IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Dilema Arti


__ADS_3

Arti bangun terlebih dahulu pagi itu, entah mulai kapan diberada dipelukan suaminya tapi nyatanya sekarang dia telah berada didalam dekapan Deka, pria yang sedang dia benci dan kagumi.


Arti terus menatap wajah tampan itu, aroma tubuh Deka berasa tak asing baginya.


Deka tau jika istrinya saat ini sangat penasaran padanya, hati Deka tertawa geli sebenernya, "Heemmm penasaran kan lo," batin Deka.


"Pak, pak," ucap Arti sambil mengelus pelan pipi Deka.


"Heemmm," saut Deka.


"Bapak berat," ucap Arti, Deka pun berakting pelan pelan membuka matanya, dan melihat kakinya memang melilit tubuh munggil istrinya.


"Apanya yang berat?" tanya Deka pura pura belum konek.


"Itu kaki bapak," jawab Arti.


Deka malah tak menghiraukan ucapan Arti, dia malah semakin erat memeluk tubuh istrinya, bahkan boleh dibilang hampir tak ada jarak diantara keduanya.


"Pak sesak," bisik Arti, Deka kembali membuka matanya, Arti memberanikan diri menatap mata elang milik suaminya, Deka tau didalam mata itu masih ada binar cinta untuknya terlepas dari hilang nya ingatan istrinya tentang nya.


Deka tak mampu lagi menahan gejolak hatinya, tanpa persetujuam dari sang pemilik Deka pun langsung melahap bibir wanita yang ada didekapan nya, Arti masih pasif menerima setiap kecupan dan pangutan arogan Deka.


Arti menutup erat matanya, antara menolak dan menerima, hatinya berkecampuk, berperang antara ingin dan tidak, Deka mendengar suara tangis yang tertahan dari tubuh wanita yang kini sedang ia nikmati bibirnya.


Deka menghentikan aksi brutalnya, dia menatap mata wanita cantiknya, ada air mata ketakutan disana hingga Deka tak tega untuk melanjutkanya.


Deka pun melepaskan pelukan nya dan memilih pergi meninggalkan wanita yang sedikit membuatnya kecewa.


Arti marah pada dirinya sendiri, jijik pada apa yang barusan dia terima dari Deka, tanpa berpamitan Arti pun keluar dari apartemen suaminya tanpa pesan.


Arti menangis menjadi jadi ketika menelusuri jalan menuju pulang, dia merasa sangat kotor, dia merasa seperti seorang ******* yang tak memiliki harga diri, bahkan saat ini yang Arti inginkan adalah berlari sejauh mungkin dari Deka, pria yang dia anggap telah menghancurkan harga dirinya.


Deka keluar dari kamar mandi, dia tak melihat keberadaan istrinya disana, bahkan dia juga sudah memeriksa setiap sudut rumah yang ditempatinya, tak lama dia pun mendengar ponselnya berdering, dan yang memanggilnya adalah Yudha adik iparnya.


"Hallo Yud," sambut Deka.


Yudha: "Bang ini kenapa ratu drama kita pulang marah marah sama ibu, abang apain?"


Deka: "Ga abang apa apain Yud,"


Yudha: "Ya udah deh bang, yang penting mbak aman Yudha ma,"


Deka: "Nanti di restauran abang mau cerita sesuatu sama kamu Yud,"


Yudha: " Oke bang, Yudha siap siap dulu, Yudha tunggu di restauran ya," jawab Yudha ahirnya mereka pun mengahiri panggilanya.

__ADS_1


....


Dirumah Arti pun menagis menjadi jadi bahkan dia pun sempat menuduh ibunya jahat padanya, "Ibu Arti ga mau jadi istri pria itu bu, Arti ga cinta sama dia," ucap Arti dalam tangisnya, Uti Tika hanya tau sejarah pernikahan mereka karena wasiat suaminya pun hanya bisa diam tak menjawab.


"Buk, Arti mau cerai sama dia bu Arti mohon ijin kan Arti bercerai dengan nya bu, Arti ga mau jadi istri pria itu buuukkk," Arti masih menangis tak terima jika dia dijodohkan dengan Deka karena alasan membayar hutang.


"Kenapa baru sekarang mau ingin cerai, bahkan pernikahan kalian sudah berjalan hampir dua tahun nak," jawab Uti Tika, mata wanita tua itu pun berkaca kaca.


"Ibu sama bapak jahat, pokoknya Arti mau cerai buuuukkkk," teriak Arti sambil beranjak dari posisinya bersimpuh dihadapan ibunya, Yudha yang melihat adegan itu pun hanya geleng geleng kepala.


"Dasar egois," ucap Yudha.


"Gimana ini Yud?" tanya Uti Tika.


"Biarin dulu aja buk, mungkin bang Deka bisa jelasin ini semua, coba nanti Yudha bicara sama beliau," jawab Yudha dewasa.


"Baiklah, ibu nurut sama kalian, seandainya dia nekat minta cerai giman Yud!"


"Ibu suruh dia shalat istiqaroh aja bu, pokoknya ibu arahin yang baik baik aja," jawab Yudha.


"Ya Allah Yud, kira ibu mereka baik baik aja, udah saling sayang ga tau nya malah kayak gini," ucap Uti Tika.


"Sebenernya ma mbak Arti udah jatuh cinta sama abang buk, cuma dia kan ga ingat saat saat yang udah mereka lewati bareng, ibu ga usah khawatir semua pasti akan baik baik saja," ucap Yudha.


"Ibu takut Yud,"


Diperjalanan menuju tempat kerja Yudha masih belum berani bertanya apapun pada Arti, Arti juga hanya mengunci mulutnya.


Sesampainya direstauran, Deka pun tak menyapa siapapun yang dia temui, dia pun diam dan langsung masuk kedalam ruanganya, menyalakan peralatan kerjanya dan mulai melanjutkan pekerjaan nya.


Yudha yang sudah mulai penasaran pun langsung memutuskan untuk menemui abang iparnya diruangannya.


"Siang bang," sapa Yudha.


"Siang Yud, masuk aja," jawab Deka.


Yudha pun masuk dan langsung duduk didepan Deka.


"Bang sori banget kalau Yudha ikut campur urusan abang dan mbak, tapi Yudha merasa harus meluruskan ini," jawab Yudha.


"Heemm, kamu benar Yud, emang tadi beneran dia marah ama Uti?" tanya Deka.


"Iya bang, dia bilang bapak ama ibu jahat nikahin dia sama abang, bahkan dia minta ibu ijinin dia pisah sama abang," ucap Yudha khawatir, Deka malah tertawa mendengar penjelasan adeknya.


"Kok abang malah ketawa sih!" ucap Yudha heran.

__ADS_1


"Ohh, aku nipu dia Yud," jawab Deka.


"Nipu dia maksud abang?"


"Abang bilang istri abang ga cuma dia, abang bialng istri abang banyak dia mungkin jijik ama abang, tadi pagi pas bangun bobo abang ada nakalin dia dikit makanya dia ngamuk," ucap Deka kembali tertawa.


"Oalah, abang juga iseng juga sih, udah tau dia oon lugu plus tukang drama malah disengaja," balas Yudha.


"Satu lagi, abang bilang ama dia bahwa dia udah abang beli dari kalian!" tambah Deka.


"Maksudnya?" tanya Yudha bingung.


"Bahwa uti dan kakung punya utang ama abang dan jaminan nya dia," jawab Deka.


"Astaga bang, abang ma cari mati kalau gitu udah tau dia suka diambil hati apa apa," ucap Yudha sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


"Kan ada kamu ama uti nanti yang bakalan jelasin nanti," ucap Deka percaya Diri, "Ahh, kalian ini hidupnya penuh drama," gerutu Yudha, Deka hanya tersenyum renyah.


"Siapa suruh dia mulai, abang hanya ngikuti alur dia aja," balas Deka.


"Ga gitu juga kali bang, ahhh Yudha makin ga ngerti ama kalian," ucap Yudha.


"Ikuti alur aja Yud, abang juga ga mungkin maksa dia kalau dia ga ingin, tapi abang yakin semua akan baik baik saja, abang percaya bahwa abang dan dia bisa nglewati ini semua," ucap Deka yakin.


"Yudha bisa bantu apa bang?" tanya Yudha.


"Jika waktunya tiba kamu kasih tau aja apa yang harus kamu kasih tau, semoga dia bisa menerima dan ga kejang lagi," jawab Deka.


"Oke Yudha siap bang, ya udah Yudha balik kerja dulu ya,"


"Siap Mr Chef, cieee yang lagi main hati sama Lusi," goda Deka


"Apaan sih bang, gosip tau," jawab Yudha malu malu.


"Abang bisa tau dari sini kelakuan kalian, jangan coba coba boong sama abang," jawab Deka sambil menunjukan layar monitornya pada Yudha.


"Anjayyy, lupa Yudha kalau abang punya mata dimana mana," umpat Yudha.


"Makanya jangan boong, ketauan kan lo," ucap Deka.


"Tau ah, pokoknya itu gosip," Yudha masih mencoba mengelak, dia memilih berpamitan pergi dia takut abang iparnya yang sedikit gokil ini akan meledeknya habis habisan.


Setelah mengobrol dengan abang iparnya ahirnya Yudha mengerti dengan perubahan sikap Arti yang mulai tempramen, ini dikarenakan permainan yang mereka buat sendiri.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2