
“ Nay, kakak berangkat ya? Assalamualaikum.” pamit Naura dengan tergesa – gesa meninggalkan kamar kosnya.
“ Walaikumsalam. Selamat bersenang – senang kak!” jawab Naya yang masih melanjutkan sarapannya.
Matahari mulai menampakkan dirinya dengan sinarnya yang menghangatkan alam. Naura melirik arloji di pergelangan tangannya yang masih menunjukkan pukul 06.50 pagi dengan langkah yang tergesa – gesa.
“ Hosh..hosh...hosh...untung tidak terlambat.” Gumam Naura menyeka keringat yang sudah mengalir di wajahnya dan mengatur nafasnya.
“ Lagian, kenapa mas Arlan minta ketemuan di halte sih!” sambungnya.
“ Kau terlambat 5 menit.” Ucap seorang pria dengan suara khasnya.
“ Mas Arlaan...?” pekik Naura terkejut.
“ Sejak kapan ada di sini?” tanya nya sambil memegang dadanya untuk mengatur nafasnya.
“ Sudah 10 menit yang lalu.” Bohong Arlan yang sudah tiba di halte 30 menit yang lalu.
“ Ah, maaf Mas! Tapi kan ini.....”
Ciiiiiittt....... ucapan Naura terpotong saat bus tiba di halte. Dengan segera Arlan masuk ke bus mendahului Naura.
“ Ayo masuk....”
“ Eh iya...”
Bus melaju membaur di jalan raya yang sudah ramai dengan kendaraan lain.
“ Mas sudah sarapan? Bagaimana pekerjaan Mas?” tanya Naura.
“ Kau tenang saja, hari ini spesial hari Naura kau bebas mau melakukan apa saja termasuk diriku ini.” Tawar Arlan.
“ Ish...apaan sih Mas! Memangnya aku akan melakukan sesuatu pada mas?”
“ kau yakin? Tidak tertarik padaku?”
__ADS_1
“ Siapa bilang...eh” ucap Naura yang langsung menutup mulutnya dengan telapak tangannya.
“ Puftttt......” tahan Arlan agar tawanya tidak pecah.
“ Jangan di tahan, nanti keluar dari bawah lho..!” cebik Naura.
“ Haaahh....”
“ Hahahhahahahaaaa......kenapa ekspresi mas seperti itu?” ledek Naura.
“ Memangnya seperti apa hah...”
“ Ehm, kasih tahu gak ya...”
“ Dasar kau...”
“ Puftttt....ah ternyata mas bisa seimut ini yah!”
“ Kau.....!”
“ Nanti juga kau akan tahu.”
“ Ah dasar pelit.”
“ Ehm..”
Setelah mereka melakukan perjalanan selama lebih kurang 1,5 jam akhirnya mereka tiba di sebuah tempat hiburan.
“ Wah! Inikan tempat wisata SeaWorld yang sedang viral itu Mas!” pekik Naura terkejut tidak membayangkan akan pergi berlibur di wahana yang sudah lama ia ingin kunjungi.
“ Ehm... Apa kau menyukainya?”
“ Sangat, sangat menyukainya. Sudah lama aku ingin berkunjung kemari. Aku dengar tempat ini menyediakan berbagai wahana yang memperlihatkan berbagai macam biota laut. Bahkan kita bisa melihat kehidupan laut dari sebuah terowongan akuarium raksasa.” Jelas Naura senang.
“ Ayo masuk!” ajak Arlan.
__ADS_1
“ Ayooo....” teriak Naura semangat.
Naura sangat mengagumi betapa indahnya zona perairan yang di sediakan taman hiburan Seaworld Blue yang terbesar dan terkenal di kota ini.
Seaworld Blue yang memiliki luas ± 5 hektar yang menyediakan wahana permainan air yang sarat mengandung edukasi, hiburan dan sangat memanjakan mata akan keindahan dan keasrian taman yang di desain sesuai alam laut yang sesungguhnya.
SeaWorld Blue menjadi habitat berbagai jenis biota air tawar dengan beragam jenis ikan dan reptil. Para pengunjung akan terbuai akan keindahan akuarium raksasa dan terowongan akuarium yang menampilkan beratus spesies biota laut. Selain pemandangan yang menakjubkan juga para pengunjung akan di hibur dengan berbagai atraksi yang disediakan pihak penyelenggara wahana.
Naura tak henti – hentinya mengagumi keindahan wahana tersebut. Dirinya seakan terhipnotis akan pemandangan yang menakjubkan.
“ Masya Allah! Benar – benar indah wahan ini Mas! Ini di luar dugaanku ternyata aslinya lebih cakep. Dari sini saja sudah dapat melihat berbagai jenis ikan yang belum pernah ku temui. Sungguh hebat ya Mas arsitek yang telah mendesain wahana ini? Benar – benar membuat orang terhipnotis tidak mau pulang.” Puji Naura tak henti – hentinya.
“ Kenapa kau begitu memuji arsiteknya hah..? apa kau tahu siapa yang merancang ini?” ucap Arlan.
“ tentu saja tidak, kan aku tidak ikut dalam pembangunan wahana ini.” Jawab Naura enteng.
“ Ah dasar kau, benar – benar seperti anak kecil saja.”
“ Biari...satu lagi Mas, aku bisa pamer dengan yang lain. Bahwa aku adalah orang pertama dari mereka yang dapat berkunjung ke wahana Seaworld Blue ini.” Seru Naura bersemangat.
“ Kenapa kau begitu berambisi sekali?”
“ Tentu saja, pasalnya wahana ini kan baru di buka beberapa hari yang lalu dan rencananya aku dan yang lain akan berkunjung kemari selesai mereka sidang kak!” jelas Naura terus mengamati dan memfoto biota – biota yang ia lewati.
“ Dasar kau ini....” ucap Arlan yang begitu gemas akan tingkah Naura yang begitu senang seperti anak kecil. Dengan senyuman di wajahnya, ia terus memperhatikan tingkah Naura. melihat Naura begitu senang membuat hatinya puas.
“ Mas ayo kita foto!” ajak Naura memilih tempat yang sangat bagus untuk dijadikan foto selfi.
“ Ah Tuan Arlan? Benar anda tuan Arlan?” tanya seorang pria yang sudah menginjak usia setengah abad dengan memakai seragam jas hitam.
Seketika Arlan dan Naura menoleh ke asal suara dan melihat pria tersebut membungkukkan tubuhnya sedikit memberi hormat.
“ Benar! tuan Gery! Saya Arlan.” Ujar Arlan.
“ Maafkan saya tuan yang tidak mengetahui kedatangan anda dan tidak menyambutnya.
“ Ah, anda terlalu berlebihan tuan Gery, saya datang ke sini sebagai pengunjung lainnya. Anda tidak perlu merasa sungkan seperti itu.” Ucap Arlan merendah.
“ Anda benar – benar pemimpin yang merakyat dan sederhana tuan.”
“ Terima kasih tuan Gery!”
“ Kalau begitu, ayo tuan akan saya antar anda dan nona ini berkeliling wahana dan melihat berbagai macam atraksi yang akan di selenggarakan 15 menit lagi.” Tawar tuan Gery selaku pengelola wahana Seaworld Blue ini.
“ Terima kasih tuan Gery, anda tidak perlu repot – repot karena saya ingin menghabiskan waktu hanya berdua dengan tunangan saya. Saya ingin sebagai pengunjung lainnya.” Seru Arlan.
“ Ah begitu rupanya! Baiklah tuan saya mohon maaf jika sudah mengganggu waktu anda. Jika anda butuh sesuatu segera hubungi saya.” Tawar tuan Gery.
“ Terima kasih tuan Gery.”
“ Silahkan di nikmati waktu anda. Saya undur diri. Dan salam kenal nona.” Ujar tuan Gery menundukkan sedikit tubuhnya dan berlalu meninggalkan Arlan dan Naura.
Melihat interaksi kedua pria yang ada di depannya membuat Naura menjadi penasaran, mengapa pria yang lebih tua dari Arlan begitu hormat dan segan pada Arlan.
“ Sebenarnya Mas siapa? Apa mas ada hubungannya dengan wahana ini? kenapa tuan tadi terlihat segan dan sangat menghormati mas? ” tanya Naura tidak dapat menahan rasa penasarannya.
“ Kamu nanya? Kamu bertanya – tanya?” ledek Arlan yang begitu senang melihat ekspresi wajah Naura seketika memerah.
“ Ish apaan sih Mas Arlan ini, aku serius nanya pun masih sempat – sempatnya di ledeki.” Cebik Naura merajuk.
“ Nih, kamu baca saja di selembaran ini?” jawab Arlan yang menyerahkan sebuah denah wahana yang tertera penjelasan tentang sejarah berdirinya wahana Seaworld Blue ini.
Dengan seksama, Naura membaca kata demi kata penjelasan yang terdapat di denah agar tidak ada yang terlewatkan.
Semenit kemudian, matanya membulat sempurna dan nyaris tidak percaya akan sebuah paragraf yang tertera di selembaran kertas tersebut.
“ Mas! Benarkah?” tanya Naura tidak percaya. Dan mengejar Arlan yang sudah jalan mendahuluinya.
__ADS_1
“ Eh.... Mas tunggu......” Teriak Naura.