
Malam itu Deka mengajak Arti dan juga uti Sri jalan jalan menikmati udara malam dikota Surabaya, jarak dari kampungnya ke kota memang agak jauh tapi Deka memang berniat memanjakan mereka berdua.
"Uti beli yang uti mau, kamu juga han beli aja yang kamu mau," ucap Deka pada kedua wanita yang sangat berarti dalam kehidupan nya.
"Iya suamiku, tapi Arti lagi ga pengen apa apa," jawab Arti, suara terdengar lembut dan menenangkan.
"Uti pengen apa?" tanya Deka.
"Uti ga pengen pengen sayang, uti diajak jalan aja udah seneng," jawab Uti Sri tersenyum sambil memeluk mesra pinggang Deka.
"Beneran ini pada ga mau belanja, mumpung lagi baik ni, habis gajian lo ti Dewa," canda Dewa.
Heeemmm boong batin Arti dia tau bahwa pundi pundi uang suaminya terus menggalir meski dia cuti kerja juga.
"Han, lihat deh mobil yang warna hitam itu, keren kali ya han kalau dimodif," ucap Deka sambil berjalan mendekati mobil itu.
Arti hanya tersenyum, dia tau bahwa suaminya ini hobi otomotif dari Stella sahabatnya, Stella pernah bercerita padanya jika Deka dan Vincent bisa tak makan seharian jika sudah berada bengkel pribadi rumah Vincent.
"Han, Aak boleh ga beli ini?" tanya Deka pada Arti.
"Di showroom Aak apa ga ada yang kayak gini?" Arti malah balik bertanya.
"Ga ada lah Han, beda merk," jawab Deka.
"Oo, beli aja kalau uang Aak cukup," jawab Arti.
"Aak tanya tanya dulu ya, temenin yuk han biar uti duduk disini," pinta Deka.
Arti pun menurut dan mengikuti suaminya bertanya pada seles mobil itu, dih Arti risih sekali dengan salah satu model yang pakai baju kurang bahan itu, dasarnya Arti yang pencemburu akut terlihat sangat waspada menjaga suaminya.
"Ak, jangan deh," bisik Arti.
"Loh kenapa tadi boleh," jawab Deka heran.
"Sini deh," Arti menarik pelan tangan suaminya.
"Apa sayang?" tanya Deka.
"Arti ga suka sama mbak yang mepetin Aak itu, sebel Arti," omel Arti, astaga han aku aja ga tau kalau mbak nya mepetin, kamu ma han han, kelewat jeli batin Deka.
"Biarin aja han, cuekin aja suamimu ga akan tergoda dengan yang begituan ma," jawab Deka sambil kembali memperhatikan mobil yang dia taksir dari tadi.
__ADS_1
Arti pun terus membuntuti suaminya, sesekali Deka memeluk mesra pingggang istrinya.
Setelah melewati beberapa pertimbangan ahirnya Arti pun mengijinkan suaminya membeli mobil itu.
"Mahal juga ya ak," ucap Arti.
"Ya enggak lah han, udah harganya ma kalau segitu, nanti Aak mau ganti ban nya, warna joknya pokoknya semuanya," ucap Deka sambil menunjukan gaya kas sesuai pikiran nya.
Arti hanya tersenyum melihat tingkah konyol suaminya.
"Udah yuk, udah kelar ntar dikirim kerumah," ucap Deka.
"Pesen dulu apa yang itu aja ak mau nya?" tanya Arti
"Pesen dulu lah han, paling bulan depan bisa turun," ucap Deka.
"Ooo," jawab Arti.
"Ga pengen ganti mobil han?" tanya Deka.
"Belum ada dana nya ak," ucap Arti.
"Loh, asisten Aak kirim uang belanja terus kan selama aak cuti?" tanya Arti.
"Buat apaan han?" tanya Deka.
"Buat biaya kasus Aak kemarin," jawab Arti.
"Hah," Deka baru paham jika kemarin memakai uang istrinya, dia sama sekali belum tau soalnya dia belum itung itungan sama Vincent.
"Udah jangan terkejut gitu dih, orang uang itu juga dari Aak kan," bisik Arti.
"Nanti Aak ganti, oke istriku makasih banyak ya atas keiklasanmu buat Aak," balas Deka.
Mereka kembali saling menatap mesra dan melempar senyum penuh binar cinta dari mata mereka.
Malam semakin larut, Deka pun mengajak istri dan juga utinya pulang, diperjalanan Deka merasakan ada yang aneh, Deka membawa mobilnya dengan kecepatan sedang anehnya dia ga bisa mengendalikan apa yang dibawanya.
"Han, astaga rem nya blong han," ucap Deka khawatir.
"Apa ak, Ya Allah," ucap Arti.
__ADS_1
"Pakai sabuk pengaman nya yang bener han," ucap Deka berusaha tenang, Uti Sri tak tau apa apa karena saat ini dia tertidur.
Deka masih berusaha mengendalikan mobilnya, jalanan terlihat sangat sepi, dari depan mobilnya terlihat truk yang menyalip kendaraan lain, Deka gugup dia pun membanting stir nya kekiri, kecelakaan tak terelakkan dan braaakkkkkk terdengar suara keras mobil Deka menabrak pohon besar disisi jalan, mobil itu berguling sebanyak tiga kali.
Uti Sri terpental keluar karena dia ta memakai sabuk pengaman kala itu, asap keluar dari mobil yang dikendarai Deka, suasana sangat mencekam karena tak ada yang menolong mereka, Deka masih sadar dan melihat istrinya berlumuran darah.
Tangan kanan Deka masih bisa digerakan dia pun merogoh kantong celana nya dan mengambil ponsel, orang pertama yang dia hubungi adalah Joker, karena Joker adalah orang terahir yang dia hubungin tadi.
"Hallo bos," ucap Joker.
"Gue kecelekaan bro, tolong cari bantuan," ucap Deka dengan nafas tersegal segal dan tak lama terdengar suara benda jatuh brakk.
"Hallo hallo, bos hallo," Joker terus memanggil Deka tapi tak ada sautan, ahirnya Joker pun mencari keberadaan bos nya lewat signal ponsel yang ada di ponsel Deka.
Tanpa menunggu lagi Joker pun meminta aparat untuk mencari keberadaan mobil Deka dan keluarga nya.
Joker yang saat itu sedang ditugaskan Deka untuk mengawal pengiriman udang ke Semarang pun segera kembali putar arah dan tancap gas menuju dimana bos nya berada.
******
Erika tertawa bahagia mendengar anak buahnya berhasil mencelakai Deka.
"Rasakan siapa suruh melawaku, mamp*s," ucap Erika sambil tertawa lepas.
"Hahahahahaha, pastikan dia mati," pinta Erika pada anak buah nya.
"Baik bos," ucap anak buah Erika, Erika pun memutus panggilan telpon nya dan menyembunyikan ponselnya lagi agar tak ketahuan oleh penjaga disana, Erika kembali bersikap normal saat berkumpul dengan teman teman nya ditahanan, jangan panggil aku Erika Gibran jika aku tak bisa meluluh lantahkan keluargamu, batin Erika.
Anak buah Erika pun kembali menyusun strategi untuk membunuh Deka dan istrinya, karena target mereka memang menghancurkan keturunan Abimanyu.
Anak buah Erika kembali kelokasi kejadian untuk memastikan kematian Deka dan istrinya, sayang nya sudah ada banyak polisi di tempat kejadian perkara, Deka dan Istrinya sudah mendapat pertolongan, sedangkan Uti Sri yang terlempar dari mobil tak dapat diselamatkan, beliau meninggal ditempat kejadian.
"Aahhhh sial," umpat anak buah Erika.
"Gimana bos?" tanya salah satu anak buah Erika pada ketua geng mereka.
"Kita awasi aja terus, pastikan mereka mat!," jawab nya.
"Sebaiknya kita pergi, sebelum ada yang mencurigai kita," ucap nya.
IMPIAN DEKA
__ADS_1
Bersambung....