IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Nasehat Ibu


__ADS_3

Arti masih menutup mulutnya ketika masuk ke dalam rumahnya, dia langsung masuk kekamarnya tapi sebelum itu dia menyempatkan diri dulu mengintimidasi adeknya dengan tatapanya.


"Bang, ratu drama marah sama Yudha bang," goda Yudha, dia mengira Deka pun tak kesal padanya.


"Rese emang lo, kagak kasihan mbak lo kedinginan," ucap Deka marah.


"Eh, kirain abang seneng, kok jadi ikutan marah sih bang," balas Yudha, Deka sudah biasa berada dirumah ini tanpa ijin dia pun langsung masuk kekamar tamu dan anehnya Yudha mengikutinya.


"Ngapain lo ngikutin gue?" tanya Deka geram.


"Cie, tumben JKT nya keluar, pakek lo gue, hahaha roman roman nya CLBK ini hahaha," goda Yudha dan langsung berlari meninggalkan Deka, dia takut Deka akan menghajarnya nanti.


Deka kembali berusaha menetralkan perasaannya, "Ahh apa ini Tuhan, kenapa aku ga bisa cuek sama dia, kenapa hati ini masih perduli padanya, bukankah ini rencanamu memisahkan kami lalu kenapa engkau masih menumbuh suburkan perasaan cinta ini Tuhan," ucap Deka sambil menikmati guyuran shower dikamar mandi kamar tamu milik Arti.


Disisi lain Arti pun berfikir demikian, dia sudah mengganti pakaianya, bahkan dia memeluk dan mencium jaket Deka yang tadi dipinjamkan nya untuknya.


"Ak, Arti kangen," gumam nya.


"Kenapa Arti seperti ini Ak, bukan kah ini pilihan Arti, kenapa berat banget Ak, apakah Aak merasakan apa yang Arti rasa Ak, Arti kangen Ak," ucap Arti lagi, Arti tak mampu lagi membendung air matanya, air mata cinta dan kerinduanya bercampur aduk dengan air mata penyesalan nya, semuanya tumpah ruah bersama segala sesak didadanya.


Arti meringkuk seperti bayi dikamarnya, ingin rasanya Arti keluar dan menjamu mereka, tapi Arti takut bertemu Deka, Arti takut tak mampu melawan perasaannya.


.....


Gibran duduk manis sendirian diruang tamu sambil membalas beberapa chat para klien klien nya, Gibran merasa sangat nyaman dirumah mantan supir papanya dulu, dia merasa bahwa rumah ini tak asing baginya.


Tak lama seorang wanita yang sudah berumur sekitar lima puluh tujuh tahun masuk kedalam rumah, betapa terkejutnya wanita itu ketika melihat pria yang sedikit tak asing baginya.


"Assalamualaikum," sapa nya.


"Waalaikumsalam," Gibran pun menurunkan kaki dan berdiri menyambut kedatangan wanita yang disinyalir pemilik rumah ini.


"Siapa ya?" tanya wanita itu.


"Saya Gibran bik, bibik masih ingat saya ga yang dulu kalau bolos sekolah suka tidur dikontrakan bibik!" jawab Gibran bersemangat.


"Den Gibran, anaknya pak Luis," balas Uti Tika.

__ADS_1


"Bener bik, ini saya kok bibik sendirian bibik dari mana emang?" tanya Gibran lagi sambil clingukan siapa tau wanita ini bersama seseorang.


"Loh, harusnya bibik atuh yang nanya gitu, kok aden bisa ada disini sama siapa?" Uti Tika malah gantian nanya.


"Gibran sama Dewa bik, habis ziarah ke makam Yunita sama mamang," jawab nya.


"Oo, mana anak nakal itu ha, lama kali tak jumpa, ga jangen apa dia ama pacar tuanya ini ha, " ucap Uti Tika geram, Gibran malah tersenyum mendengar umpatan Uti Tika, Gibran merasa putranya itu memang mampu membuat bahagia semua orang.


"Lagi ganti baju bik, tadi kami kehujanan dimakam," jawab Gibran.


"Ohh, tadi Yudha pamit kebandara jemput kalian!"


"Bener bik,"


"Ketemu ama putri bibik ga tadi?" tanya Tika dengan mata berbinar binar.


"Ketemu bik, cantik bener putri bibik," canda Gibran.


"Eh gimana reaksi mereka pas ketemu?" tanya Uti Tika mulai membuka rahasia.


"Mereka siapa bik?"


"Tunggu jangan jangan aden ga tau ya kalau putra aden itu duda?" tanya Uti Tika, Gibran menggeleng karena sejatinya dia memang ga tau apa apa tentang kehidupan putranya.


"Serius ga tau?" tanya Uti Tika memastikan.


"Ga tau bik, serius anak nakal itu ga pernah cerita ama saya," jawab Gibran.


"Sini sini bibik ceritain, siapa tau kita bisa bikin mereka rujuk," ucap Uti Tika sambil menarik tangan Gibran keluar menuju teras


Uti Tika pun menceritakan kisah cinta Arti dan Deka, bahkan Gibran juga menambahkan cerita tentang apa yang dia ketahui.


"Iya bik, waktu di Bali saya pernah lihat ni cewek, tapi waktu itu dia pakai cadar, tapi matanya sama persis," ucap Gibran kembali mengingat masa masa Deka menghadapi persidangan dalam kasus yang pernah menjeratnya.


"Iya mereka saat itu masih suami istri, pisahnya belum lama kok, tujuh apa delaoan bulanan gitu, bibik rasa mereka masih saling cinta, anak bibik suka nangis dikamarnya sambil meluk baju mantan suaminya, eh tunggu dulu aden mau kan besanan ama bibik, bibik bukan orang punya lo den," ucap Uti Tika.


"Ya ampun bik, Gibran ma terserah anak nya kalau saling cinta ya biarin aja, Dewa anak baik kok penyayang juga," balas Gibran malah mempromosikan putranya.

__ADS_1


"Ya udah masuk yuk, kita lihat pemikiran kita sama ga ama kenyataan yang ada, tapi beneran boleh kan kalau mereka rujuk!" Uti Tika berusaha meyakinkan keputusan orang tua kandung Deka.


"Iya bik, Gibran malah seneng yang penting anak anak bahagia bik," jawab Gibran lagi, tak lama mereka pun masuk kerumah, Uti Tika memintanya untuk menunggu diruang tamunya, dia mau memanggil Arti dikamarnya untuk membantunya memasak makan malam untuk mereka.


...


Arti tersadar dari lamunannya ketika mendengar seseorang mengetuk pintu kamarnya.


"Masuk," ucap Arti cepat cepat dia mengapus ait matanya dan menggantung jaket Deka dilemarinya.


Uti Tika pun masuk," Loh ada tamu kok ga dibikinin minum," ucap Uti Tika sambil mendekati putrinya, Uti Tika paham jika anak perempuan nya ini sedang kalut, dia melihat sisa air mata dipelupuk mata indah itu.


"Arti sedih kah?" tanya Uti Tika.


"Arti ga sanggup ketemu Aak buk, Arti kangen sama Aak, rasanya Arti ingin menghindar Arti tak bisa menahan perasaan Arti bu," Uti Tika sangat tahu bahwa Arti bukan wanita yang pandai berbohong apa lagi menyembunyikan perasaannya.


"Lalu kenapa dulu Arti kekeh minta pisah!"


"Ibu tau alasan Arti kan!"


"Ya udah, Arti hadapi aja sayang jangan menghindar, jika Allah menakdirkan kalian berjodoh maka kalian akan sama sama lagi, yang penting kalian harus sama sama jujur dan saling memaafkan dan terbuka," ucap Uti Tika sambil mengelus rambut panjang putrinya.


"Ibu udah ketemu Aak belum?" tanya Arti.


"Belum dia masih mandi kata papahnya,"


"Aak jelek banget bu sekarang, dekil kurus rambutnya gondrong bu,"


"Tapi Arti masih sayang kan?"


"Sayang buk," jawab Arti jujur.


Uti Tika tersenyum mendengar jawaban putrinya, dia pun mengajak Arti keluar dan menyiapan hidangan sambutan untuk tamu mereka.


(Semoga Deka lebih dewasa dalam menyikapi sifat kekanak kanakan mantan istrinya, sehingga bisa rujuk bermodalkan cinta diantara mereka).


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2