IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Tak Kusangka


__ADS_3

Deka mengemas barang barang nya, hari ini dia akan pergi bersama Utinya ke rumah Mbah kakung Sarjono orang yang telah berjasa buat Deka dan Ibunya.


"Le sudah siap belum?" tanya Uti sambil mengetuk pintu kamar Deka.


"Sudah Ti, bentar." jawab Deka, tak lama dia pun keluar dari kamar, Uti Sri mlongo melihat penampilan baru cucunya, dia terlihat keren dan modis.


"Le serius ini kamu?" tanya Uti tak percaya.


"Ya iyalah bebeb Ini Dewa Kurnia pacar kamu sayang." goda Deka sambil mengecup pipi Uti Sri.


"Ganteng temen to le, wis ga usah takut habis ini pasti banyak cewek yang ngantri mau dapetin kamu." ucap Uti Sri seolah mendoakan Deka agar tak memusingkan nya masalah jodoh.


"Hahaha Uti bisa aja, ayo berangkat oia Ti semalem Dewa pesen udang sama Anton dianterin ga?" tanya Deka.


"Udah la itu lagi dipak sama pak lekmu." jawab Uti Sri.


"Oke, pak lek beneran Ti ga mau ikut?" tanya Deka.


"Ga bisa le yang jaga tambak mu siapa, yang kasih makan sapimu nanti siapa, kamu itu bisanya ngrepotin pak lek mu."gerutu Uti.


"Enggak lo Bu de kan Deka malah kasih saya kerjaan kok." jawab Pak lek Deka, Uti Sri kemudian tersemyum pada mereka.


"Ayo le Uti udah ga sabar pengen ketemu mbah kung mu." ucap Uti Sri, Deka pun tersenyum.


.....


Perjalanan mereka terhitung sangan lancar, pesawat yang mereka tumpangi juga tepat waktu, berbekal alamat yang diberikan oleh keponakan Uti Sri ahirnya mereka pun sampai dikediaman Kakung Sarjono pria yang sngat berjasa pada Deka dan Ibunya.


"Assalamualaikum." ucap Deka sambil mengetuk kan gembok di depan rumah sederhana bercat oren dan berpagar coklat itu.


Tak lama terlihat dari dalam seorang wanita yang belum terlalu tua membukakan pintu.


"Waalaikumsalam." balasnya sambil berjalan kearah kami, wanita itu terus menatapku serta bergantian melihat Utiku.


"Cari siapa ya?" tanya nya.


"Apa bener ini rumah bapak Sarjono dan ibu Kartika bu?" tanya ku.


"Bener mas, ini siapa ya?" tanya nya sambil membukakan pintu gerbang untuk kami.


"Ini kami keluarga beliau dari jawa bu, bilang aja mbak Sri dari Gresik." jawab Utiku.


"Ooo, mbak Sri to ini saya Surti." jawab wanita itu kemudian memeluk Utiku.

__ADS_1


"Surti ini, lah panggling aku (lupa aku)." jawab Utiku pun membalas pelukan wanita itu.


"Kok kamu disini bukanya rumahmu jauh dari sini?" tanya Utiku.


"Iya mbak Yu la iki mas Sarjono mau mantu, Surti disuruh bantu bantu." ucap bu Surti memberi tahu.


"Leee kurang ajare mau mantubga ngabari mbak yu nya, mana orang nya." ucap Utiku seketika masuk tanpa permisi.


"Assalamualaikum." ucap Utiku langsung masuk kedalam rumah, semua orang pun memperhatikan kami.


"Waalaikumsalam." jawab mereka serempak, dari dalam kamar keluar seorang wanita yang mungkin seumuran bu Surti.


"Eee mbak yu." sapanya langsung memeluk Utiku, mereka berdua sama sama menagis seolah mereka berdua merasakan kerinduan yang sangat dalam


"Tika, mana suamimu?" tanya Utiku menanyaikan adeknya.


"Ada didalam mbak lagi disupin sama calon manten, ayo masuk." ajak nya.


"Gitu ya mau mantu ga kabar kabar." ucap Uti.


"Maaf mbak ini si pengantin maunya sederhana aja." jawab Uti Kartika.


"Itimu siapa mbak yu, apakah dia...???" ucap Uti Kartika sambil menunjuk kearah ku.


"Sini le, kenalin ini Uti Tika yang jagain ibu mu dulu." ucap Uti Sri memperkenalkan Uti Tika padaku, aku pun menjabat tangan berharga itu dan menciumnya berkali kali.


"Sudah le ga papa, ayo masuk kita harus seneng jangan ada nangis nagisan ya," ucap Uti Tika sambil mengelus pundak ku dia pun memeluk dan memberikan kecupan sayang dikeningku, aku merasa sangat beruntung meskipun tidak berada ditengah tengah keluarga kandungku tapibaku sangat bahagia karena mereka semua menyayangi aku.


"Ayo masuk mbak, Dewa juga masuk yuk kakungmu ada didalem lagi makan sama calon pengantin." ajak Uti Tika, kami pun masuk kedalam kamar yang lumayan besar.


"Assalamualaikum." ucap Uti Sri.


"Waalaikumsalam." jawab Kakung Sarjono dan putrinya.


"Pak ini siapa ayo?" tanya Uti Tika pada Suaminya, meskipun Kakung Sarjono tak bisa bangun tapi ingatan nya masih sangat bagus.


"Mbak yu." jawab nya, seketika tangisan tak bisa dibendung lagi oleh Utiku dan adeknya, gadis yang tadinya menyuapi kakung Sarjono pun berdiri dan memilih mundur, ditengah tengah suasana haru biru itu aku dikejutkan oleh sosok gadis yang berjalan menunduk dihadapanku.


"Mbak Arti." sapaku.


"Eh kamu kok bisa ada disini?" tanya nya.


Kami berdua saling bingung dan ga tau harus ngomong apa, ternyata anak kakung Sarjono yang mau menikah adalah wanita yang pernah bertemu denganku dan diam diam aku pernah mengagumi.

__ADS_1


"Ini rumah mbak Arti?" tanya ku sambil berbisik.


"Iya, kok kamu bisa kesini?" tanya nya heran, kami berdua masih terus memperhatikan dua kakak beradik yang bertemu kangen itu.


"Utiku mbak nya ayahmu mbak ternyata." jawab ku.


"Lah, berarti kamu keponakan ku Ka, aku onty mu hehehe." jawab nya sambil tertawa pelan.


"Bener banget mbak, mbak Arti onty ku." balasku sambil tertawa pelan juga.


"Le sini mbah kung mu mau ketemu kamu." ucap Uti Sri ku sambil memegang tanganku.


"Sar ini anak yang kamu Azani dulu." ucap Uti Sri sambil menyatukan tanganku ketangan kakung Sarjono yang mulai kaku.


"Hehehe wis gede yo mbak." jawab nya sambil tersenyum suaranya memang terbata bata tapi dia terlihat lebih ceria ketika ketemu kami.


"Makasih banyak ya kung buat semuanya." ucapku sambil mencium tangan penolongku.


"Sama sama le." jawab nya kembali tertawa pelan.


"Ar sini kenalan." panggil Uti Tika memanggik putrinya.


"Iya bu." Arti pun mendekati kami, jujur aku ingin tertawa dengan kenyataan yang ada didepan ku sekarang.


"Ar ini bude Sri dan ini cucunya namanya Dewa." ucap Uti Tika memperkenalkan kami.


"Ini calon manten." sapa Utiku sambil memeluk Arti, aku dan dia kembali tersenyum karena kami merasa sama sama lucu.


"Dewa onty." aku mengulurkan tanganku sambil tertawa geli.


"Tau ah dasar." jawab nya.


Ketiga orang tua itu pun menatap kami heran.


"Kalian udah kenal?" tanya Uti Tika.


"Sudah buk dia temen Arti di Jakarta." jawab Arti jujur.


"Oooo." jawab mereka serempak kemudian mereka pun tertawa ketika mendengar cerita kami berdua.


IMPAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2