IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Resiko Demi Cinta


__ADS_3

"Bro u siap?" tanya Totok.


"Siap pak oncit (panggilan keren Totok)," jawab Deka.


"Bagus, nanti u masuk kelobang tikus itu. waktu u hanya tiga jam dari sekarang diluar ada motor yang udah nungguin u oke, dipertigaan pertama ada mobil warna hitam kamu masuk saja dia anak buah ana mengerti, tetep pakai masker dan topimu mengerti, jangan bicara apapun didalam mobil cukup berikan secarik ketas padanya, alamat istri u maksudku ana," ucap Totok.


"Siap pak," jawab Deka.


"Waktu u hanya tiga jam dari sekarang ingat, ana jemput u disitu jam 3 oke," ucap Totok lagi.


"Siap pak oncit, terimakasih banyak," jawab Deka.


"Jangan berterimakasih sekarang, nanti kalau u berhasil baru kita pesta," jawab Totok dengan senyuman tanda memberi semangat pada Deka.


Deka pun berisiap dengan pakaian yang diberikan pada Totok untuknya, Deka sedikit terkejut karena Totok bisa membuka gembok itu tanpa kunci, "Wah ini gila," gumam Deka.


"Mantan begal bro," canda Totok..


"Ajarin pak," pinta Deka sambil bercanda.


"Ilmu u belum sampai sana, u ajarin ana ngapalin Quran aje," pinta pak Oncit sambil selalu waspada pada keadaan disekelilingnya.


Deka tersenyum dan mulai mengikuti langkah mantan bandit itu, gila ini pengalaman yang sangat menengangkan buat Deka.


Deka pun berhasil keluar dari tembok penjara melalui jalan rahasia milik Totok dan geng nya, Deka tak tau pasti jalan itu berfungsi untuk apa tapi yang jelas jalan itulah yang kini membantunya.


Tak ada perbincangan apapun diatas motor. mungkin orang itu sudah biasa, Deka pun diturunkan ditempat yang pak Oncit katakan.


Deka langsung masuk kedalam mobil hitam yang dimaksud pak Oncit dan memberikan secarik kertas pada sang supir, astaga supirnya cewek batin Deka.


Mereka hanya diam tapi tak dipungkiri bahwa Deka kagum dengan sistem kerja mereka, penuh rahasia.


Sang supir mengantarkan Deka dialamat yang dipinta Deka, sang supir mengembalikan kertas itu pada Deka dan memberikan ponsel poliponic padanya.


Deka masih saja diam dan menerima saja ponsel itu, dia tau bahwa maksud nya adalah jika sudah selesai hubungi aku.


Wah, utamakan kerja dari pada bicara, sungguh luar biasa.

__ADS_1


Deka masih memakai ilmunya, dia meloncat pagar resort milik bosnya, dia yakin jika istrinya pasti ditempatkan dikamar yang biasa dia pakai jika tugas disini oleh Vincent, benar saja Deka melihat Istrinya baru keluar dari kamar mandi dari balik jendela.


Deka pun mengetuk jendela itu, tentu saja Arti terlihat sangat takut, tapi berusaha mendekat.


"Han," ucap Deka, itu suara Aak batin Arti tapi ga mungkin Aak kan di..???.


"Ini Aak han," bisik Deka lagi, Arti pun membuka gorden berlapis itu.


Ah, apakah aku bermimpi batin Arti, dengan tangan gemetar Arti pun membuka jendela itu, Deka pun masuk melalui jendela itu seperti pencuri, Arti hanya tertegun.


Tanpa kata Arti langsung memeluk suami yang sangat dirindukanya, Arti menangis dalam diam nya.


"Ssttt, jangan menangis honey aak baik baik saja," bisik Deka.


"Arti takut Ak, Arti kangen," balas Arti masih dalam isak tangisnya.


"Ssttt jangan nangis nanti kedengeran orang," pinta Deka, Deka pun melepas masker dan juga topinya.


Mata mereka saling menatap, Arti tak perduli lagi dia langsung menarik suaminya mendekati sofa, dia pun naik keatas sofa itu dan langsung merangkul leher suaminya, entah mendapat keberanian dari mana Arti langsung menciumi seluruh wajah Deka sangking kangen nya, dia juga menangkap kedua pipi Deka memaksanya membuka mulut dan seperti orang yang kehausan Arti pun langsung melahap bibir Deka yang sangat dia rindukan.


Terang saja Deka terkejut dengan apa yang Arti lakukan padanya, tapi Deka mencoba mengerti mungkin ini ekpresi kekesalan Arti padanya, Deka pun membiarkan istrinya berbuat semaunya.


"Belum," jawab Arti.


"Lalu?" tanya Deka.


"Kok Aak bisa keluar?" tanya Arti.


"Ceritanya panjang han, aku kesini hanya mau mengatakan bahwa Aak ga nglakuin seperti yang mereka tuduhkan," ucap Deka, Arti pun mengajak Deka duduk dan dia langsung meminta pangku seperti biasa.


Mata mereka kembali saling menatap, binar cinta tetap ada dalam sinar mata mereka, tak surut sedikitpun meski saat ini ada badai ditengah tengah hubungan mereka.


"Meskipun seluruh dunia tak percaya padamu ak, tapi akulah orang pertama yang percaya padamu," ucap Arti meyakinkan Deka akan kesungguhan cintanya.


"Makasih banyak istriku, Aak minta tolong bilang sama Mr Vincent tolong cari mobil yang membawa Aak ke resort itu, disana ada kamera di dasbor siapa tau kamera itu luput dari perhatian mereka karena kamera itu hanya aku dan Vincent yang tau, karena itu proyek rahasia kami," ucap Deka.


"Baiklah suamiku aku akan memberitahu dia besok tapi sekarang...." Arti tak melanjutkan kata katanya, dia memilih menyerang Deka lagi, sungguh diluar dugaan Arti bisa bertingkah seperti ini, tanpa membuka seluruh bajunya seperti biasa mereka tetap mengekpresikan cinta mereka.

__ADS_1


Arti benar benar tak seperti biasanya yang hanya mengikuti alur yang Deka mainkan, kini Arti lebih seperti wanita xxxxxx yang merindukan wujud cinta itu


Masih ada waktu Deka pun mengikuti apa yang istrinya ingin kan yaitu bercinta, dalam hati Arti dia yakin jika setelah ini otak Deka akan lebih terbuka jika hasratnya sudah tersalurkan makanya dia tak malu lagi.


Meski dikejar waktu tapi mereka mampu memberikan kepuasan pada masing masing pasangan, Arti memakai kerudung dan baju bawahanya kembali setelah selesai melampiaskan hasratnya, dia pun tersenyum bangga pada dirinya sendiri.


Arti mengambilakan baju suaminya dan membantunya memakaikan nya, "Aak suka?" tanya Arti sambil menggoda suaminya, Deka tertawa pelan menertawakan apa yang barusan dia lalui.


"Makasih ya istriku," ucap Deka.


"Sama sama my hubby, kamu hatiku sayang," ucap Arti kembali bermanja manja dengan suaminya, dia pun kembali memangut bibir Deka.


"Astaga istriku, jika tiap hari kamu kayak gini bisa ga kerja aku," goda Deka sambil mencolek hidung istrinya manja, Arti hanya tersenyum malu, dia menyadari apa yang dia lakukan barusan amat kelewatan, bodo ah halal ini batin Arti.


"Arti sayang Aak," ucap Arti seperti biasa.


"Aak juga sayang, jaga diri baik baik ya selalu pakai cadarmu kemanapun kamu pergi oke, udah ga kerja kan?"


"Udah ga ak, Mr Vincent ngurung Arti di apartemen nya,"


"Itu Aak yang minta, ga masalah kan?" tanya Deka.


"Enggak Ak, Arti ngerti kok," jawab Arti.


"Makasih bidadari surgaku," ucap Deka sambil memberikan kecupan mesra dikening istrinya, Arti pun tak mau kalah dia pun menciumi setiap inci wajah Deka.


"Aak pergi dulu ya han, jangan lupa tadi yang aak bilang," pesan Deka.


"Iya suamiku, Arti pasti kasih tau beliau," jawab Arti.


Arti pun beranjak dari pangkuan suaminya dan memberi ruang pada Deka untuk melanjutkan misinya, senyuman dan lambaian tangan pun menjadi salam perpisahan mereka.


Sakit sedih tapi juga bahagia, inilah yang mereka rasakan saat ini, tapi tak dipungkiri bahwa apa yang barusan mereka lakukan bisa memberikan semangat tersendiri buat Deka.


Semoga berhasil ya Aak Deka, Mbak Arti.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2