Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 47 Kelinciku


__ADS_3

Dengan mulut yang masih menganga, Naura belum dapat berkata apa – apa.


“ Kau sengaja mengundang lalat agar bisa masuk?” Ucap pria tersebut dengan suara baritonnya.


Mendengar ucapan pria yang ada di sampingnya Naura spontan menutup mulutnya dan menyeka bibirnya menjaga jika ada air liur yang sempat keluar.


“ Se..lamat siang pak!” ucap Naura gugup. Ia tidak menyangka dosennya sudah berada di sampingnya. Ia takut akan membuat keributan di dalam perpustakaan yang dapat mengganggu pekerjaannya.


“ Hem, berusaha lah agar kau berhasil melewati rintangan yang ada di depanmu.” Ucap Rangga yang segera beranjak dari duduknya dan berjalan keluar meninggalkan Naura.


“ Iya pak! Terima kasih. Dan saya akan lebih berusaha lagi agar tidak mengecewakan bapak.” Teriak Naura yang mengerti maksud dari ucapan Rangga. Rangga hanya melambaikan tangannya ketika ia sudah berada di ambang pintu.


Sontak teriakan Naura membuat penghuni perpustakaan menatap tajam ke arahnya yang mengisyaratkan jangan membuat keributan.


“ SStttttttt.....”


“ Maaf!” ucap Naura sambil sedikit menundukkan kepalanya.


Mengingat ucapan semangat dari Rangga, membuat Naura semakin mengerti dengan situasi yang ada di hadapannya. Dengan semangat dan tekad yang kuat Naura tersenyum dan semangatnya kembali lagi.


“ Semangat Naura, kau pasti bisa melakukannya. Banyak yang mendukungmu. Hemmmmm.” Ucap Naura pelan menyemangati dirinya dan ia pun melanjutkan kembali mengerjakan tugas – tugasnya.


Beberapa bulan kemudian


Di sebuah ruangan yang cukup luas dengan suasana berwarna hitam yang terlihat elegan dengan didukung dengan koleksi black series dari merk yang ternama, terlihat seorang pria muda yang sedang duduk di kursi kebesarannya tersenyum menatap layar ponselnya.


Tok..to..tok.. seketika lamunannya buyar saat pintu diketuk oleh seseorang.


“ Masuk!” Titahnya


Tidak lama terlihat seorang wanita dewasa yang terpaut lebih tua beberapa tahun dari pria tersbeut memasuki ruangan dan menghadap atasannya.


“ Selamat pagi Tuan! Jadwal tuan hari ini! Pukul 09.00 sampai pukul 11.30 ada rapat sekaligus makan siang bersama dengan CEO Inden’s Group di restoran J.C Park. Pada pukul 15.00 dilanjutkan Pertemuan untuk pembahasan kontrak kerjasama dengan CEO R.Y Group di Hotel Diamonds.” Ucap wanita tersebut yang berstatus sekretaris membacakan jadwal atasannya.

__ADS_1


“ Ehm.. baiklah! Kau boleh keluar!” Ucapnya dingin.


“ Baiklah Tuan, saya permisi!” Pamitnya mengundurkan diri.


Ia menatap kembali layar ponselnya dan mencari kontak yang bernama ‘ Kelinciku’, setelah nomornya tertera dengan foto kontak seorang gadis yang mengenakan hijab berwarna hitam dalam posisi yang tertidur pulas. Ya meskipun hasil foto curian tetapi wajah gadis tersebut terlihat jelas. Gadis yang sederhana dan polos lah yang dapat mencairkan dan menghangatkan ruang kosong di hatinya.


[ sedang Apa? kau sudah makan?] tanyanya lalu menekan tombol send.


Setelah menunggu cukup lama, akhirnya terdengar notifikasi balasan dari Kelinciku.


[ Ini sedang berada di perpustakaan kak! Sedang mengerjakan tugas kuliah bersama Abel, iya aku sudah makan. Bagaimana dengan kakak? Jangan keseringan telat makan].


Melihat balasan dari gadis tersebut, membuat hatinya semangat kembali. Ya pria tersebut adalah Arlan yang sedang berada di Negara Swiss selain melanjutkan studi S2 nya, ia juga menjalankan anak perusahaan ayahnya yang akan dikembangkannya sesuai dengan kemampuan dan idenya sendiri.


[ Ehm......]


Setelah melihat arloji yang tersemat di pergelangan tangannya, ia pun segera beranjak dari kursi kebesarannya dan pergi menuju restoran tempat diadakannya pertemuan dengan rekan kerjanya.


" Wah, senangnya hari ini kita gajian.” Ucap Naura meregangkan tubuhnya saat selesai mengerjakan pekerjaannya membersihkan meja – meja kafe.


Ya sudah 1 semester Naura melewati hari – harinya di kampus. Dan bulan depan tibalah liburan semester yang sangat di nanti – nanti kan oleh semua mahasiswa.


“ Nah, ini gaji kalian. karena performa kafe kita semakin baik, saya sedikit memberikan kenaikan gaji buat kalian. dan terima kasih atas kerja keras kalian.” ucap Nizam selaku pemilik kafe tersebut. Ia pun membagikan amplop yang berisi uang kepada karyawannya satu persatu.


“ Terima kasih kak!” ucap Naura, Abel dan Nabila serentak saat menerima amplop dari Nizam.


“ Baiklah, karena kebetulan besok hari libur! Selamat beristirahat di akhir pekan, sampai jumpa di hari senin.” Ucap Nizam.


“ Iya kak.” Jawab mereka serentak lagi.


Dengan rasa yang senang habis gajian, Naura bergegas pulang agar lebih cepat sampai di kos.


“ Dadah semuanya, sampai jumpa hari senin.” Ucap Nabila terlebih dahulu.

__ADS_1


“ Dah, Bila” ucap Naura dan Abel dengan di iringi lambaian tangan.


Seperti biasa, Naura dan Abel berpisah di halte bus.


“ Dadah Ra! Akhirnya sebentar lagi libur semester, aku akan menghabiskan waktuku di tempat tidur.” Ucap Abel bersemangat.


“ Dadah Bel, iya istirahatlah! Tidak terasa ya, waktu berjalan dengan cepat. Sudah satu semester kita kuliah ya Bel!” ucap Naura.


“ Iya Ra! Terutama kau, banyak – banyak lah istirahat karena selama perkuliahan kau lebih banyak mendapat serangan – serangan dari fans nya pak Rangga.” Kata Abel.


“ Iya Bel, kau tenang saja. Aku akan mendengarkan saranmu.” Ucap Naura menenangkan Abel.


“ Baiklah Ra! Assalmuaiakum.”


“ Iya Bel, waalaikumsalam.”


***


“ Selamat pagi Tuan Arlan! Akhirnya saya mempunyai kesempatan melakukan kerjasama dengan anda” Sapa tuan Mark selaku CEO dari Inden’s Group sambil mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan Arlan.


“ Selamat pagi juga Tuan Mark! Seharusnya saya yang merasa terhormat dapat menjalin kerjasama dengan Anda secara perusahaan Anda sudah tidak diragukan lagi.” Ucap Arlan


“ Ah, Anda terlalu merendah seharusnya saya yang berkata demikian. Meskipun perusahaan Anda masih tiga tahun, tetapi sudah masuk dalam empat besar perusahaan yang berkembang pesat di negara Eropa ini.” Kata tuan Mark


“ Ehm, ini semua tidak terlepas dari kerja keras dari semua para karyawan saya Tuan, tanpa mereka nasib perusahaan ini tidak ada apa – apanya.” Ucap Arlan merendah.


Ya, sejak masih kuliah S1 Arlan sudah merintis cabang perusahaan ayahnya yang berada di Swiss. Awal ia memegang kendali cabang perusahaan tersebut, C.W Group’s masih perusahaan kecil yang belum banyak di kenal secara luas. Setelah Arlan memegang kendali perusaahan selama tiga tahun belakangan ini, perusahaannya mengalami perkembangan secara pesat dan cukup di segani oleh perusahaan besar lainnya.


“ Ya Anda benar Tuan, setiap perusahaan jika tidak dari para karyawan yang pekerja keras dan kompeten, perusahaan tidak akan bergerak dan tidak terlepas dari bagaimana cara kepemimpinan dari CEO nya sendiri yang dapat mengajak kerjasama yang baik dengan para karyawannya.” Puji tuan Mark.


“ Anda bisa saja tuan Mark.” Balas Arlan


“ Hahaahhahahaha... saya suka dengan sikap Anda yang selalu merendah. Saya harap dengan adanya kerjasama ini hubungan kita akan terjalin dengan baik.” Ucap tuan Mark yang terpaut usia 15 tahun lebih tua dari Arlan.

__ADS_1


“ Saya juga berharap begitu tuan.” Kata Arlan


Mereka pun langsung membahas isi kontrak kerjasama antar perusahaan mereka dengan rasa kekeluargaan. Yang akan dilanjutkan dengan makan siang bersama.


__ADS_2