IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Patah Hati


__ADS_3

Hampir jam tiga dini hari Deka baru masuk kekamar mereka, Arti menyambutnya dengan wajah khawatirnya.


"Aak kok ga kasih kabar," ucap Arti khawatir.


"Sory han Aak tadi didalem club brisik banget," jawab Deka jujur, Arti langsung memeluk posesif suami tampan nya.


"Aak bau asap," Arti memastikan kembali indra penciumanya dengan mengendus endus baju dan leher Deka.


"Kamu ngapain han?" tanya Deka sambil bergidik merinding, dia merasa geli karena perbuatan aneh istrinya.


"Aak ngrokok kah!" hardik Arti.


"Iya," jawab Deka jujur.


"Sejak kapan?" wah mulai deh dramanya.


"Sejak kamu nolak aku," jawab Deka lagi, Arti melepaskam pelukanya, "Ga mau Arti, aak bobo sendiri aja," ucap Arti sambil menghindar bahkan yang tadinya mau mencium bibir suaminya jadi mengurungkan niatnya.


"Loh kok ngambek," ucap Deka sambil memeluk mesra istrinya.


"Ga mau Aak bau, Arti ga suka," ucap Arti berusaha melepaskan pelukan suaminya.


"Maaf ya, besok besok Aak ga ngrokok lagi deh, tapi kalau bareng temen temen boleh ya," tawar Deka, mencoba bernegosiasi dengan pemilik hatinya, Deka memang harus banyak mengalah dengan istri cantiknya ini.

__ADS_1


"Ngrokok kan ga sehat Ak," tawar Arti lagi.


Deka menatap mengalah pada istrinya, "Iya deh Aak ga ngrokok lagi, senyum dong," ucap Deka, Arti pun segera berbalik dan tersenyum manis pada pemilik hatinya.


Istriku ini memang unik, apa salahnya nurut toh demi kebaikanku juga batin Deka.


"Aak ngantuk han," ucap Deka.


"Ayo Arti bantu bersih bersih, udah sholat kan?" ajak Arti sekaligus mengingatkan kewajiban suaminya.


"Sudah han, tadi dikamar Yudha," jawabnya.


"Tu anak kenapa Ak kok bisa ke club?" tanya Arti, aduh kalau ratu drama ini tau habis lah dunia persilatan batin Deka.


"Ooo, tolong ingetin dia ya Ak kalau dia salah, Arti percaya sama Aak," pinta Arti.


"Insya Allah han," jawab Deka.


Arti pun membantu suaminya pemakai piama yang udah dia siapkan untuk suaminya, alangkah ademnya hubungan kalian, semoga langgeng ya mbak Arti Aak Deka.


.....


Dikamar hotelnya, Yudha menatap kosong langit langit kamarnya, penolakan Luna telah berhasil meluluh lantahkan pikiranya, menghancurkan harapanya bahkan telah memecahkan apa yang jadi impiannya.

__ADS_1


Flashback on..


Awalnya Luna sangat merespon pertemanan mereka, bahkan Luna sering melempar kata pujian dan kata kata manis untuk Yudha, sehingga Yudha merasa bahwa Luna pun ada hati padanya.


Tanpa berfikir lagi ahirnya Yudha pun mengirim pesan pada Luna malam itu juga, dia sudah mempersiapkan semuanya untuk menyatakan perasaanya, bahkan dia juga membawa sikat bunga yang sangat cantik sayangnya Luna tak datang, dia malah mengirim pesan bahwa dia tak ingin berhubungan lebih lanjut denganya.


Yudha pun penasaran, dia pun ingin meminta penjelasan pada Luna, Yudha memberanikan diri datang ketempat dimana Luna menginap, betapa terkejutnya Yudha karena Luna telah melakukan hal yang sangat menyakitinya.


Luna berciuaman mesra dengan seseorang yang dia kenal, jadi ini alasan dia tak mau aku dekati, Yudha frustasi karena dia kalah cepat dengan om Gibran, ya Luna menolaknya karena lebih memilih Gibran.


Tanpa Kata ahirnya Yudha pun pergi meninggalkan kamar yang Luna tempati, dengan beribu pertanyaan yang belum ia temukan jawabanya ahirnya Yudha memilih menyerah.


Flashback off..


"Bodoh sekali aku, ngapain aku nangisin orang yang terang terangan nolak aku, aahhh brengsek," umpat Yudha pada dirinya sendiri, dia pun beranjak dari pembaringanya dan mulai berjalan keluar kamarnya.


Yudha tak ingin merasakan lebih sakit lagi, dia pun memutuskan untuk kembali ke Samarinda dan memulai lagi hidupnya.


Cukup dua kali ditolak baginya, dia pun ahirnya pasrah dan menerima keadaanya meski sakit.


Sabar ya mas Yudha semoga nanti ada jodoh terbaik untukmu...


IMPIAN DEKA

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2