IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Cinta Vincent


__ADS_3

Vincent masih setia memeluk manja kekasihnya, jika diijinkan ingin rasanya Vincent memakan Stella malam ini juga.


"Beb, tunggu kita nikah dulu ga papa kan?" bisik Stella yang mulai kewalahan menghadapi sentuhan sentuhan Vincent.


"Aku hanya ingin melampiaskan sedikit rasa rinduku ini aja baby." jawab Vincent masih saja mencium harum tengkuk kekasihnya.


"Tapi kamu nakal beb, kamu membuatku merinding."bisik Stella lagi.


"Aku ingin sayang." suara serak Vincent membuatnya benar benar bertambah merinding, Stella mengelus kepala Vincent dengan mesra serta mengecup lembut bibir nakal itu.


"Eemmmuuuah, udah ya beb lepasin aku oke." pinta Stella berusaha sekuat mungkin melepaskan dirinya dari cengkraman calon suaminya.


"Baiklah, tapi cium lagi." duh no orang kenapa lah batin Stella.


Mata Stella menatap teduh ke arah mata elang Vincent, dia bisa merasakan betapa dalam nya kesedihan Vincent yang dirasakanya selama ini, kesepian itu pun juga mampu Stella rasakan, Vincent tersenyum manis padanya, pria aneh ini menarik pelan tubuh indah Stella dan mendekapnya kembali, mengecup pipi cantik Stella, Ste tidak protes akan kemesraan yang diberikan oleh Vincent dia malah menikmati kemesraan itu, Vincent tak menunggu lagi dia pun mendaratkan bibirnya dilandasan pacu milik Stella, Meski kaku Stella berusaha mengimbangi pangutan indah Vincent.


Lama mereka saling menyalurkan hasrat yang ada, hingga mereka berdua tersadar oleh suara ketukan pintu kamar Vincent, Mereka berdua tersipu malu akan apa yang barusan mereka lakukan, Stella mengelap bibir Vincent yang agak membengkak karena ulahnya, begitu Vincent dia merapikan kemeja kekasihnya yang tadi sedikit terbuka oleh ulah nakalnya.


"Ada apa?" sapa Vincent aga sedikit ga senang karena kepala rumah tangga dirumahnya mengganggu aktifitasnya.


"Maaf Mr, ada orang yang mengaku ibu anda datang." jawab kepala pelayan itu.


Vincent menatap geram kearah kepala pelayan nya, dia pun berjalan kearah tangga rumahnya dan melongok kebawah, benar saja yang datang adalah ibu tirinya dan seorang wanita yang sangat cantik tapi Vincent belum pernah melihat siapa wanita itu.


"Suruh mereka tunggu sebentar." pinta Vincent, kepala pelayan itu pun segera turun dan memberi tahu tamunya untuk menunggunya sebentar lagi.


Vincent masuk kekamarnya dan memberi tau Stella bahwa dia kedatangan tamu yang tak diundang.


"Bentar ya baby, ada tamu yang tak diundang datang." ucap Vincent sambil memeluk manja kekasihnya.


"Tamu tak diundang gimana beb, apa mereka akan berbuat jahat padamu?" tanya Stella khawatir.


"Dia sangat licik baby, dia ibu tiriku kamu jangan keluar ya aku ga mau dia menyuruh orang orang nya untuk menyakitimu." jawab Vincent.


"Apa ibu tirimu orang seperti itu beb, apa dia orang sini beb?" tanya Stella.

__ADS_1


"Iya dia orang sini, nanti aku cerita in lagi tentang aku ya sekarang aku temui dia dulu aku mau tau apa yang dia mau." jawab Vincent, Stella menatap iba pada kekasihnya, Ya Tuhan segini beratkan ujian hidupnya dia harus bermusuhan dengan keluarga besarnya.


Vincent pun pergi meninggalkan Stella sendirian dikamarnya dan melangkah keluar untuk menemui tamunya.


Vincent tak menyapa kedatangan mereka dengan senyuman khas nya justru malah sebaliknya Vincent duduk tanpa bicara, suasanya menjadi dingin karena ulah pria aneh ini.


"Putraku bagaimana kabarmu?" tanya Evelin (ibu tiri Vincent)


"Ga usah basa basi apa yang kamu mau." ucap Vincent, malas rasanya jika harus duduk berlama lama dengan wanita ular ini menurut Vincent.


"Ini Erika sayang, mami membawanya kesini untuk mengenalkan mu padanya, dia mau menjual hotelnya barang kali kamu berminat." ucap Evelin memperkenalkan wanita yang dibawanya.


"Ohh." jawab Vincent santai, dia tau ini hanya akal akalan mami tirinya saja, mungkin saja dia berniat busuk padanya, menyuruhnya membeli hotel itu dan ujung ujung nya dia juga yang mengelola dan menggagahinya, karena kasus ini sudah pernah terjadi.


"Bagaimana sayang apa kamu berminat?" tanya Evelin lagi, Vincent masih mempelajari berkas berkas yang dibawa oleh Erika.


"Untuk sementara bisa ditinggal dulu berkasnya, nanti saya akan coba pelajari." ucap Vincent.


"Baiklah sayang, apa besok kamu ada waktu ada pesta kecil kecilan dirumah mami kamu datang ya?" ajak Evelin.


"Iya sayang abangmu kan beli rumah disini, sekarang mami ikut tinggal bersamannya." jawab Evelin.


"Heemm." Vincent masih saja dingin.


"Oke baiklah mami pergi dulu, mami harap hotelnya cocok untuk mu." jawab Evelin sambil memeluk putra bungsunya, Vincent tak merespon pelukan itu karena dia sangat muak dengan perlakuan pura pura Evelin padanya, Erika mengulurkan tanganya juga, Vincent pun menyambutnya.


Setelah tamunya pergi Vincent pun memanggil asisten pribadinya untuk mengambil berkas berkas ini dan mempelajarinya.


"Pelajari ini, selidiki kebenaran nya." pinta Vincent.


"Apa ini bos?" tanya Deka.


"Tadi wanita ular itu dateng kesini dan memintaku membeli hotel milik teman nya, tapi aku curiga hotel ini hasil manipulasi kamu cari tau info detailnya mengerti." pinta Vincent.


"Siap bos." jawab Deka mengambil berkas berkas itu dan hendak membawanya kekamarnya.

__ADS_1


"Tunggu." ucap Vincent.


"Apa bos." ucap Vincent.


"Siapkan pernikahanku." pintanya.


Deka tertawa pelan, secepat ini gila gila.


"Oke, siap laksanakan." ucap Deka.


"Ngapain kamu ketawa, berani sekarang." umpat Vincent sambil berkacak pinggang.


"Enggak bos saya hanya senang, congratulation bos, ahirnya bos gue laku juga." jawab Deka menggoda bos tampan nya.


"Setan lo, udah sana siapin yang gue mau." pinta Vincent, dia ga mau berlama lama juga bersama Deka, karena asistenya satu ini jago meledek.


"Mau indoor apa outdoor bos?" tanya Deka.


"Kalau soal itu tanya ama calon nyonya elo." jawab Vincent ketus.


"Ciie ciee calon nyonya uhuuuiiii." goda Deka.


"Diem lo kampret, awas ga gue kirim gaji lo nyahok lo." umpat Vincent, Deka malah tertawa lebar.


"Bos top deh."


"Kenapa?"


"Ngumpatnya udah lancar." jawab Deka, Deka pun langsung berlari meninggalkan Vincent, dia sudah menduga Vincent pasti akan menghajarnya jika dia masih didepan majikanya.


Vincent geram dengan kelakuan konyol anak buahnya, tapi hatinya berbunga bunga karena berkat asisten gilanya inilah dia bisa menemukan cinta sejatinya.


IMPIAN DEKA


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2