IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Cinta Ini Nyata Adanya


__ADS_3

Malam itu Deka dan Yudha mengalah pada wanita pemarah itu, mereka terpaksa menunggu diluar sampai Arti terlelap.


"Bang, matilah abang sekarang yang marah sama abang bukan cuma satu perempuan, dua perempuan didalam sama sama menakutkan bang," ucap Yudha menakut nakuti Deka.


"Aduh, gimana ini Uti juga kelihatan marah tadi," balas Deka.


"Udah Yudha bilang mereka berdua ratu drama bang," ucap Yudha.


"Sidang dah habis ini abang," tambah Deka lagi, Yudha menertawakan muka Deka yang tegang begitu melihat Uti Tika keluar.


"Yudha masuk kamu," perintah Uti Tika.


Yudha pun menurut tanpa kata.


"Dewa Ti udah boleh masuk belum?" tanya Deka sok manja.


"Uti mau bicara dulu," ucap Uti Tika.


Uti Tika pun duduk disebelah Deka.


"Kamu boongin putri Uti?" tanya Uti Tika langsung to the poin.


"Iya Ti maaf,"


"Semua yang istrimu bilang tadi bener?"


"Iya ti,"


"Maaf kali ini Uti ga bisa bantu apa apa, kamu yang mulai maka kamu yang harus menyelesaikan, jika kamu mencintainya maka rebut hatinya dengan caramu, mengerti," ucap Uti Tika langsung beranjak pergi meninggalkan Deka.


Deka mengacak kasar rambutnya, "Apa yang harus aku lakukan sekarang," gumam Deka bingung, bagaimana tidak misinya mendapatkan hati Arti belum sukses sekarang ditambah lagi mertuanya marah padanya.


"Ya Tuhan ampuni hamba," gumam Deka lagi, malam ini Deka tak diijinkan masuk oleh Arti maupun Uti Tika tapi dia nekat, saat semuanya terlelap Deka nekat masuk dan langsung merebahkan tubuhnya diranjang istrinya, Arti merasa ada yang menindihnya seketika langsung bangun.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan pria mesum," umpat Arti sambil memukul lengan Deka yang memeluk erat tubuhnya.


"Pukul aku aja han sampai kamu puas asalkan kami memaafkanku," bisik Deka sambil menyembunyikan wajahnya disamping kepala Arti.


"Berat ih," Arti masih saja marah, Arti berusaha meronta tapi dekapan Deka terlalu kuat untuknya.


"Han, maaf kalau aku udah boongin kamu," ucap Deka lagi.


"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Arti.


"Tentu sayang tanya aja," jawab Deka.


"Jangan memanggilku sayang, han aku ga suka,"


"Lalu aku harus panggil kamu apa pemilik hatiku hemm," Deka masih saja menyembunyikan wajahnya ditempat semula membuat geli Arti, sesekali dia menghindar jika Deka mengembuskan nafasnya, berasa hangat geli dan membuat merinding.


"Apa kamu mencintaiku?" tanya Arti sambil melirik Deka, "Sangat sayang, aku sangat mencintaimu," jawab Deka.


"Minta aja honey asal aku bisa aku pasti akan berikan,"


"Tolong ceraikan aku," ucap Arti, seketika Deka mengangkat kepalanya, dia melihat mata istrinya berkaca kaca.


"Kenapa han, apa salahku?" tanya Deka tanpa melepas pelukanya.


"Kamu ga salah, aku hanya ga mau menjadi bebanmu, lagian aku ga mau dimadu," jawab Arti.


"Beban apa han, aku sama sekali ga merasa terbebani hidup sama kamu, aku menikmatinya sebelum kamu hilang ingatan han, bahkan kamu juga mencintaiku kala itu, aku tidak perduli kamu ingat padaku atau tidak han, tapi ku mohon jangan pernah ada keinginan untuk meninggalkanku, kamu menghindariku saja rasanya sudah sakit han," ucap Deka, tak terasa air mata Deka juga meluncur deras dari pelupuk matanya, hingga pundak Arti terasa basah.


"Aku ga bisa punya anak pak, lalu apa yang kamu harapkan dariku hah, bukan kah istrimu banyak kamu hidup sama mereka aja," ucap Arti.


"Istriku cuma kamu sayang,"


"Boong,"

__ADS_1


"Enggak honey serius,"


"Lalu kenapa kamu bilang istrimu banyak waktu itu?" tanya Arti sedikit marah.


"Aku hanya ingin tau apakah cintamu hilang bersama ingatanmu, ataukah cinta itu masih utuh untuku istriku," Deka banyak sekali malam ini bicara, dia memang berniat menyelesaikan masalah ini sendiri tanpa bantuan siapapun, Deka mencintai Arti, dia tak akan mengizinkan siapapun merubah ini, tanpa terkecuali.


"Apakah benar istrimu hanya aku, lalu benarkah orang tuaku punya hutang padamu?" tanya Arti lagi masih sangat penasaran dengan jalan hidupnya.


"Istriku hanya kamu bidadari hatiku, aku berani bersumpah atas nama Tuhan aku ga bohong, jika kamu memberi kesempatan untuk ku sekali lagi aku akan ceritakan perjalanan cinta kita dari awal hingga ahir, aku janji tak akan ada sedikitpun terselip disana kebohongan seperti yang aku lakukan beberapa hari yang lalu," ucap Deka berusaha meyakinkan istri cantiknya.


"Tapi turun dulu, kamu membuatku takut pak," pinta Arti berusaha menghindar.


"Kamu biasanya panggil aku Aak sayang, bukan bapak," ucap Deka sambil membuka salah satu voice chat yang pernah Arti kirim untuknya.


"Nah, itu suara kamu kan , Aak ga boong," Arti meminta ponsel Deka dan mulai mengotak atik disana, berhubung Arti sibuk dengan ponsel nya, Deka mengambil kesempatan itu untuk menciumi pipi dan juga kening istrinya tanpa jeda.


"Bapak, ih iseng banget sih," gerutu Arti masih dengan mode emosinya.


"Jangan marah terus sayang, Aak sedih kalau kamu judes judes gitu, kamu biasanya elusin rambut aak kalau kita lagi diposisi kayak gini," ucap Deka memelas.


"Tau ah," balas Arti sambil memunggungi suaminya, Deka merasa Arti memberi kesempatan lebih padanya untuk memeluk tubuh indah istrinya.


Arti masih asik dengan ponsel milik Deka, disana ternyata banyak sekali foto fotonya bersama suaminya ini, sayang nya Arti masih belum bisa mengingat satupun moment yang ada digaleri ponsel itu.


Arti mengclose pencarian nya, dia mendengar dengkuran halus suaminya, Arti membalikan tubuhnya pelan, agar tak membangunkan suami tampan nya, "Astaga dia tidur," gumam Arti, Arti menatap wajah teduh Deka, dielusnya pipi yang tumbuhin bulu bulu halus disana.


Entah mendapat keberanian dari mana, Arti mencium kening dan juga pipi suaminya," jika apa yang aku dengar barusan dan apa yang aku lihat adalah benar berarti aku sangat jahat padamu suamiku, aku sudah melupakanmu ditambah aku juga menolakmu, maaf ya, maafkan aku," ucap Arti kembali mengcup bibir Deka, Deka merasakan kecupan sekilas itu tapi dia sengaja tak membuka matanya, dia takut membuat istrinya malu dan salah tingkah.


Cinta ini ternyata sungguh nyata adanya, jantung Arti bisa merasakan nya, bahkan saat ini ingin rasanya Arti terus berada disekapan tangan kekar suaminya yang kini sedang mendekapnya, Arti mencium lagi bibir Deka sebelum dia memejakan matanya, dan memilih membiarkan tangan kekar itu terus menghimpit nya.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2