mengecil atau mungkin malah berkembang, mungkin setelah menikah dia akan mengajaknya periksa nanti.


Deka kembali mencium kening wanitanya, Deka mencium kerudung yang menutupi kepala Arti agar tak menyentuh langsung kulit wanita sholehah ini menurutnya.


"Makasih atas kesedianmu menjadi istriku kembali sayang, Aak bahagia honey," bisik Deka sambil menatap mata indah pemilik hatinya.


"Sama sama calon suamiku, Arti juga bahagia sekali lagi maafin Arti ya Ak," balas Arti berbisik lembut ditelinga Deka.


Mereka saling mengangguk tanda menyetujui ikatan batin yang terjalin antara mereka.


Semuanya kembali memberikan selamat dan doa terbaik pada ikatan cinta antara Arti dan Deka, sayang nya untuk sementara waktu mereka tak boleh bertemu bahkan berhubungan lewat ponsel sebelum hari H mereka lewati.


Ponsel Deka disita papa nya sedangkan ponsel Arti disita oleh Uti Tika.

__ADS_1


"Astaga han, baru juga seneng udah dipisahin lagi," bisik Deka lagi, Arti tertawa pelan mendengar bisikan Deka.


"Terima aja Ak, kita ga ada pilihan melawan mereka bertujuh, bisa babak belur nanti," balas Arti dengan sedikit candaan.


"Aak bilang juga apa, kamu selalu bisa menyiksaku sayang," bisik Deka disela sela obrolan keluarga mereka, suasana sangat nyaman tanpa ada rasa canggung, bahkan Yudha menyewa fotografer untuk mengabadikan moment langka ini.


Tibalah saat nya Arti dan Deka dipisahkan, empat hari kedepan mereka harus benar benar loss kontak, dipingit kalau kata orang Jawa.


"Honey," kejar Deka sebelum Arti masuk kedalam mobilnya.


"Iya Ak, kenapa!"


"Sini bentar," Deka menarik tangan Arti dan mengajaknya bicara dibelakang mobil CRV milik Arti.


"Ada apa Ak?" tanya Arti.


"Jaga diri baik baik ya han, selama kita pisah ini," pinta Deka, ada sedikit rasa tak rela berpisah dengan tambatan hatinya.


"Iya sayang, Arti akan hati hati Aak juga ya, jangan telat makan, Aak tampan kalau badannya kayak gini, kelihatan segar, malam ini Aak sangat tampan Arti suka," duh Arti banyak banget ngeluarin rayuan mautnya bikin si Aak makin melayang angan nya entah kemana.


"Bisa aja kamu han, kamu juga canti malam ini sayang, aahhh mereka menyebalkan kenapa sih harus ada acara gitu gituan segala," gerutu Deka.


"Kan adat ak, ya ikutin aja, hanya empat hari sayang setelah itu aku akan menjadi milikmu seutuhnya, oke!" ucap Arti berusaha menguatkan hati calon suaminya.


"Kamu membuatku bucin gini han!" rasanya malas banget menjalani waktu empat hari ini, Arti menertawakan kegalauan Deka.


Sayang sekali waktu mengobrol mereka dibatasi, Arti ditarik oleh Uti Tika sedangkan Deka ditarik oleh papa Gibran, mereka dimasukan kedalam mobil mereka masing masing, didalam mobil Deka hanya menggerutu dan cemberut lain hal nya dengan Arti yang senyum senyum sendiri. pertanda dia sangat bahagia.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2