IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Selalu berusaha


__ADS_3

Deka kembali kelapas tepat waktu sesuai perjanjian nya dengan Totok, tak ada yang tau apa yang mereka kerjakan karena teman teman mereka semua masih terlelap.


"Makasih banyak pak Oncit," bisik Deka.


"Sama sama," jawab pak Oncit.


"Ah, semoga kali ini aku ga gagal ya pak," ucap Deka.


"Amin, udah tidur sana masih malem," ucap pak Oncit sambil menepuk pundak Deka, Deka melirik pak Oncit sepertinya dia melakukan sesuatu sebelum merebahkan tubuhnya, ah bodolah besok aja baru tanya batin Deka.


Deka mengingat kembali apa yang barusan dia lewati bersama sang istri, Ya Tuhan ini sungguh gila, Deka sama sekali tak menyangka bahwa dia akan mendapatkan pengalaman yang ektrim plus indah seperti ini, seperti pasangan backstreet aja batin Deka.


.....


Disisi lain Arti juga tak bisa tidur dia mencium bantal bekas keringat suaminya, aromanya masih sama meski sekarang dia tak menggunakan parfum.


"Aak lucu potong rambut kayak gitu, tapi tetep tampan," gumam Arti sambil tertawa pelan menertawakan penampilan suaminya, dan apa yang dia lakukam barusan.


"Ahhh, hubungan kita selalu penuh drama ya ak, tapi Arti seneng semoga Allah memberi jalan dan petunjuk pada kita ya Ak, supaya Aak bisa bebas dari semua tuduhan," ucap Arti lagi, pikiranya kembali tenang dia pun terlelap sambil memeluk bantal bekas suaminya.


......


Keesokan harinya...


Sesuai apa yang suaminya perintahkan Arti pun memberi tahu Vincent, dia mendatangi Vincent ditempat kerjanya.


"Mr. bisa kita bicara?" tanya Arti dibalik pintu ruang kerja Vincent, dia tak mungkin langsung masuk meskipun pintu itu dibuka lebar karena disana juga ada beberapa anak buah Deka dan Vincent, ketua geng nya si Joker dan dua orang lagi Arti tak begitu paham dengan teman teman suaminya.


"Masuk aja Ar," jawab Vincent, kalau boleh jujur Arti sangat takut berdekatan dengan mereka meskipun mereka adalah kaki tangan suaminya


"Jangan takut padaku bu Arti, biar tampang saya serem tapi hati saya selembut hello kitty," ucap Joker sambil sedikit mengeluarkan candaan nya pada Arti, Joker tau jika Arti agak gugup berdekatan dengan nya.

__ADS_1


"Tidak pak preman saya ga takut kok," jawab Arti dengan jantung yang berdetak lebih kencang dibanding semalam ketika dia mendengar suaminya mengetuk pintu jendelanya.


"Hahahaha pak preman, ga ada panggilan yang lebih keren dari itu bu Arti?" tanya salah satu anak buah Joker yang ada disitu, Vincent hanya tersenyum mendengar kekonyolan Arti dan juga Joker.


"Salah ya?" tanya Arti lugu.


"Tidak bu Arti, kami memang preman kok," goda anak buah Joker yang lain, Arti memundurkan langkahnya, Vincent kembali tertawa pelan karena menertawakan istri sahabatnya itu.


"Jangan takut Arti, mereka baik kok sama seperti yang ngawal kamu kemarin," ucap Vincent, Arti pun kembali memajukan langkahnya sambil terus menatap mereka bertiga secara bergantian.


"Mereka kaki tangan suamimu Arti, jadi jangan takut," ucap Vincent lagi, sungguh Arti tak menyangka jika suaminya memiliki teman yang menurutnya sangat menyeramkan.


" Kenalkan nama saya Joker bu, panggil saja saya Joker bu," pinta Joker.


"Baik pak preman, eh pqk Joker," jawab Arti masih dengan muka tegangnya, mereka ber empat pun tertawa, duh Tuhan mimpi apa aku bisa berada ditengah tengah manusia manusia yang menyeramkan ini batin Arti.


"Maaf Arti, jika kami membuatmu takut," ucap Vincent, berusaha membuat Arti agar tak gugup, Arti masih saja tegang.


"Apa yang mau kamu katakn Ar?" tanya Vincent.


"Ada mereka ga papa Mr?" Arti malah bertanya, berusaha meyakinkan hatinya bahwa apa yang akan dia katakan bisa dipertanggung jawabkan oleh Vincent.


"Mereka orang orang kepercayaan suamimu Arti, kamu ga usah ragu," jawab Vincent.


" Baiklah Mr. jika semua bisa dipertanggung jawabkan, " kata Arti.


"Tentu saja bisa, katakanlah apa yang kamu ingin sampaikan," ucap Vincent. Arti pun melihat mereka bergantian, meski ragu tapi dia tetap percaya pada Vincent.


"Kata Aak mobil yang biasa Aak pakai disini ada kameranya," ucap Arti gugup, mereka berempat saling menatap.


"Astaga kenapa aku ga kepikiran sampai sana, bodoh banget," ucap Vincent.

__ADS_1


"Bos bro biasanya pakek fortuner hitam kan bos?" tanya Joker.


"Bener, tapi kalian juga boleh periksa semua mobil yang lain," Perintah Vincent.


"Siap bos," ucap Joker.


"Tunggu, Arti kamu bilang tadi kata Aak, apa dia menghubungimu, maksudku lewat telfon atau gimana?" tanya Vincent curiga.


"Beliau semalam datang pada saya," jawab Arti jujur.


"Hah, bagaimana caranya?" tanya Vincent.


"Saya ga tau Mr. tiba tiba saja dia ada di depan jendela kamar Arti," jawab Arti.


Pikiran Joker langsung tertuju pada Oncit, karena diam diam Joker telah meminta sahabatnya itu untuk menjaga dan membantu Deka ditahanan.


"Nanti saya aja yang jawab bos kalau soal itu," ucap Joker.


"Oke deh," jawab Vincent.


Vincent pun meminta Arti kembali kekamarnya, karena saat ini dia dan anak buah nya akan menyusun rencana untuk mencari keberadaan mobil yang dimaksud Deka.


Vincent benar benar berusaha keras untuk membebaskan sahabatnya itu, dia segera melacak keberadaan mobil itu lewat laptopnya.


"Joker u perhatikan, mobil itu berada di pedalaman jauh dari keramaian kalian bisa ambi?" tanya Vincent.


"Bisa bos, nanti saya dan kawan kawan yang pergi ambil," jawab Joker.


"Bagus, lebih cepat lebih baik," ucap Vincent, mereka bertiga pun berpamitan dan segera meluncur ketempat tujuan.


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2