IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Bingung


__ADS_3

Deka semakin senang mempermainkan ingatan Arti, bahkan wajah ketakutan dan kebingungan Arti memberikan kepuasan tersendiri untuknya.


"Kamu mau makan apa ?" tanya Deka, Arti hanya menggeleng.


"Ga mau makan bener, yakin nanti kuat!" goda Deka.


"Heran dah dari tadi ngomong nya dihubung hubungin sama itu aja, ga bisa apa bahas yang lain," gerutu Arti.


"Kasih aku ciuman maka aku akan diam," balas Deka, Arti hanya melirik malas.


Bukan Deka jika menyerah dia pun segera berjalan menuju dapur, berdiri mematung sambil berkacak pinggang di depan kulkas miliknya, Arti hanya mengikutinya seolah menunggu perintah dari majikan nya.


"Ahhhh, makan apa ini enak nya (Deka diam sejenak, tiba tiba ide jahilnya pun datang), hay sini kamu," Arti pun mendekat.


"Buatkan aku nasi goreng seafood aja," pinta Deka, Arti pun tak bisa menolak meski gemas dia tetap menuruti permintaan suaminya


"Emang ada nasinya?" tanya Arti.


"Ada kayaknya istri ke duaku tadi datang bersih bersih, plus masakin aku nasi, ingatkan bumbunya awas bilang lupa," jawab Deka sambil menggoda Arti.


"Oia jangan pedes pedes yang sedeng aja," ucap Deka.


"Hemm,"


"Dih, jawab nya gitu doang mau ya aku makan sekarang," ucap Deka.


"Apaan sih, heran dah,"


"Biarin, oia besok istri ketigaku ngajakin aku jalan mau ikut kagak," pancing Deka.


Astaga istri ke dua ke tiga, emang istrinya berapa sih batin Arti lagi.


"Enggak," jawab Arti ketus, Deka malah tertawa lepas mendengar jawaban Arti yang sedikit membentaknya.


Deka duduk manis dimeja makan menunggu Arti selesai memasak, rasanya sangat mengasikan bisa terus menyulut emosi istrinya.


Disamping itu dia juga mengirim pesan pada Yudha bahwa saat ini wanita pemarah ini bersamanya, Yudha hanya tertawa ketika membaca pesan dari abang iparnya, Yudha sudah bisa membaca akal bulus abang iparnya.


"Dia emang jago akting," gumam Yudha sambil melempar handphone nya kekasur kamarnya.


Disisi lain, Deka tak tahan ketika melihat Arti sedang memasak, dia manis sekali sih kalau sibuk, "Jangan dikasih racun ntar kamu janda," goda Deka.


"Aku ga kayak gitu, dih." jawab Arti ketus.

__ADS_1


"Habis cuma kamu istriku yang galak, ga suka sama aku lagi, tapi itu sekarang sih kalau dulu rasanya mau bobo aja nyariin" ucap Deka lagi, Arti tak menjawab dia lebih memilih melanjutkan pekerjaan nya.


Lima belas menit menunggu ahirnya nasi goreng yang Deka mau pun siap, Arti menyajikanya dipiring dan menyiapkan timun seperti itu, entah itu felling atau kebiasaanya yang jelas setiap kali dia memasak nasi goreng dia selalu menyiapkan timun.


"Duduk, ngapain berdiri," pinta Deka, Arti pun menurut.


Deka membaca doa makan dan mulai menyuapkan nasinya kemulutnya, dia tenang sekali sih kalau makan pakai baca doa lagi.


Arti hanya menunggu setiap perintah Deka, "Buka mulutnya," pinta Deka, Arti menggeleng.


"Pilih buka mulut atau...," ancam Deka, dih apaan sih ngacam mulu dah batin Arti.


"Iya, Ya Allah," ucap Arti menurut dan membuka mulutnya.


"Baca doa dulu," balas Deka sebelum menyuapkan nasi goreng itu kemulut istrinya, Arti pun kembali menurut, Deka pun mulai menyuapi istrinya, ahirnya mereka pun makan bersama seperti sepasang suami istri pada umumnya.


....


Dikamar..


Deka masuk kekamar mandi dan membersihkan dirinya, dan bersiap siap untuk tidur.


Saat keluar kamar mandi Deka masih melihat Arti hanya duduk mematung disofa kamarnya.


"Apa bapak marah kalau Arti tetap memakai hijab?" tanya Arti hati hati.


"Terserah kalau kamu ga kepanasan," jawab Deka cuek, dia pun berjalan menuju ranjang nya dan mulai berbaring, "Semua barang mu ada dilemari pink," ucap Deka, Arti pun masuk keruangan dimana baju baju mereka di simpan.


Saat masuk keruangan itu Arti melihat satu foto Deka memakai jas, dia terlihat tampan dan berwibawa, dorongan hatinya seolah menyuruhnya untuk menyentuh foto itu.


"Dia tampan sekali sih, pantesan istrinya banyak," gumam Arti, dia pun membuka lemari yang Deka maksud, ada sedikit rasa aneh dihatinya, kenapa semua barangku ada disini Arti ingat betul bahwa semua barang barang ini miliknya, lalu dimana milik istrinya yang lain.


Arti masih saja bingung, bukan hanya barang yang dilemari itu miliknya, namun kenapa hanya fotonya yang ada di setiap sudut kamar ini, bahkan dimeja kerja suaminya juga hanya fotonya yang terpampang disitu.


Arti keluar ruangan ganti itu dengan beberapa partanyaan yang mengganjal, Arti melihat Deka masih asik dengan ponsel dan laptopnya.


"Sini," panggil Deka, Arti pun mendekat, Deka menarik Arti kedalam pangkuan nya, Arti memang suka kan seperti itu dulu, jika Deka masih bekerja dijam tidur maka dia akan langsung duduk dipangkuan suaminya dan menciumi Deka sampai Deka menyerah dan menghentikan pekerjaan nya.


"Pak," Deka masih saja cuek, memeluk posesif pinggang Arti dan masih memainkan ponselnya.


"Heemmm,"


"Arti boleh ga duduk sendiri?" tanya Arti deg deg an.

__ADS_1


"Kenapa, biasanya kamu suka minta pangku!" jawab Deka, entah kenapa lirikan mata Deka yang barusan dia tangkap mampu membuat desiran aneh di jantung nya.


"Arti gugup pak," jawab Arti jujur, ahhh sia memang selalu lugu.


"Ga usah gugup," jawab Deka sambil tersenyum meledek, Deka merasa kasihan pada istri cantiknya yang bingung dengan sikapnya pastinya.


"Ya udah bobo gi ini udah malem," suruh Deka, dia juga membopong tubuh ringan istrinya dan merebahkanya, hati Arti kembali bertanya tanya.


Deka mengecup kening istrinya dan tersenyum kemudian dia kembali ketempatnya semula dan kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Arti hanya diam dan memperhatikan pria yang menurutnya aneh ini, sebentar dia baik sebentar dia galak, arogan suka marah dan lain lain.


"Pak,"


"Hemm,"


"Arti boleh nanya?"


"Apa!"


"Kenapa cuma ada foto Arti disini, foto istri bapak yang lain kemana?" tanya Arti, Arti bukan tipe wanita yang suka memendam rasa penasaran nya.


"Ada, kamu mau lihat?" tanya Deka.


"Enggak," bentak Arti, kembali Deka ingin tertawa Deka tau jika Arti kesal kalau mengingat Deka banyak istri.


"Berani ya bentak bentak," ucap Deka sambil merapikan pekerjaan nya.


"Maaf," ucap Arti, Deka hanya tersenyum dan bersiap merebahkan tubuhnya, dan menyelimuti tubuhnya.


Arti masih menatap heran pada Deka, jantung nya berdetak kencang dia sangat takut jika Deka akan melakukan itu padanya.


"Mau dipeluk apa mau bobo sendiri?" tanya Deka sehalus mungkin, duh dalam hati Arti pengan banget ngrasain bobo dipelukan tubuh kekar suaminya, penasaran bagaimana rasanya tapi jika ingat disana sudah banyak wanita yang pernah berada disana membuat Arti muak.


"Enggak bobo sendiri aja," jawab Arti ragu ragu.


"Baiklah jika ga mau peluk, selamat malam," jawab Deka kemudian memejamkan matanya. Arti tak menjawab ucapan selamat malam suaminya, dia lebih memilih bermain dengan pikiranya, memuji ketampanan khas suaminya, bahkan bulu bulu halus yang tumbuh dijari jari Deka pun tak luput dari pujianya.


Ahhh perasaan aneh apa ini batin Arti.


IMPIAN DEKA


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2