IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Seperti Disambar Petir


__ADS_3

Arti melakukan pekerjaannya seperti biasa, hari ini Deka sama sekali tak mengganggunya hingga jam makan malam tiba, para pengunjung restauran yang sudah reservasi sudah menempati meja nya masing masing, malam ini lebih ramai dari biasanya, karena diruang VIP ada yang menyewanya untuk acara ulang tahun pernikahan sepertinya, Deka pun menyempatkan turun untuk membantu para pekerjanya.


"Kayaknya hari ini banjir order chef," sapa Deka pada Yudha selaku kepala chef disana.


"Iya bos, ada yang ulang tahun dilantai atas," jawab Yudha sambil tersenyum renyah seperti biasa.


"Yang enak chef masaknya," goda Deka lagi karena didekat mereka ada Lusi, wanita incaran Yudha.


"Siap pak bos," jawab Yudha singkat, Yudha memang bukan pria banyak bicara, bisa dikatakan dia pendiam apa lagi didekatanya ada wanita yang membuatnya sering gugup.


Tak lama terdengar suara ribut ribut dibawah, anak buah Deka segera memanggil Yudha selaku manager, mereka tak tau jika big bos mereka ada didapur.


"Chef, mbak Arti dilabrak orang," ucap pegawai itu, Yudha yang mendengar ucapan bawahanya pun langsung mematikan kompor nya, Deka pun ikutan kedepan dan memastikan apa yang sebenernya terjadi.


"Ada apa ini ribut ribut," ucap Yudha mengeraskan suaranya agar dua wanita yang sedang memarahi Arti berhenti.


"Ohhh, kamu adeknya dia kan!" tunjuk wanita setengah tua itu.


"Anda benar saya adalah adeknya, tunggu kalau saya tidak salah anda adalah ibu mas Anji kan mantan tunangan saudari saya," balas Yudha, Deka masih mempelajari situasi, dia melihat Arti yang memangis dan mengatakan dia tak melakukan itu.


"Bagus ingatanmu sungguh bagus anak muda, kasih tau saudarimu yang tak tau malu ini, dia sudah tau kan kalau Anji sudah menikah bahkan sekarang istrinya sedang mengandung, tega teganya dia minta Anji buat nyerain istrinya hah, siapa kamu berani berbuat seperti itu!!!" ucap mantan calon mertua Arti.


"Tapi buk, Arti ga pernah berbuat seperti itu bahkan Arti belum pernah ketemu mas Anji, mas Anji juga tak pernah main ketempat Arti lagi bahkan Arti bingung kenapa mas Anji ga pernah kerumah, apa salah Arti buk, Arti juga ga tau kalau mas Anji udah nikah bahkan istrinya hamil, Arti ga tau ibu, demi Tuhan Arti ga tau," ucap Arti terbata bata karena tangisan nya menghalangi suaranya untuk keluar.


Deka mengerti sekarang dengan apa yang terjadi.


"Hah, pintar sekali kamu cari alasan, bahkan putraku mengatakan bahwa dia ingin bercerai dengan mantu ibu ini karena dia mencintai wanita lain, siapa lagi yang dia cintai kalau bukan kamu wanita mandul!!!" ucap Ibunya Anji dan mengeraskan suaranya diahir kata.

__ADS_1


Arti yang mendengar apa yang dikatakan ibunya Anji langsung tertegun tak percaya, ditambah lagi banyak pasang mata yang memperhatikannya.


"Sebaiknya ibu hati hati kalau bicara," ucap Deka sambil mendekati Arti dan memeluknya.


Arti hanya diam karena shock, apa yang barusan dia dengar seperti petir yang menyambar hatinya.


"Awas saja kamu kalau masih mengganggu suamiku," ancam wanita yang sedang hamil itu, langsung menarik mertuanya keluar dari restauran, Ibunya Anji masih belum puas dia pun berhenti dan berucap lagi.


"Dasar wanita murahan, udah mandul mau aja dipeluk peluk bukan muhrim, apa itu namanya kalau bukan ******," tambah ibunya Anji kemudian mengikuti langkah menantunya.


"Ibu jangan asal ngomong ya," bantak Yudha.


"Heh, dasar keluarga miskin ga tau diri, mbak sama adek sama saja, " tambah wanita bar bar itu.


"Mbak saya tidak seperti ibu, asal ibu tau harusnya yang ibu jaga itu anak ibu, kenapa jadi nyalahin kakak saya, dia kan bilang tadi udah ga pernah ketemu anak ibu lagi," balas Yudha berusaha membela kakak perempuan nya, Arti hanya diam karena masih bingung dengan apa yang sebenernya terjadi.


"Hah, kamu pikir aku percaya dengan wanita penggoda itu hah, diputusin ma terima aja, sadar situ tu ga bisa punya anak makanya dibuang jangan sok sok an berharga deh, nangis aja kalau mau nangis, ngerti kan sekarang kalau keluarga kami ga setuju Anji sama kamu, karena kamu miskin udah gitu mandul lagi" tambah ibunya Anji penuh emosi, kemahan Yudha semakin memuncak, Deka pun demikian dia ingin sekali maju kedepan dan menghajar wanita banyak omong ini, tapi Arti mencegahnya.


"Biarkan saja,"tambah Arti semakin erat memeluk tubuh Deka, agar Deka tak nekat.


Yudha tak bisa berkata kata lagi, rasanya grigitan sekali jika kamu bukan perempuan, udah aku hajar kamu batin Yudha geram.


"Sebaiknya anda pergi dari sini sebelum saya laporkan anda atas tuduhan pencemaran nama baik," ancam Deka hampir kehabisan akal.


"Laporkan saja saya tidak takut dengan kalian, pencemaran nama baik konon, sadar woi," Jawab Ibunya Anji, kemudian kembali melangkah meninggalkan restauran.


Suasana restauran kembali ricuh karena tiba tiba saja Arti kejang, tubuhnya langsung panas membuat Deka dan Yudha panik.

__ADS_1


"Ya Tuhan bang, bagaimana ini," ucap Yudha, "Sendok," teriak Deka, meminta sendok untuk mengganjal lidah Arti agar tak putus dia gigit, beberapa detik berlalu, Arti sudah tak kejang lagi Deka pun langsung membopong Arti dan membawanya kerumah sakit, dia minta salah satu pegawainya untuk membawa mobil, soalnya kalau ngajak Yudha ga mungkin.


Tanpa pesan apapun Yudha tau apa yang harus dilakukan nya, diperjalanan kerumah sakit Deka tak melepaskan dekapanya dari istri pucatnya.


"Yon agak cepat sedikit," pinta Deka pada pegawai yang membantu nya membawa mobil.


"Baik pak," jawab nya sambil menginjak gas mobilnya lebih berani, untung perjalanan mereka tak terjebak macet semua aman terkendali.


Deka pun langsung membawa istrinya keruang UGD, beruntung nya para perawat dan dokter jaga langsung tanggap terhadap pasien nya.


"Ini kenapa pak, adakah pasien mempunyai riwayat penyakit epilepsi?" tanya Dokter.


"Tidak Dokter, ini terjadi setelah istri saya mengalami kecelakaan beberapa bulan yang lalu, kata dokternya dulu otaknya belum bisa menerima tekanan, bahkan saat ini dia belum bisa mengingat kejadian yang terjadi padanya beberapa tahun belakangan ini dokter," ucap Deka menjelaskan keadaan Arti pada dokter muda itu.


"Jadi pasien saat ini amnesia?"


"Betul dokter,"


"Baiklah, kami harus konsultasikan ini dulu pada dokter saraf, saat ini kondisi pasien sudah stabil untuk keadaan otaknya bisa kita ketahui setelah ada pemeriksaan lebih lanjut," ucap Dokter itu kemudian dia berpamitan.


Diruang perawatan Arti.


Deka dengan setia menemani istri cantiknya, wajahnya terlihat lebih pucat dari biasanya, Deka mengelus rambut hitam istrinya, sesekali dia juga mencium kening Arti dan mencium aroma harum pipi wanitanya.


"Han, cepet sembuh ya aak kangen sama kamu sayang," bisik Deka, Arti masih belum merespon, Deka kembali membisikan kata cinta untuk Arti, "Aku mencintaimu istriku, kehilangan mu adalah beban terberatku sayang hemm, apa kamu dengar, cepatlah ingat sayan," ucap Deka lagi.


Andai saat ini Arti bisa mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya alangkah bahagianya wanita ini bisa mendapatkan hati seorang pria yang sangat mencintainya.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2