
Pak Marwan langsung membawa Deka ke perusahan milik bos barunya, Deka sangat terkagum kagum dengan perkantoran ini, seumur umur baru kali ini memang dia menginjak kan kakinya diperkantoran yang dibilang super mewah.
"Mbak perkenalkan ini mas Deka calon supir pribadinya pak bos, bisa ketemu dengan beliau?" tanya Pak Marwan pada salah satu kariawan disana entah apa jabatan nya aku tak tau yang jelas dia berpenampilan sangat mewah juga, dengan sepatu tinggi dan juga baju super ketat nya, astaga apa ga bisa dia beli baju yang agak gedean batin Deka sudah mulai protes.
"Bisa pak, langsung saja ke ruanganya." jawab Mbak yang ditanya tadi, kemudian pak Marwan membawaku masuk kedalam Lift didalam lift dia memencet tombol 24 berarti ruangan bos ku ada dilantai itu.
Disamping pintu lift ada lagi yang bertanya kepada kami, hanya pak Marwan yang menjawab pertanyaan mereka aku hanya diam saja.
"Masuk saja pak, Mr Vincent sudah menunggu anda." jawab mbak mbak yang ada disitu juga.
"Mas Deka masuk aja ga papa." suruh pak Marwan.
"Kamu masuk aja mas aku tunggu disini." suruh pak Marwan lagi, setelah mengetuk pintu beberapa kali saya pun dipersilahkan oleh seseorang yang ada di ruangan itu.
"Masuk." suruhnya.
Aku pun masuk dan Masya Allah aku terpana dengan pemandangan yang ada didalam, bukan interior ruanganya terlebih calon bosku lagi memangku seorang wanita yang super sexy sebenarnya aku malu pada diriku sendiri tapi apa mau dikata aku terlanjur masuk.
Dengan menggunakan bahasa indonesia sedikit terbata dia pun bertanya padaku.
"Siapa kamu?" tanya Mr Vincent.
"Saya Dewa Kurnia Mr saya direkomendasia
kan oleh Koh Hendru untuk melamar sebagai supir pribadi anda." jawab ku.
"Oke, saya akan test drive kamu masalah gaji nanti kita bicarakan aku mau lihat skill kamu dulu." ucap Mr Vincent.
"Siap mr." jawab ku.
"Kamu bisa pulang dulu minta Marwan antar setelah itu minta baju kerja kamu dan kembali kemari." ucap nya.
"Baik Mr." jawab ku.
"Heemm." jawab Nya singkat, aku pun kembali keluar dan mengerjakan apa yang dia perintahkan.
Pak Marwan mengantarkan aku pulang kerumah bos baruku, disana juga sama aku juga terkejut ternyata banyak sekali pekerja disana asisten rumah tangga saja ada kurang lebih tujuh orang, satpam tukang kebun dan ga tau lagilah, Dia sendirian tapi pekerjanya banyak sekali, tapi hanya aku supir disana karena mereka bilang yang biasanya nemenin kemanapun dia pergi hanya supir cuma anehnya belum ada satu supir pun yang bisa tahan selama tiga bulan bekerja dengan nya, ada apa dengan nya ya aku jadi penasaran.
__ADS_1
Deka pun kembali ke kantor bos nya dengan baju kerja nya yang baru, dia ingin tertawa sebenernya aku ini supirnya apa asisten pribadinya dia menyuruhku memakai baju seperti orang kantoran dengan memakai jas dan juga dasi, kok aku jadi curiga jangan jangan dia memintaku jadi asisten pribadinya tapi ga mungkin aku kan cuma lulusan SMA, ah jalani aja lah apapun pekerjaan nya yang penting halal pikirku.
Keanehan kembali terjadi disini bosku tak menyuruhku mengunggu nya diruang tunggu seperti supir supir yang lain, dia malah menyuruhku naik lagi keruanganya.
"Masuk." suruhnya.
Aku pun masuk keruangan itu, kali ini dia tak bersama seorang wanita bahkan bajunya juga ganti menjadi baju yang lebih santai.
"Duduk." pintanya.
Aku pun duduk didepanya.
"Pernah kerja kantoran?" tanya Mr Vinsent.
"Belum Mr."
"Bisa mengoprasikan komputer?" tanya nya.
"Sedikit Mr." jawabku.
"Bagus, tak apa aku setelah pulang kerja nanti ada yang akan mengajarimu, apa kamu siap?" tanya Mr Vincent.
"Bagus, pelajari ini jika kurang mengerti kamu bisa tanya pada saya." jawab Nya.
"Siap Mr." Aku pun mengambil dua buku yang sangat tebal dan beberapa lembar kertas disitu banyak sekali pertanyaan menggunakan bahasa inggris, aku pun mengerjakan perintahnya tanpa berkata apapun, aku tak tau dia menjebak ku atau mempermainkanku dikertas kertas lembaran itu pertanyaanya banyak yang tidak masuk akal bahkan disana ada pertanyaan yang menanyakan apakah aku pernah berhubungan sex, apakan aku suka minum apakah aku suka wanita atau pria, sebenernya aku ingin sekali marah tapi untuk apa marah toh ini hanya pertanyaan, dan pertanyaan hanya butuh jawaban, ahirnya aku pun menjawab semua pertanyaanya sesuai dengan apa yang aku ketahui.
Tak sampai sepuluh menit aku mengerjakan semua soal yang dia berikan, kemudian diapun mengoreksinya dia hanya tersenyum setelah membacanya.
"Good job." hanya itu jawaban yang dia berikan selebihnya aku tak tau apa yang dia pikirkan tentangku.
"Kita jalan." ajak nya dia pun memakai jaket nya dan berjalan didepan ku, sesampainya dilobi seorang satpam memberiku kunci mobil, aku pun membukakan pintu belakang untuk nya tapi dia ga mau dia memilih duduk di depan bersama ku.
"Kita ke apartemenku aku mau main bawakan aku wanita." ucap nya, matilah sekarang dia mulai meminta makanan nya.
"Siap." jawabku, dia pun memencet layar monitor yang ada di dasbor sebelah kemudi dan memintaku mengikuti petunjuk arah yang ada dilayar monitor itu.
"Cara membawa mobilmu lumayan aku suka."ucap nya.
__ADS_1
"Terimakasih Mr semoga anda nyaman dengan pelayanan saya." jawabku.
"Hem." ucap nya.
"Umur kamu berapa?" tanya nya.
"21 tahun Mr." jawabku.
"Kemampuan bahasa asingmu lumayan kenapa ga sekolah lagi?" tanya nya.
"Maaf Mr nenek saya tidak punya biaya." jawab ku jujur.
"Hemm, apa tempat tinggalmu dekat dengan Hendru sialan itu?" tanya nya.
"Kalau tempat tinggal nya saya tidak tau Mr tapi kalau kantor pusatnya dekat dengan kampung saya." jawab ku.
"Sudah punya pacar?" tanya nya lagi.
"Belum Mr." jawab ku.
"Bagus, jangan pacaran mereka cuma mau uangmu saja mengerti, kalau pengen beli aja kayak aku gini." ucap nya, aku pun hanya tersenyum.
"Kenapa tersenyum?" tanya nya lagi.
"Tidak mr, saya hanya tidak bisa seperti itu." jawabku.
"Kenapa?"
"Karena agamaku melarang untuk itu." jawab ku.
"Kamu muslim?" tanya nya.
"Benar Mr."
"Baiklah kalau kamu tak mau, aku tak akan paksa kamu tapi malam ini aku pengen makan mereka kamu tunggu di ruang tunggu aja nanti oke, handphone selalu stanbay ya." ucap nya.
"Siap mr." kesan pertamaku terhadap bos ku baik baik saja, hanya saja ada sedikit perbedaan antara pola pikirku dengan pola pikirnya.
__ADS_1
Bersambung...