IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Deka Jomblo Idaman


__ADS_3

"Ka ini rumah siapa?" tanya Stella, tentu saja dia tak tau soalnya waktu itu dia dibawanya kan ke apartemen bukan ke mension milik Vincent.


"Bos gue lah geng siapa lagi." jawab Deka.


"Anjayy gila Ka, bos lo tajir amat, ga jadi ah ga mau gue, takut ah." Stella malah merasa sangat ketakutan ketika mengetahui fakta tentang Vincent.


"Ste kasihan tau dia, biar dia tajir tapi dia kesepian dia ga ada keluarga Ste selain kita, kalau temen atau relasi ya banyak tapi kalau yang beneran mau deket dengan tulus sama dia jarang, ayolah Ste apa salah nya berteman sama dia, gue tau lo ga mata duitan, makanya gue percaya ama elo kalau elo bisa berteman dengan tulus ama dia." ucap Deka panjang lebar berusaha memberi pengertian pada Stella.


"Gue coba deh, dia bukan harimau kan?" tanya Stella.


Deka tau apa maksud Stella.


"Dulu iya waktu pertama kali gue kenal doi, dia ga bisa tidur kalau ga makan cewek, anehnya sejak dia ketemu elo dia ga pernah lagi minta cewek." jawab Deka jujur.


"Serius sejak itu dia ga jadi player lagi?" tanya Stella.


"Serius, dia malah lebih suka ngabisin waktu dibengkel pribadinya bareng sama gue, lo lihat aja gue masih jomblo sampai sekarang gara gara bule aneh itu." ucap Deka lagi.


"Hahaha, anjayy udah lo deketin nyai aja yang ada dirumah gue siapa tau kalian jodoh juga." goda Stella.


"Galak nyai lo." jawab Deka pura pura takut.


"Dih galak, tadi aja dikasih makan gue heran bener ada apa dengan dia ya, sejak pernikahan nya dibatalkan dia malah galak lo, kalau lihat cowok rasanya mau dia tampar aja katanya." ucap Stella serius, ini membuat Deka mengerti mungkin emosinya yang membuat Arti masih belum bisa menerimanya, tapi sekarang Deka paham mungkin dia hanya butuh bersabar.


"Ya namanya orang ada masalah Ste, wajar aja lah kalau emosinya naik turun, udah ih sana turun ayang beb udah nunggu tu." pinta Deka.


" Ayang beb, belum oon, duh Tuhan, jantung gue." Stella merapikan rambutnya dan mengelus dadanya.


Deka hanya tertawa melihat tingkah aneh sahabatnya.


"Cepetan Ste, lo mau jadi jomblo akut kayak gue hahaha." goda Deka lagi.


"Elo jomblo keren, lo kan jomblo idaman di Showroom kan." jawab Stella.


"Kagak siapa bilang?"


"Bos lo lah siapa lag."


"Anjayy ngomong apa aja dia?"


"Ya itu lo jomblo idaman hahaha, lo sendiri aja jual mahal pakek ngatain gue lagi, udah ah gue mau selesain masalah gue ama bos aneh lo itu baaay." ucap Stella sambil membuka pintu mobil yang dikendarai Deka, Deka hanya tersenyum.


....


Didalam kamarnya Vincent sudah menunggu kedatangan Stella, jantung nya berdetak tak karuan, rasanya peluru cinta milik Stella telah sukses menembus jantung hatinya, tanpa Vincent sadari dia telah merasakan penyiksaan paling mutahir didunia ini ya itu rasa rindu dan rasa memiliki yang tinggi.


Deka mengirim pesan teks pada big bos nya.

__ADS_1


Deka, " Ayang beb udah dibawah bos."


Vincent, " Mati gue." balas Vincent.


Deka, " Loh kok mati, mana pesonamu bos ku


sayang."


Vincent, "Setan kelihatan dasar." umpat


Vincent.


Deka pun mengahiri chatingan nya dan langsung masuk kedalam rumah melalui pintu samping rumah Vincent.


Disisi lain Stella susah payah mengatur detak jantung nya yang mampu mengalihkan konsentrasinya.


"Ya Tuhan tololong lindungi hamba." gumam Stella, tanpa dia tau Vincent sudah berada dibelakang nya dan menertawakan pelan ucapan Stella.


"Dilindungi dari apa Ste?" saut Vincent, duh dia denger lagi, matilah gue sekarang, Stella menutup mukanya karena malu.


"Ga, ga dari apa apa." jawab Stella terbata bata.


"Ah kamu boong, kamu takut ya sama aku?" tanya Vincent, Stella mengambil bantalbSofa milik Vincent dan menyembunyikan wajahnya.


"Orang aku ga ngapa ngapain kamu kok takut," goda Vincent.


"Iya tapi nglihatnya jangan kayak gitu pak bos." jawab Stella.


"Mata elangmu pak bos aku takut." jawab Stella apa adanya.


Vincent hanya tertawa.


"Ya udah deh aku ga ngilatin kamu, aku merem ni." Vincent benar benar menutup matanya.


Entah kenapa Stella merasa mempunyai kesempatan untuk menikmati ketampanan natural pria yang berhasil membuat detak jantung nya berasa tak beraturan.


Selang berapa menit Vincent membuka matanya saat itu dia menangkap Stella terus memandang nya dengan senyum termanis nya.


Stella kembali gugup karena aksinya telah terciduk oleh pemilik mata elang itu.


"Kenapa Ste?" tanya Vincent.


"Enggak Mr tampan." jawab Stella apa adanya.


"Kamu mau memilikiku?" tanya Vincent.


"Kalau diijinkan." jawab Stella masih dalam suasana detak jantung yang belum bisa dia tahlukkan.

__ADS_1


"Tentu saja diijinkan, kamu mau nikah sama aku Ste?" tanya Vincent, dia malas jika harus berbasa basi.


"Hah, Mr kan belum tau siapa Stella." jawab Stella masih belum percaya dengan pertanyaan Vincent.


"Aku udah tau kok."


"Aku tak sederajat dengan mu Mr, apa aku pantas dampingin kamu?" tanya Stella mulai sungguh sungguh.


"Emang ada ta Ste yang seperti itu?" tanya Vincent, Stella hanya menunduk tak membalas pertanyaan Vincent.


Vincent menatap lagi wajah kekasihnya, dia tau Stella ragu padanya.


"Aku tulus Ste sayang sama kamu." ucap Vincent, dih ga romantis banget sih ngajak nikah nya batin Stella, apa mungkin itu memang sifatnya kali ya.


"Gimana kalau kita pacaran dulu." tawar Stella.


"Enggak, aku maunya langsung nikah." jawab Vincent.


"Kenapa?"


"Kekasihmu ini udah tua Stella." jawab Vincent sambil melirik manja kearah Stella, duh senyum nya manis pisan.


"Dih kekasih, belum pak bos belum juga Stella bilang iya, udah tancap gas aja." goda Stella, suasana terasa mencair karena Stella sudah mengeluarkan candaanya, Vincent tertawa malu.


"Biar aja, bibirmu memang belum hatimu bilang sudahkan." Vincent tak mau kalah rupanya.


"Sok tau." balas Stella sambil memanyunkan bibirnya.


"Kita bahas apaan sih pak bos?" tanya Stella masih saja pura pura oon.


"Ikut aku." Vincent beranjak dari duduknya dan menggandeng Stella dan mengajak nya masuk kekamarnya.


"Mr. kita mau ngapain masuk sini?" tanya Stella ketakutan.


"Jangan ngeres." ucap Vincent menyentil pelan kening Stella.


"Aduh sakit ayang." jawa Stella keceplosan, dia pun langsung menutup mulutnya.


"Bilang apa tadi ga denger aku." goda Vincent.


"Ga tau." jawab Stella ngeles, dia pun berjalan menjauhi Vincent dan memilih berdiri di dekat jendela.


Vincent memberanikan diri memeluk tubuh indah Stella yang masih berpakaian lengkap.


"Maukah kamu menghabiskan malam malamu bersama ku dikamar ini Ste?" tanya Vincent, suara nya terdengar serak seperti seseorang yang sedang menahan hasrat nya, Stella tak mungkin menolak karena hatinya sendiripun ingin.


Stella mengangguk dan mengatakan iya, " Iya baiklah aku akan nemenin kamu sampai nafas terahirku Mr anehku." bisik Stella, mereka saling melempar senyum, Vincent mengecup pipi kekasihnya, Ini adalah pengalaman pertama Stella dicium oleh seorang pria, terlebih ini adalah pria super istimewa buatnya.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2