
Deka tertegun dengan apa yang dia lihat, karna sejatinya dia pun tak tau apa yang sebenarnya terjadi, Dia terus memperhatikan orang yang memakai masker yang menyuntiknya, diam diam Deka menyelidiki orang itu yang merasa tak asing baginya, asesesoris yang dipakai orang tersebut terasa sangat familiar.ko
"Stop pak operator," ucap Deka, operator itu pun mengpouse apa yang dia mainkan.
"Kebelakang sedikit pak, menit ke 2 lebih 29 atau 30 detik," ucap Deka lagi operator itu pun nurut.
Deka dan semua orang yang ada disitu pun memperhatikan apa yang Deka maksud.
"Bukan kah jam tangan yang dipakai orang itu sama dengan apa yang dipakai pak jaksa," ucap Deka, semua orang pun menatap kearah jaksa tersebut.
Jaksa segera menyembunyikan tangan nya, polisi yang bersiap disamping jaksa itu langsung tanggap.
"Mohon anda tunjukan apa yang sedang anda sembunyikan," pinta polisi tersebut.
Oknum Jaksa itu masih berusaha mengelak, dia mendorong polisi yang ada disampingnya, ruang sidang kembali ricuh, hakim memukulkan palunya lagi untuk menenangkan kegaduhan yang dipicu oleh oknum jaksa yang tak sportif itu.
Suasana kembali tenang ketika oknum jaksa itu sudah diamankan oleh posisi atas perintah hakim.
Deka kembali diminta duduk di kursi pesakitanya, hakim ketua kembali berdiskusi dengan timnya.
Jujur saya Deka merasa senang gugup dan juga bingung, apa salahnya hingga Erika tega melakukan ini padanya.
Bukan kah papa Gibran sudah menuruti semua yang dia ingin kan, lalu apa lagi yang dia incar, apakah perusahanan papa batin Deka masih penuh tanda tanya.
10 menit kemudian, Vincent baru sampai diruang persidangan, Arti tak ikut kemana diq batin Deka, Deka menatap Vincent dengan penuh tanda tanya.
"Assalamualaikum semua, salam sejahtera bagi kita semua, semoga kita semua selalu dalam lindungan yang maha kuasa, (berhenti sejenak), Setelah kami melihat dan menganalisis bukti tentang kasus ini, maka kami selaku hakim, majelis tertinggi disini memutuskan bahwa saudara terdakwa Deka Kurnia Sejati anda bebas tanpa syarat dari tuduhan apapun, sidang kami tutup sampai disini dan terimakasih kepada para saksi dan semua yang telah hadir disini, " pak Hakim pun mengetukan palunya kembali pertanda sidang telah usah dan ditutup, Keputusan Final telah Deka terima, Tuhan maha baik padanya doa Deka langsing didengarnya, dan lewat orang oramg kepercayaan nya ahirnya Deka pun bisa bebas tanpa syarat apapun.
Tim Hakim pun ahirnta meninggalkan tempatnya, Oma opa beserta papa Gibran pun langsung menghampiri Deka, mereka bergantian memeluk putra kebanggaan mereka.
__ADS_1
"Selamat ya sayang, Tuhan sangat sayang padamu kamu tak pantas berada ditempat seperti itu, kamu pria yang baik oma tau ity nak," ucap Oma Renata sambil memeluk tubuh tinggi Deka.
"Iya oma terimakasih doanya," jawab Deka, sambil membalas pelukan oma nya, tapi matanya terus saja mencari wanita pujaan hatinya, tak lama Arti pun datang dengan baju gamis seperti biasanya, tapi kali ini penampilan Arti lebih cantik dari biasanya.
Deka masih bersua dengan keluarganya, mata Deka yang menemukan apa yang hatinya cari pun tak menyianyiakan kesempatan itu, tapi dia tak mungkin langsung menghampur kepelukan wanitanya karena saat ini keluarga kandung nya yang belum tau apa apa tentang nya ada disampingnya.
Arti pun demikian dia pun dengan setia menunggu suaminya bersua dengan keluarganya.
Deka memanggil Joker dan membisikan sesuatu padanya.
"Joker," panggil Deka.
"Saya bos," jawab Joker.
"Tolong bawa istri ku ke kamar VVIP dihotel sekarang ya, bilang padanya jangan kemana mana suruh dia menungguku," pinta Deka.
"Baik bos," jawab Joker, Awalnya Arti ga mau ikut bersama Joker dan anak buahnya, tapi Deka mengedipkan kedua matanya memveri isyarat pada Arti agar dia ikut dengan anak buah Deka, meski takut ahirnya Arti pun ikut dengan mereka.
"Selamat brother," ucap Deka.
"Makasih banyak bos atas bantuanya selama ini," ucap Deka.
"Sama sama, oia lo udah tau kan kalau emak tiri lo ditahan?" tanya Vincent.
"Tau bos," jawab Deka.
"Sebaiknya lo dan bini hati hati dia makin bahaya," bisik Vincent.
"Maksud bos?" tanya Deka.
__ADS_1
"Anak buahnya hampir menculik Arti, untung Arti ama gue beda mobil, mereka salah sasaran, mereka nyerang mobil gue makanya gue telat," ucap Vincent.
"Barusan aku suruh Joker dkk (dan kawan kawan)bawa Arti bos, kira kira aman ga ya?" tanya Deka.
"Semoga aman lah," jawab Vincent, Deka tau jika Vincent pun sebenernya khawatir pada istri sahabatnya.
Deka pun diminta kembali ke lapas untuk mengurus prosedur pembebasnya.
Deka meminta ijin pada para polisi yang menjaganya, untuk berpamitan dengan para nabi yang sudah dia angap sebagai keluarganya sendiri terutama pak oncit dan Imron yang selalu setia menjadi teman curhatanya didalam lapas.
Deka dijemput langsung keluarganya dan dibawa ke resort pribadi milik keluarga Abimanyu.
"Istirahatlah nak, oma udah siapkan semua keperluanmu dikamarmu," ucap Oma Renata.
"Makasih banyak oma, tapi Deka ga bisa lama lama ada seseorang yang sedang menunggu Deka," ucap Deka.
"Siapa itu someone kah?" tanya oma Renata sambil menggoda Deka, Deka tersenyum dan menjawab dengan jujur.
"Yes oma," jawab Deka.
"Oke, kapan kapan bawa kerumah ya oma mau kenal," ucap Oma Renata.
"Siap oma," jawab Deka.
Selepas makan dan membersihkan dirinya Deka pun berpamitan pergi untuk menemui seseorang yang kini menunggunya.
Semoga kalian tak terpisahkan lagi mbak Arti Aak Deka.
IMPIAN DEKA
__ADS_1
Bersambung...