IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Permintaan Deka


__ADS_3

Kabar ditahan nya Deka ahirnya sampai ditelinga istrinya, setelah mendapat penggilan telpon dari Deka Vincent langsung tancap gas dikediaman Arti.


"Arti, ambil tasmu dan kemasi barangmu segera dan ikut denganku," pinta Vincent.


"Ada apa Mr?" tanya Arti.


"Nanti aku jelaskan, cepetan Arti kita ga ada waktu lagi," ucap Vincent, Arti pun menuruti apa yang bos suaminya minta, dia segera mengemas barang barang penting nya, tanpa berfikir lagi Arti pun ikut dengan Vincent.


Vincent membawa Arti ke salah satu apartemennya , "Mr. sebenarnya ada apa?" tanya Arti penasaran.


"Suamimu ditahan di Bali," ucap Vincent, tentu saja ini membuat Arti sangat terkejut.


"Apa maksud Mr?" tanya Arti sedikit gugup.


"Deka dituduh memperkosa wanita penghibur dan membunuhnya," ucap Vincent.


"Hah, ini tidak mungkin Mr. suamiku bukan pria seperti itu," ucap Arti.


"Aku tau, aku jauh lebih dulu mengenalnya dibanding kamu, dia memintaku untuk melindungimu dia takut orang yang menjebaknya akan menyakitimu, apa kamu bersedia sementara tinggal disini?" tanya Vincent.


"Tapi Mr. aku mau bertemu dengan suamiku," ucap Arti dalam tangisnya.


"Untuk sekarang sekarang jangan karena kita tak tau siapa musuh dia sebenernya, terlebih kasus hukum yang membelitnya cukup berat kalau bisa jangan bicara apapun tentang hubungan kalian, jangan sampai ada yang tau jika kamu adalah istrinya, meskipun itu Stella," ucap Vincent, Arti tak punya pilihan lain selain menuruti apa yang bos suaminya perintahkan.


"Tolong suamiku Mr, dia bukan pria seperti itu," ucap Arti dalam tangisnya, Vincent mengerti pasti hati Arti sekarang teramat sakit dan khawatir akan keadaan suaminya.


"Saya akan coba cari solusi terbaik untuk suamimu, percayalah keadilan akan datang padanya, apakah dia sudah mengenalkanmu pada keluarga kandung nya?" tanya Vincent.


"Belum Mr. kami merasa sama sama nyaman dengan hubungan rahasia kami," ucap Arti.


"Ahh kalian memang paling bisa," ucap Vincent, Arti kembali menangis dan memainkan ponselnya.


"Aku kangen Mr. pengen telpon," ucap Arti masih dalam isak tangisnya.


"Belum bisa Arti dia ga bisa dihubungi sekarang, oia apakah kamu tau aset Deka?" tanya Vincent.


"Tidak Mr." jawab Arti.


"Kita membutuhkan biaya yang tidak sedikit Arti untuk membebaskan suamimu, ini mungkin terdengar mustahil tapi kenyataanya seperti itu," ucap Vincent.


"Saya ada tabungan Mr, pakai saja tolong carikan pengacara terbaik untuk suamiku, aku mohon Mr." pinta Arti.

__ADS_1


Arti menyerahkan dua buku tabungan miliknya pada Vincent, dia membaca buku itu.


Vincent mengerutkan dahinya ketika dia membaca transaksi buku tabungan milik Arti.


"Kenapa Mr?" tanya Arti.


"Tidak, suamimu sangat mencintaimu Arti," ucap Vincent.


"Dia memang sayang sama aku Mr, makanya aku tak percaya jika Aak bisa melakukan itu, denganku saja dia tak pernah memaksa padahal aku tak pernah malayaninya selama hampir enam bulan Mr, suamiku bukan pria seperti itu," Arti mulai mau terbuka dengan kehidupan pernikahanya dengan Deka.


"Aku tau itu Arti, dia juga sering aku tawarin dulu tapi dia ga pernah mau ," jawab Vincent apa adanya, Arti malah melirik kesal pada suami sahabatnya ini.


"Aku tau kamu kesal padaku Arti, tapi percayalah suamimu bukan manusia ******* sepertiku, dia pria yang baik kamu tau bahkan Arti dia memberikan semua gajinya padamu," ucap Vincent menunjukan nominal gajinya pada Arti, Arti tersenyum kecut, saat ini dia tak ingin melakukan apapun, dia hanya ingin suaminya kembali padanya dengan keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun.


"Apa kamu percaya padaku Arti?" tanya Vincent.


"Insya Allah Mr. suami saya percaya padamu bahkan dia menitipkan aku padamu bukan, dia pasti sangat percaya dan mengenalmu," jawab Arti.


"Baik Arti, aku permisi dulu malam ini aku terbang ke Bali, aku akan melihat langsung keadaan suamimu, doakan kami baik baik saja oke, dan satu lagi jangan pernah putuskan doamu untuknya," ucap Vincent sambil beranjak dari duduknya.


"Terimakasih atas semuanya Mr," jawab Arti.


"Sama sama, untuk semua keperluanmu nanti ada orang ku yang akan datang melayanimu, menegerti," ucap Vincent, Arti membungkukan badannya pertanda dia mengerti apa yang Vincent pesan untuknya.


Bali..


Seminggu berlalu..


Deka sudah berganti baju dengan tulisan tahanan dipunggung nya, dia sama sekali tak pernah bermimpi akan memakai baju itu, Deka memasang telinga dimana mana, bahkan soal makanan pun dia mulai waspada.


Erika wanita ular itu sungguh luar biasa, bahkan demi mengikuti alur permainan Erika Deka siap beracting dipukuli tiap hari oleh anak buah Erika, meski pada ahirnya mereka meminta maaf pada Deka.


"Gimana apa mereka sudah pergi?" tanya Deka.


"Sudah bos," jawab kepala preman itu.


"Bagus, tetap laporkan seperti apa yang ingin mereka dengar, mengerti?" ucap Deka.


"Mengerti bos," jawab Mereka.


Deka mendapatkan giliran jam besuk, Deka diijinkan bertemu dengan teman yang membawa pengacara hebat untuknya.

__ADS_1


"Bro sory gue baru bisa dateng," sapa Vincent sambil memeluk asisten yang sudah dianggap nya adek ini.


"Tak apa bos, aku baik baik saja bos tenang aja," jawab Deka.


"Se+an lo, gimana gue bisa tenang adek gue diperlalukan macam binatang begini," ucap Vincent.


"Santai bos, disini anak buah wanita gila itu sudah tahluk padaku, gimana suasana bisa dikendalikan?" tanya Deka.


"Bini lo aman, keluarga elo sedikit goyah mendengar lo ditahan," ucap Vincent.


"Usahakan mereka jangan sampai menjengukku bos, aku tak ingin keluarga kandung dan istriku terekspos," pinta Deka.


"Semua bisa gue kendaliin, cuma opa sama oma lo terpukul terlebih bokap lo mereka ga nyangka lo bisa berbuat begitu," ucap Vincent.


"Karena mereka belum mengenal aku dengan baik bos makanya mereka percaya aja dengan siasat licik wanita ular itu," ucap Deka.


"Kasus elo agak berat ka, semua bukti menuju pada elo, jaksa juga yakin lo yang nglakuin apa elu udah tanda tangan BAP?" tanya Vincent.


"Belum bos, makanya mereka gebukin aku tiap hari," jawab Deka apa adanya.


"Gila, iblis mana yang merencanakan kejahatan ini sama elo ka," ucap Vincent hampir frustasi.


"Bolpoin bos," pinta Deka.


Vincent pun memberikan bolpin pada Deka, Deka pun menuliskan nama lengan Vincent, Vincent membaca tak percaya dengan tulisan Deka.


"Dia?" tanya Vincent tak percaya, wanita selembut Erika bisa berubah menjadi rubah betina.


"Benar bos, sepertinya asisten saya juga ikut andil dalam kasus yang mereka ciptakan untuk ku bos," ucap Deka.


"Berarti kunci dan buktinya tergantung asisten silaan elo ka," ucap Vincent yakin.


"Aku takut dia malah udah dihabisi duluan sebelum saya ditahan bos," ucap Deka.


"Ahhh, Ajr*t gila bener tu perempuan, " umpat Vincent.


"Bos tolong besok siapkan orang orang terbaik kita, besok ada rekontrusi adegan di TKP, aku yakin salah satu anak buah wanita itu pasti akan datang, orang orang kita pasti tau apa yang harus mereka lakukan," ucap Deka lagi, kali ini Vincent tak meragukan akal licik Deka, dia sungguh luar biasa batin Vincent.


"Sesuai permintaanmu brother," balas Vincent.


Tim pengacara yang akan membela Deka diijinkan masuk, mereka berempat pun mulai membahas masalah ini, tim pengacara agak sedikit ragu karena semua bukti mengarah pada Deka, tapi tidak dengan Deka dan Vincent mereka sangat optimis bisa bebas dari semua tuduhan tergantung bagaimana caranya mereka mengurai benang kusut siasat licik Erika.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2