IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Dukungan Yudha


__ADS_3

Sejak kejadian itu Deka memilih menghindar dari Arti, Arti sama sekali tak mau bertemu dengan Deka, Arti merasa sakit hati karena didalam hati dan otaknya kenapa aku menikahnya dengan pria yang tak dikenalnya itu, kenapa bukan mas Anji yang jadi suamiku, apa yang terjadi mungkinkah dia membujuk orang tuaku untuk menikahkanku dengan nya.


Pertanyaan suudzon pada Deka dibenak Arti makin sering menghantuinya, Yudha dan Uti Tika ingin menjelaskan nya tapi takut Arti tak bisa menerimanya dan kejang lagi seperti kemarin.


Deka duduk sambil termenung dikamarnya, setiap hari dia hanya bisa bertanya kabar Arti pada adek iparnya, Deka tak tega jika harus egois.


Jika boleh jujur keadaan ini sangat menyiksanya, terlebih dia baru saja kehilangan Uti Sri.


Deka merasakan kehilangan dua wanita semangat hidupnya sekaligus.


Otak Deka berasa mau meledak jika memikirkan ini, Air mata kesedihan pun hampir setiap hari mengucur deras dari pelupuk matanya, tubuhnya sangat kurus jiwanya hancur, rasanya hidupnya tak berarti tanpa mereka disisinya.


Sore itu Yudha datang kerumah dimana Deka berada saat ini.


"Sore bang," sapa Yudha.


"Sore Yud," jawab Deka.


"Gimana kabar abang?" tanya Yudha.


"Abang baik, gimana mbak mu Yud, ada perkembangan?" tanya Deka.


"Mbak Arti fisik nya baik bang, pendarahan diotaknya juga membaik kata dokter, cuma ingatanya belum pulih, butuh waktu kata dokter," ucap Yudha menjelaskan keadaan Arti saat ini.


"Syukurlah Yud, kalau dia baik abang seneng dengernya," jawab Deka.


"Abang marah ga sama mbak Arti?" tanya Yudha.


"Enggak lah ngapain marah Yud, abang hanya sedih aja dia melupakan kenangan indah yang pernah kami rajut bersama," ucap Deka dia tak bisa menutupi jika saat ini hatinya sangat hancur, wajahnya terlihat jelas jika saat ini dia sangat sedih.


"Apa kalian sudah saling jatuh cinta sebelum ini?" tanya Yudha, Deka tersenyum.


"Iya Yud, kami sudah jatuh cinta dari pertama kali ketemu, hanya saja kami sama tak menyadarinya, terlebih dia merasa kekurangan nya adalah beban untukku, padahal aku sama sekali tak merasakan bahwa dia beban untukku, aku mencintainya Yud, dia adalah jiwaku," jawab Deka, Deka tak mampu menahan emosinya, air mata itu tetao meluncur meski dia berusaha menahannya.

__ADS_1


"Kedengeranya menarik bang kisah cinta kalian," canda Yudha.


"Banget Yud, bahkan di Jakarta hanya Mr Vincent yang tau kalau kami suami istri, kami sengaja main petak umpet dengan mereka," jawab Deka dengan jujur.


"Yudha tau itu bang, pas abang belum sadar pak Vincent dan Ce Stella datang kerumah sakit," ucap Yudha.


"Benarkah!"


"Iya, eh bang pensaran ni cerita dong gimana kisah kalian, kali aja kedepan nya Yudha bisa bantu ingetin mbak Arti soal abang," pinta Yudha.


Deka pun menceritakan perjalanan cintanya dengan Arti dengan sangat antusias, tak sedikit pun dia titupi alur cerita cinta mereka, bahkan mata Yudha sampai berkaca kaca ketika Deka harus kabur dari penjara demi menemui saudarinya.


"Jadi abang pernah dipenjara?" tanya Yudha.


"Iya Yud, abang ga boong bahkan dia menghabiskan semua uang tabunganya untuk membayar pengacara dan anak buahku untuk mencari bukti kebenaran tentangku, dan keiklasanya dibayar dengan bukti bahwa aku tak bersalah, ahirnya aku bebas tanpa syarat berkat kesabaran cintanya Yud," jawab Deka.


"Jujur aku salut dengan cinta kalian bang, mau kah abang berjuang sekali lagi demi mendapatkan cinta abang kembali?" ucap Yudha.


"Yudha percaya bang, abang pasti bisa melewati ujian ini," tambah Yudha.


"Insya Allah Yud, bantu abang ya Yud jangan bosen kalau abang nanya nanya terus," ucap Deka.


"Yudha selalu siap bantu abang kapanpun abang butuhin," jawab Yudha.


"Makasih Yud, jujur saja rasa kangen didada abang rasanya mau meledak Yud, ingin rasaya abang egois, ingin rasanya abang mendekapnya lagi seperti biasa tapi abang takut cinta abang padanya akan menyakitinya," ucap Deka.


"Yudha belum pernah jatuh cinta bang, bahkan pacaran pun belum, tapi Yudha seneng denger kisah abang dan mbak Arti kalian sweet sekali," ucap Yudha.


Deka hanya tersenyum mendengar ucapan adek iparnya, tak dipungkiri bahwa apanyang diucapkan Yudha ada benarnya, hubungan cintanya dengan Arti memang bisa dibilang sangat manis.


"Dia manja Yud, menggemaskan super posesif dia akan marah jika ada wanita menatapku," ucap Deka.


"Seriusan bang mbak Arti pecemburu akut!"

__ADS_1


"Hem, ratu drama juga plus lugu,"


"Kalau itu Yudha tau, apa apa dibikin heboh,"


"Lucu banget pas malam pertama kami Yud, aku ga akan pernah lupa itu," ucap Deka.


"Hah, kalian sudah sampai sana, berarti kalian benar sudah saling memiliki?" tanya Yudha lugu.


Deka tersenyum kembali, entah kenapa ada rasa kebanggaan tersendiri jika menceritakan keberhasilanya mendapatkan cinta Arti.


"Bang, pokoknya abang harus berjuang Yudha bakalan bantu abang apapun yang terjadi, mungkin saat ini dia nolak abang tapi percayalah suatu saat dia bakalan nyariin abang jika ingatan nya kembali, kalau pun ingatan itu ga kembali Yudha rasa hatinya akan bergetar jika katemu abang lagi nantinya," ucap Yudha memberi semangat pada Deka.


"Bisa aja kamu," Deka kembali mengembangkan senyumnya, rasanya beban dihatinya sedikit berkurang setelah banyak ngobrol dengan adek iparnya.


"Apa abang keberatan jika untuk sementara kita biarkan mbak Arti mengenal dirinya sendiri!" ucap Yudha.


"Tentu saja enggak Yud aku mau yang terbaik untuknya," jawab Deka, Yudha tau ini pasti berat buat abang nya.


"Dia minta pulang ke Samarinda bang besok," ucap Yudha.


"Ga papa Yud, turutin aja tapi jangan bosen lo kalau tiap hari abang minta kamu buat kirimin foto dia," ucap Deka.


"Beres bang, Yudha siap 24 jam jadi comblang abang," jawab Yudha sedikit bercanda.


"Ahhhh, kangen baget Yud rasanya," ucap Deka, lirih sekali tapi Yudha masih bisa mendengar dengan jelas ucapan abang iparnya ini.


"Sabar bang, Yudha yakin abang pasti bisa dapetin hati siratu drama itu," ucap Yudha lagi berusaha memberi dukungan penuh pada Deka.


Deka kembali bersemangat dia yakin dia pasti bisa mendapatkan lagi hati Arti selama dia mau berusaha dan tetap sabar.


IMPIAN DEKA


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2