IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Pendapat Arti


__ADS_3

Deka dan Arti tiba dipanti, anak anak menyambut mereka dengan sorak sorai gembira, jujur Arti tidak menyangka bahwa saat ini suaminya telah menjelma sebagai sosok idola dimata anak anak.


"Papi papi papi," teriak mereka saat tau Deka datang.


"Astaga Ak, mereka segitunya sama kamu," ucap Arti terkagum kagum.


"Iya, begitulah, lagian siapa yang mau nolak punya papi tampan gini," ucap Deka, astaga narsisnya keluar lagi dasar, dasar. Tapi dia memang tampan sih, banget malahan.


"Ayo turun han," ajak Deka sambil membukakan pintu untuk istrinya.


"Hay semua, Assalamualaikum," sapa Arti sambil tersenyum renyah seolah ikut merasakan kebahagiaan mereka.


"Waalaikumsalam bu," jawab mereka serempak.


"Oia anak anak kenalin ini onty Arti kalian bisa panggil dia onty oke," ucap Deka.


"Oke papi," jawab mereka serempak, kemudian mereka pun menggiring Arti dan Deka masuk kedalam panti.


"Ak, kok mereka ga Aak ajarin manggil Arti mami sih, kok onty," ucap Arti protes.


"Tahlukkan mereka dulu baru Aak ijinin mereka panggil kamu mami han, takutnya ada yang marah sama kamu soalnya disini ada yang cinta mati sama suamimu ini" ucap Deka sembari berbisik diahir kalimatnya.


"Hah, Aak serius, Aak ma selalu, boong ya," gerutu Arti dia selalu saja curiga pada suami tampannya.


"Tu kan kalau Aak jujur dia ga percaya, giliran ditipu percaya setengah mati," balas Deka.


Arti menatapnya bingung, memasang muka oon nya seperti biasa membuat Deka tertawa jahil padanya.


"Ayo duduk manis, kasihan mereka udah nunggu, ntar kamu lihat ya, ada cewek yang ngebet mau jadi istri papi kalau gede," ucap Deka sambil tertawa pelan.


"Serius Ak,"


"He em, makanya hati hati kamu suamimu ini banyak yang ngincer," tambah Deka semakin gencar melancarkan godaanya, Arti kembali menatapnya binggung, dia memang menggemaskan batin Deka.


"Loli mana?" tanya Deka pada anak anaknya.


"Ngambek pi," jawab salah satu dari mereka.


"Loh kenapa?" tanya Deka lagi.


"Marah katanya papi ga sayang lagi," jawab teman sekamar Loli.


"Mana dia suruh kesini," pinta Deka, salah satu dari mereka pun beranjak dan memanggil Loli yang lagi ngambek.


"Istri kecilku ini persis kamu han, tukang ngambek," bisik Deka, "Dih enggak ya Arti ga tukang ngambek," jawab Arti malu malu.


Tak lama Loli pun datang, mukanya cemberut dengan memeluk boneka Elsa kesukaanya.


"Loli sini,( Loli mendekat Deka pun mengangkatnya dan memangkunya, Arti pun tersenyum melihat tingkah anak bapak ini) cerita sama papi Loli kenapa ngambek ngambek?" tanya Deka.


"Kata teman teman papi sudah menikah, Loli ga mau papi menikah sama yang lain, kan Loli bilang tunggu Loli besar pi, nanti kita menikah," ucap Loli lugu sambil menangis kesal, tapi tatapanya seolah mengintimidasi Deka, Arti tersenyum geli melihatnya.


"Kalau model ngene iki piye carane jelaske han (kalau model begini gimana cara jelasinya sayang)?" tanya Deka.


Arti pun tertawa mendengar pertanyaan Deka, "Han dih, serius," ucap Deka.


"Oke siniin anaknya biar onty yang kasih tau," pinta Arti, "Loli, kayaknya onty punya jawaban soal ini, kalau papi sih mau mau aja," jawab Deka.


"Dih Aak, itu namanya PHP namanya (pemberi harapan palsu)," ucap Arti cemberut.


"Ya kali aja han kakek kakek nikah ama daun muda," bisik Deka sambil tertawa cekikikan.


"Awas aja kalau berani," ancam Arti sambil mencubit gemas perut Deka, Deka hanya tertawa kali ini.


"Loli sini," pinta Arti, untungnya Loli menurut.


"Jadi gini Loli, usia Loli sekarang berapa sayang?" tanya Arti.

__ADS_1


"Segini onty," jawab Loli sambil menunjukan semua jarinya di tangan kanannya.


"Berapa itu?" tanya Arti lagi.


"Lima tahun onty," jawab Loli lagi.


"Kalau papi berapa pi?" tanya Arti.


"Kalau papi udah banyak onty, udah ga bisa dihitung pakek jari," jawab Deka penuh teka teki.


"Tu dek, papi aja umurnya udah banyak ampek ga bisa dihitung pakek jari, adek tau ga kalau tiap tahun umur kita nambah," ucap Arti.


"Tau onty," jawabnya lugu.


"Nah, kalau adek aja nambah, papi juga sama nambah juga, bedanya kalau adek nambahnya makin cantik tinggi kayak onty gini lah kalau papi, nambahnya lain dek rambut papi jadi putih, keriput jelek kurus pasti perutnya buncit, adek masih mau kalau papi berubah jelek gitu, ihhh serem kan," ucap Arti mergidik ngeri, Deka hanya tersenyum gemes mendengar obrolan mereka berdua.


"Ih, ga mau onty kalau papi jadi kayak gitu," jawab Loli sambil mengidik ngeri juga.


"Makanya biarin aja sekarang papi nikah, nanti kalau Loli besar tumbuh dewasa Loli juga bakalan dapet cowok yang tampan kayak papi gini juga, tapi bukan papi loh ya," ucap Arti lagi mencoba membuat Loli mengerti akan penjelasanya.


"Nanti Loli besar bisa menikah sama orang yang kayak papi gini kan onty?" tanya Loli lali, pertanyaan lugu yang menggemaskan menurut Arti, Arti mencubit Deka lagi karena dari tadi dia hanya tertawa dan tertawa.


"Tentu saja sayang, bahkan lebih cakep dari papi, lihat aja papi sekarang jelek gitu nih lihat deh ada jerawat dipipi, kumis nya belum dicukur jelek kan?" tanya Arti lagi, Loli menatap Deka lagi.


"Iya onty papi jelek," jawabnya.


"Masih mau sama papi, nanti kalau Loli makin dewasa papi ma malah lebih jelek dari ini," ucap Arti lagi berusaha memutuskan rasa kagum Loli pada Deka.


"Ga mau onty, ya udah papi nikah aja deh nanti Loli ama yang lain aja," jawab Loli sambil beranjak dari tempat duduknya semula, dia malah memilih menghindari Deka dan berkumpul bersama kawan kawanya, "Oke deh," jawab Deka hanya mengikuti alur terbaik saja.


Deka masih tertawa melihat kelucuan mereka membuat Arti makin geram melihatnya,"Diam Aak dih," hardik Arti.


"Dia lucu sekali honey, ampek bingung aku kalau ngadepin dia," jawab Deka.


"Makanya Aak butuh istri cerdas kayak gini buat ngadepi fans fans kecil Aak itu, bersyukurlah sekarang," ucap Arti sombong karena mampu menghadapi satu masalah istrinya.


"Kenapa?"


"Kalian berdua sama sama tergila gila padaku," ledek Deka pede.


"Dih, terpaksa pak bos terpaksa," jawab Arti malas.


"Loh kok terpaksa,"


"Habis ga ada pria lain yang bisa bikin hati Arti deg deg an," jawab Arti, ahhh kalian kembali sweet sih, Deka hanya tersenyum gemas pada istrinya.


"Ak ibu mana?" tanya Arti.


"Paling didapur sama Arumi, soalnya pengurus panti yang lain pasti lagi pada sibuk dengan tugas masing masing, mereka bakalan nyambut kalau tugas selesai, aku udah bilang ama mereka kalau aku dateng ga usah disambut banget banget anggep aja aku ini sama kayak kalian, nanti kalau mereka udah bebas tugas biasanya ngumpul kok," ucap Deka menjelaskan pada istrinya bahwa dipanti ini yang dia inginkan adalah kepentingan anak anak.


"Ak, Arti mau lihat dapur boleh!" ucap Arti.


"Boleh han, biar Arumi nanti anterin," jawab Deka.


"Kak Arumi mana?" tanya Deka pada anak anaknya.


"Ada pi, didapur paling," jawab salah satu dati mereka, "Panggilkan," pinta Deka, anak itu berangkat memanggil Arumi.


Tak lama Arumi pun datang, dengan senyum khasnya dia pun menyapa orang tua asuhnya.


"Ini siapa Ak?" tanya Arti.


"Ini Arumi anak Aak yang paling tua, dia adek kandung Joker han, dia anak pertama yang diasuh Uti selain Aak," jawab Deka.


"Ohh, cantik Ak," bisik Arti.


"Heemm, pintar pula peringkat satu terus dikelas, pinter masak pinter bikin kue pinter bikin baju, jadi kalau ada anak anak panti yang birthday ga usah beli kue diluar miss koki kita akan dengan senang hati buatkan,"ucap Deka sambil memperkenalkan Arumi pada Arti.

__ADS_1


"Arumi sini, ini mami Arti istri papi," ucap Deka, Arumi pun mengambil tangan Arti dan menciumnya.


"Arumi mi,"


Arti pun tersenyum manis padanya, "Rum, bawa mami keliling liling sekalian mau lihat lihat dapur, ibu Tika ada kan?" tanya Deka.


"Ada pi, lagi masak," jawab Arumi, "Bawa mami kesana, kasih tau apa apa yang dia ingin tau, Arumi mengerti," ucap Deka.


"Ngerti pi,"


"Oia, uang kuliah kamu udah papi bereskan kamu tinggal masuk kelas aja," ucap Deka.


"Makasih pi," jawabnya.


"Heemm, sama sama belajar yang rajin ya,"


"Baik pi, mari mi ikut Rumi," Arti pun menurut, dia mengikuti langkah Arumi mengelilingi panti, Arti tau desain panti ini Deka banget, bahkan kamar khusus cowok dipanti ini gambarnya poster poster transformer pokoknya berbau bau otomotif, bahkan sprei pun dia pesan khusus ditempat Arumi les menjahit biar sragam dan sesuai dengan motif yang anak anak suka.


"Rum, ini kamar yang desain siapa?" tanya Arti.


"Papi mi," jawabnya.


"Kamu usianya berapa?" tanya Arti.


"19 tahun mi,"


"Oo, kuliah jurusan apa?"


"Management bisnis mi,"


"Les apa aja!"


"Menjahit aja mi, kata papi kalau nanti aku ga bisa kerja sesuai ilmuku, bisa kerja mandiri sesuai passion," kata Arumi.


"Heemmm, kok kamu panggil pria jelek itu papi sih," canda Arti.


"Kami disini manggil beliau papi mi, dulu saya pernah manggil belia bapak eh, beliau diketawain ama kawan kawannya, jadi ga mau papi aja gitu mi," jawabnya.


"Eemmm ya udahlah suka suka dia aja," jawab Arti pasrah, perjalanan mereka udah sampai ditempat yang di mau Arti ya itu dapur, disana ada ibunya yang sedang memasak.


"Buk bikin apa?" tanya Arti.


"Ibu mau masak yang special buat anak anak disini, mereka suka sama ibu, ibu juga suka disini, disini enak rame," jawab Ibu Tika antusias dengan tempat yang Deka bangun dengan ketulusan ini.


"Rumi," panggil ibu Tika.


"Saya bude,"


"Tolong ambilkan bude tempat buat sayur ya," pinta Ibu Tika, "Nggih bude," jawab Arumi dan langsung kebelakang mengambil sesuatu yang diminta oleh Ibu Tika.


"Ar, gimana pendapat kamu soal anak itu?" tanya Ibu Tika pada putrinya.


"Baik bu, kata Aak dia juga pinter," jawab Arti.


"Eh, kalau dia buat Yudha bagus ga?"


"Hah,"


"Loh kok hah, cocok ga kira kira, kamu suka ga sama pilihan ibu,"


"Boleh bu, eh anaknya mau ga dulu kita main jodoh jodohin ih ibuk," bisik Arti.


"Makanya ibu mau kamu atur, bilang ama suamimu ni anak diminta ibu mau dijadiin mantu, terus suruh dia bujuk ya, nanti Yudha jadi urusan ibu," ucap Ibu Tika buru buru takut Arumi dengar karena gadis itu sudah dayang membawa yang dia mau.


Ah, susunlah rencana sesuai yang kalian mau semoga berhasil.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2