
“ Bismilahirahmanirahim...” ucap Naura sebelum memasuki kelas.
“ Selamat Pagi semua!” Sapa Naura ketika sudah berada di depan kelas.
“ Pagi bu!” jawab para siswa serentak.
“ Baiklah, sebelum kita memulai kelas ini mari kita berdo’a menurut agama dan kepercayaan kita masing – masing. ayo ketua kelas pimpinlah doanya.” Titah Naura.
Flashback on
“ Terima kasih pak sudah menolong saya.” Ucap Naura setelah membalas pesan dari dasar jelangkung.
“ Kenapa kau berterima kasih! aku tidak melakukan apa – apa.” timpal Rangga.
“ Ya terserah bapak yang penting saya sudah merasa baikan.” Ucap Naura.
“ Ehm, baiklah udara di sini semakin di
ngin, kau kembalilah ke dalam dan selesaikan pekerjaanmu.” Titah Rangga.
“ Iya pak.” Jawab Naura.
Mereka pun kembali masuk ke dalam hotel dan menyelesaikan pekerjaan Naura sementara Rangga menunggu di lobi hotel tanpa sepengetahuan Naura.
“ Kau baik – baik saja Ra!” tanya Anis terlihat lega setelah melihat Naura kembali ke ruang staf.
“ Ah iya, maaf Nis sudah membuatmu khawatir, bagaimana acaranya?” tanya Naura.
“ Sudah selesai, dan kita di suruh berkumpul kembali di sini. Ya syukurlah acaranya berjalan dengan lancar. Selama satu jam tadi kau pergi kemana?” tanya Anis.
“ Aku keluar taman sebentar, maksudnya ingin mencari angin karena sedikit pusing. Eh tanpa sadar aku ketiduran.” Ucap Naura.
“ Oh,,, kau ya bisa – bisanya ketiduran di luar, kalau terjadi sesuatu bagaimana hah...” seru Anis.
“ Maaf,”
“ Ya sudah sekarang makanlah ini.” Ucap Anis sambil menyodorkan sebuah piring berisi makanan.
“ Terimakasih.” Ucap Naura tersenyum.
Naura pun melahap makanan yang diberi oleh Anis. Mereka pun mengobrol sambil menunggu staf yang lain dan bu Chika.
“ Ah akhirnya lembur hari ini selesai.” Ucap Icha sambil meregangkan otot- ototnya saat mereka sudah di lobi.
__ADS_1
“ Iya Alhamdulillah selesai dengan lancar.” Timpal Anis.
“ Baiklah, setelah ini kalau ada waktu kita ketemuan yuk.” Ucap Naura yang tidak ingin memutuskan tali silaturahmi mereka meskipun baru berkenalan.
“ Ok. Nanti kita atur waktunya ya.” Ucap Anis.
“ Baiklah, kalau begitu sampai jumpa di lain waktu ya.” Ucap Naura.
“ Dadahhhhh.” Pamit Anis dan Icha yang berjalan duluan.
“ Dah” balas Naura.
Naura pun bergegas melangkahkan kakinya melewati lobi hotel yang sangat luas menuju pintu keluar, baru beberapa langkah Naura dikejutkan oleh suara seseorang yang memanggilnya.
“ Kau sudah selesai?” tanya seorang pria.
“ Ah pak Rangga? Bapak belum pulang?” tanya Naura terkejut melihat Rangga sudah berada di sampingnya. Ia mengira Rangga sudah pergi meninggalkan hotel ini. Tanpa ia duga ternyata Rangga menunggunya di lobi.
“ Ehm, ayo.” Ajak Rangga
“ Eh tapi pak...” tutur Naura yang sudah tertinggal beberapa langkah dari Rangga. Dengan rasa sungkan Naura pun mengekori Rangga dari belakang.
Saat yang bersamaan seseorang sudah melihatnya sejak Naura berada di lobi hotel yang sedang mengobrol dengan Rangga.
“ Ah dasar munafik. Jam segini keluar dari hotel dengan seorang pria. Hah! Baiklah Naura sekarang kartumu sudah terbongkar.” Ucapnya dengan senyuman yang mengisyaratkan sebuah rencana yang telah ia siapkan. Sambil mengambil foto – foto Naura dari ia berada di lobi hingga keluar hotel.
Wanita tersebut mengikuti Naura berjalan keluar hingga ia masuk ke mobil Rangga. Dengan senyuman kemenangan ia pun menyimpan dan mengirimkan foto – foto tersebut kepada seseorang.
“ Hahahahahahah, sekarang tunggulah kejutan dariku Naura.” ucap wanita tersebut dengan suara tawa yang lepas.
Wanita tersebut tidak lain adalah Tari, ia tidak sengaja melihat Naura berada di hotel pada dini hari dengan seorang pria yang tidak terlihat secara jelas.
Kebetulan Tari juga sedang menginap di hotel tersebut dengan kekasihnya yang tak lain adalah tuan Hardi. Selepas mengantarkan tuan Hardi keluar dari hotel Tari tidak sengaja melihat Naura sedang bersama seorang pria keluar dari lobi menuju mobil.
Merasa mendapat celah dari Naura, Tari pun mengirim foto – foto tersebut kepada seorang kenalannya yang juga tidak menyukai Naura.
Setelah Tari berhasi mengirim foto, tidak lama handphonenya berdering.
“ Halo!” ucap Tari.
“ Halo. Kau sangat hebat bisa mendapatkan foto Naura di waktu yang tepat. Terima kasih kau ingat padaku.” Seru Carissa yang telah mendapat kiriman foto dari Tari.
Ya Tari dan Carissa tidak sengaja bertemu setahun yang lalu kala Carissa melihat Arlan dan Naura masih menjalin hubungan. Dengan menahan amarah yang bergejolak di dadanya Carissa meninggalkan mereka yang masih asyik mengobrol. Carissa melampiaskan amarahnya ke tempat favoritnya yaitu di club. Dengan beberapa minuman yang menemaninya, saat itulah Tari tidak sengaja melihatnya dan datang menghampirinya.
__ADS_1
Taripun memberanikan diri untuk menyapanya, meskipun awalnya Carissa sangat jutek terhadap Tari namun dengan kelihaian Tari yang dapat meluluhkan hati seseorang, akhirnya Carissa pun merasa nyaman karena mendapat teman curhat untuk meluapkan emosinya.
“ Tentu saja, dan sekarang waktunya kita beri pelajaran kepada Naura agar ia tidak belagu.” Kata Tari.
“ Kau benar! sekarang apa rencanamu dengan foto – foto ini?” tanya Carissa.
“ Kau lihat saja nanti dan kau juga bisa memakai caraku.” Ucap Tari.
“ Ah baiklah, aku tunggu rencanamu!” timpal Carissa.
Merekapun tertawa dengan puas karena berhasil menjalankan rencana mereka.
“ Kita mau kemana pak?” tanya Naura merasa sungkan karena arah jalannya tidak ia kenal.
“ Kau akan pulang selarut ini.” Ucap Rangga.
“ Ehm tidak sih, rencana saya ingin kembali ke rumah sakit. Karena saya sudah izin kepada adik saya tidak pulang malam ini karena menemani siswa saya yang sedang di opname.” Jelas Naura.
Tanpa menghiraukan penjelasan Naura, Rangga terus melajukan mobilnya menuju sebuah apartemen yang cukup bergengsi di kota ini.
“ Wah, ini melebihi hotel. Apa bapak tinggal di sini?” tanya Naura kagum saat mobil memasuki area parkiran apartemen.
“ Masya Allah, baru kali ini aku melihat ruangan yang semegah ini.” Ucap Naura setelah memasuki ruang tamu yang di dominasi marmer hitam dengan motif elemen panel yang terkesan maskulin dan elegan.
“ Kau istirahat lah di kamar itu.” Ucap Rangga menunjukkan kamar tamu untuk Naura.
“ Eh, maksud bapak saya menginap di sini hanya berdua dengan bapak?” tanya Naura sedikit takut.
“ Kenapa? Ini kan rumahku!” ucap Rangga memperhatikan aura wajah Naura yang terlihat ketakutan.
“ Maaf pak! Lebih baik saya pulang saja.” Tutur Naura hendak melangkah menuju pintu namun lengannya di cekal oleh Rangga.
“ Kau tetaplah di sini.” Titah Rangga.
“ Aku tidak suka di bantah.” Timpalnya.
“ Apa maksud bapak hah....” ujar Naura dengan suara yang sedikit meninggi.
Melihat ekspresi Naura yang benar – benar seperti induk singa yang siap untuk menerkam lawannya dalam mempertahankan wilayah kekuasaannya membuat Rangga tidak bisa menahan tawanya lagi. Tanpa ada instruksi tawa Rangga pecah memenuhi ruang tamu.
“ Hahhahahahahhhhha...... kau benar – benar lucu dan menggemaskan.” Ucap Rangga sambil memegangi perutnya yang mulai kram karena kebanyakan tertawa.
Melihat Rangga tertawa lepas seperti itu membuat Naura semakin membuat kuda – kuda dalam mempertahankan diri. Tanpa diduga Rangga mendekati Naura dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
“ Apa....yang bapak lakukan. Jangan macam – macam ya! Saya tidak akan sungkan lagi dengan bapak.” Teriak Naura berusaha mengancam Rangga.