IMPIAN DEKA

IMPIAN DEKA
Gagal Deh


__ADS_3

"Kamu serius sayang, wah.. selamat ya." ucap Deka.


"Makasih, aku pengen hamil Ak." ucap Arti.


Deka menatap mata istrinya dengan tatapan bingung, bukankah dulu dia bilang akan berusaha sembuh untuk kekasih nya lalu sekarang kenapa dia ingin hamilnya sama aku, batin Deka.


"Kenapa Ak, apa Aak ga ingin punya anak dari aku?" tanya Arti.


"Bukan itu istriku, bukan kah dulu kamu bilang kalau sembuh mau balikan lagi sama dia." jawab Deka sambil melepaskan tubuh istrinya dari dekapan nya, mereka sama sama memiringkan tubuh mereka dengan posisi saling berhadap hadapan, Arti menggeleng.


"Maaf ya Ak, Arti sudah durhaka sama Aak." ucap Arti sambil mengelus dada suaminya, Deka masih melipat kedua tangan nya sambil menatap lekat kewajah istrinya.


"Boleh tau apa yang kamu pikirkan saat itu?" tanya Deka.


"Tentu saja aku membencinya Ak, kenapa dia begitu sama Arti setelah tau kelemahan Arti, setelah tau ketidak berdayaan Arti, saat itu Arti merasa tak pantas dicintai Ak, Arti mencoba menyakiti Aak supaya Aak ga terjebak hidup bersama wanita mandul seperti Arti, Aak berhak memiliki keturunan Ak, Arti ingin melihat Aak menggendong dedek bayi Ak." dijawab Arti sambil tersenyum manis untuk suaminya.


"Kalau kamu benci dia kenapa kamu bilang mau balikan sama dia, dan akan berusaha sembuh untuknya?" tanya Deka memastikan apa yang dia pikirkan saat ini.


"Arti kecewa sama diri Arti sendiri Ak, gara gara Arti bapak harus kehilangan nyawanya, ibu ku jadi janda Ak, adek ku jadi yatim dan kamu harus mengambil tanggung jawab untuk wanita mandul saat itu." jawab Arti mengutarakan apa yang dia pikirkan saat itu.


"Jadi sekarang kamu baikin aku karena kamu merasa udah sembuh dan pantas jadi seorang istri dan ibu begitu?" tanya Deka.


"He em, boleh ya Ak Arti hamil anak Aak?" itu tadi pertanyaan, Deka merasa lucu dengan istri cantiknya ini pertanyaanya sangat menggemaskan.


Setau Deka dicerita cerita yang pernah dia dengar hanya prialah yang meminta hal itu duluan, lah ini malah kebalikannya.


"Oke, eheemmm (jujur aja saat ini Deka sangat deg deg an antara harus memulai nya atau tidak) apa kamu tau apa yang harus kita lakukan jika kamu ingin hamil?" tanya Deka sok lugu.

__ADS_1


"Tau." jawab Arti masih saja belum tau akal bulus suaminya.


"Apa?" tanya Deka.


"Mencobanya dengan bayi tabung kan." jawab Arti, lah ini ma bukan jawaban yang dia mau.


"Lah itu ma namanya kamu ga tau." jawab Deka sambil melirik istrinya, Arti menutup wajahnya dengan guling karena malu.


"Pura pura ya ha." Deka menggelitik manja perut istrinya gelak tawa mereka terdengar sampai di kamar Stella, Stella pun penasaran dan mengetuk pintu Arti.


"Sstt, ada yang ngetuk pintu Ak." ucap Arti.


Deka pun ikutan diam dan mendengarkan.


"Aku sembunyi dimana?" tanya Deka.


"Kamar mandi aja Ak." jawab Arti, Deka pun langsung masuk kedalam kamar mandi bernuanda pink ini, Deka tersenyum melihat daleman istrinya yang terlipat manis dirak kamar mandi Arti, ada juga gamis yang dia pakai tadi, "dia imut sekali sih" gumam Deka, dia pun penasaran ingin mengetahui ukuran milik Arti dengan nakalnya dia membaca ukuran bra istrinya," ah, lumayan apa sih aku ini" gumam nya lagi. Deka menempelkan telinganya didaun pintu dia mendengar Stella yang memarahi Arti, mereka lucu sekali sih.


"Enggak elo ga lagi nonton, suaranya nyata." selidik Stella, dia pun membuka pintu kamar mandi Arti dan memeriksanya untung dia ga melihat Deka yang sembunyi dibelakang pintu itu.


"Ga ada siapa siapa Ste, dih ga percayaan amat sih." jawab Arti berusaha mematahkan pemikiran Stella.


"Ya udah jangan ribut ribut lagi, awas lo brisik lagi stop nonton nya ngatuk gue." ucap Stella, duh tumben galakan dia dari pada gue guman Arti dalam batin nya.


"Iye sori sayang, udah ah sana keluar gue juga mau bobo manis." usir Arti, Stella pun keluar dari kamar Arti tapi dia masih menaruh curiga.


Deka masih menunggu dengan sabar dikamar mandi sampai istrinya menginzinkannya keluar dari ruangan sempit ini.

__ADS_1


"Ak, udah keluar yuk nenek lampir udah masuk kekamarnya." ajak Arti, tapi tak ada jawaban dari Deka, Arti pun penasaran dan masuk kedalam kamar mandi, Deka masih diam mematung sambil memasukan kedua tanganya disaku celananya.


"Ak, kamu kenapa?" tanya Arti, Deka tak menjawab dia memilih menerkap tubuh istrinya mendaratkan bibirnya pada bibir cantik istrinya, Arti tak malu lagi membalas ciuman indah Deka, mereka saling memanggut lembut melepaskan hasrat yang terpendam, *um*tan ringan itu menjadi kecupan kecupan panas yang menggairahkan.


Deka terus melancarkan aksinya, bahkan Arti pun pasrah akan perlakuan arogan suaminya, Arti menerima sentuhan sentuhan Deka dengan keiklasan hatinya.


Deka melepaskan pangutanya dan tersenyum puas.


Mereka berdua mendengar suara azan subuh berkumandang, ahirnya mereka pun memilih menghentikan aktifitas mereka dan menyudahi sampai disini dulu perkenalan hasrat yang mereka miliki, Arti mengajak Deka keluar dari kamar mandi nya.


"Aak mau mandi dulu dan Sholat?" tanya Arti.


"Aak pulang aja ya sayang, kapan kapan Aak nginep kesini lagi oke." jawab Arti.


"He em, Aak hati hati ya kabarin kalau ada apa apa!" pinta Arti.


"Baiklah sayang kamu juga ya istriku, Aak sayang kamu istriku." bisik Deka masih memeluk manja istrinya.


"Sampai kapan kita sembunyiin hubungan kita Ak?" tanya Arti.


"Sampai waktu yang tidak ditentukan, seru juga lo yank hubungan kita ni, aak suka malahan ngelabuhi mereka." ucap Deka.


"Aak nakal ih." jawab Arti.


"Kan Aak nakalnya cuma sama kamu sayang." jawab Deka, mereka pun berciuman lagi dan lagi kini ciuman ini lebih mesra dan dalam, mereka tak ingat lagi dengan masalah yang mungkin akan menghadang mereka dikemudian hari.


Yang jelas saat ini cinta telah merekah dihati kedua nya, dan mereka saling berjanji akan selalu setia dan menjaga satu sama lain.

__ADS_1


IMPIAN DEKA


Bersambung...


__ADS_2