
“ Saaaahhhhhh!” suara para saksi sangat menggema di halaman rumah pak Ahmad yang sudah di dekorasi pelaminan pernikahan yang bergaya modern saat suara Arlan dengan lantang menjawab ijab kabul bersama pak Ahmad yang sekarang sudah menyandang bapak mertua Arlan.
“ Alhamdulillah.” Suara teriakan kegembiraan menyambut telah selesai dengan lancar acara ijab kabul. Sekarang status Arlan sudah resmi menjadi suami sah bagi Naura.
Pak penghulu langsung memimpin doa untuk mengambil keberkahan bagi hajatan yang sedang berlangsung.
Halaman pak Ahmad yang sebelumnya tertata oleh pohon – pohon dan berbagai macam bunga sekarang terlihat berbeda karena adanya sebuah dekorasi pelaminan yang bergaya modern. Hal ini di tanggungjawabi oleh Nining sahabatnya Naura sekaligus MUA bagi Naura.
Meskipun masih tinggal di perkampungan namun pelaminan yang digunakan sudah modern yang terlihat lebih mewah dan kekinian. Dekorasi di isi oleh hiasan yang dominan berwarna putih dengan elemen dekorasi lampu – lampu keemasan yang di kolaborasikan dengan warna yang lain sseperti cream, putih, hijau dan biru.
Untuk singgasana pengantin, juga di tempatkan kursi orangtua di samping kiri dan kanan yang menggunakan tema garden dengan hiasan dedaunan dan artifisial yang sangat nyaman untuk di pandang.
Setelah mendengar kata sah, Naura sang pengantin wanita yang begitu sangat cantik dan anggun yang berbalut kebaya putih bertabur renda dan payet dengan kerah semi shanghai dengan bawahan kain batik dan yang tak ketinggalan dengan perpaduan hijab dengan sebuah mahkota dan terdapat aksesoris bunga melati yang menjuntai hingga ke bawah.
Dengan di pandu oleh kedua sahabatnya sebagai bridesmaid Abel dan Nadia yang menggunakan gaun senada dengan gaun pengantin Naura. Mereka menghampiri tempat di adakannya ijab kabul dan menyandingkannya di sisi Arlan.
Dengan senyuman lebar yang terpancar dari wajah Arlan dalam menyambut kedatangan mempelai wanitanya yang sukses membuatnya tertegun mengagumi kecantikan dan keindahan yang terpancar dari sosok Naura.
Setelah duduk di samping Arlan, Naura langsung mencium punggung tangan Arlan meeskipun tersipu malu. Tanpa sungkan lagi Arlan mengecup kening Naura dengan sepenuh jiwanya yang selama ini sudah ia tahan.
Para keluarga dan tamu begitu bahagia dengan kedua mempelai yang terlihat saling mencintai dan menyayangi. Senyuman kedua mempelai terus terukir di sepanjang acara.
Kemudian acara di lanjutkan dengan tradisi sungkeman kepada kedua orang tua dari kedua belah pihak. Dengan rasa haru dan sedih air mata tak luput telah membasahi pipi.
Setelah sungkeman, pak Ahmad memberikan sebuah nasehat kepada menantunya Arlan.
“ Yang pertama memeluk putriku adalah aku, bukan kamu. Yang pertama mencium putriku adalah aku, bukan kamu. Yang pertama merawat putriku adalah aku, bukan kamu....” dengan isak tangis yang tak dapat di tahan pak Ahmad menyeka air matanya sebelum melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
“ Tapi aku berharap kamu nak Arlan sebagai menantu sekaligus seorang imam bagi putriku akan jadi orang yang menemani putriku seumur hidup meskipun kelak terdapat batu kerikil dalam kehidupan rumah tangga kalian. Jangan kau sakiti dia apalagi perasaannya. Dan bila suatu hari nanti kamu tak mencintainya lagi, jangan beritahu dia tapi beritahulah kepadaku. Aku akan membawanya pulang.” Sambung bapak dengan menahan isak tangisnya agar airmata tak jatuh.
Spontan Naura memeluk bapak dengan erat yang tak dapat menyembunyikan air matanya.
“ Hiks...hiksss...hiksss....bapak! Naura akan tetap menjadi putri kecil bapak meski Naura telah menikah. Bapak tetap menjadi cinta pertama bagi Naura..” Isak Naura.
Melihat keakraban antara seorang anak dengan ayahnya membuat para tamu yang turut menyaksikan juga ikut terbawa suasana haru. Tanpa sadar mereka juga menitikkan airmata.
Dengan sabar, Arlan mengusap – usap punggung Naura dan memapah Naura ke tempat semula.
“ Sudah Nduk! Nanti luntur lho make upnya. Kasihan tuh Nining yang sudah susah payah meriasmu!” canda bapak agar dapat mencairkan suasana.
“ Ah bapak! Orang masih sedih kenapa malah bahas make up sih.” Cebik Naura berusaha tersenyum.
Setelah suasana dan kondisi sudah kondusif, mereka pun secara bergantian memberi selamat kepada kedua mempelai yang akan menempuh hidup baru. Dan tak ketinggalan dengan sebuah pelukan dan cipika – cipiki.
“ Terima kasih Bel! Ku doa kan deh agar kau segera menyusul.” Balas Naura.
“ Amin... selamat ya Kak! Semoga menjadi keluarga yang samawa.” Ucap Abel kepada Arlan.
“ Ehm..terima kasih.” balas Arlan dengan ciri khasnya.
Begitu juga dengan Nadia, Frans dan Andreal yang tak mau ketinggalan untuk mengucapkan selamat kepada Naura.
“ Ah selamat ya bro! Akhirnya kau yang perdana melepas masa lajangmu!” ucap Dennis dengan mentoskan tangannya ke Arlan.
“ Terima kasih! semoga kau juga segera menyusul agar kita bisa tri date nantinya.” Balas Arlan yang menyambut tosnya Dennis.
__ADS_1
“ Eh, kau jangan khawatirkan masalah itu. Sekarang ka nikmatilah momen bersejarahmu ini.” Seru Dennis.
“ Selamat ya kakak ipar! Semoga kakak ipar cepat memberikan ku keponakan yang banyak.” Ucap Galih menggoda.
“ Kau tenang saja adik ipar, permintaanmu akan segera di laksanakan.” Jawab Arlan santai.
“ Ok. Akan kutunggu. Huahhahahahhaha.” Tawa Galih setelah berlalu dari atas singgasana.
Setelah para sahabat selesai memberi selamat, kini giliran Aran beserta suami dan Nining sahabat Naura sejak di bangku SMA juga memberikan ucapan dan kado yang telah mereka siapkan.
Begitu juga dengan para tamu yang terdiri dari warga sekitar maupun dari kampung lain yang sengaja di undang oleh pak Ahmad juga memberikan selamat kepada kedua mempelai.
Mereka tidak ingin melewatkan momen yang langka ini begitu saja, berita tentang uang seserahan yang berjumlah sangat fantastik telah menyebar dengan cepat hingga keluar kampung. Ya 500 juta untuk se kelas masyarakat kampung uang seserahan sebesar itu merupakan hal yang tidak dapat di jumpai.
Belum lagi dengan mahar yang telah di ucapkan pada saat ijab kabul yang tak kalah mencengangkan. Bagaimana tidak, Arlan telah memberikan mas kawin untuk Naura berupa uang tunai sejumlah Rp.28.052.000,- di mana angka nominal uang tersebut berdasarkan tanggal pertama kalinya mereka bertemu. Selain uang tunai, juga ada logam mulia seberat 132 gram yang di ambil berdasarkan tanggal lahir Naura. dan seperangkat alat shalat.
Acara resepsi berlangsung dengan khidmat dan lancar. Semakin lama semakin ramai para tamu yang hadir. Terutama sanak keluarga dari pihak pak Ahmad dan bu Tanti, mereka menyempatkan untuk menghadiri dan melihat semeriah apa pesta pernikahan dari Naura yang telah mendapat seorang suami dari keluarga pengusaha yang kaya raya.
Meskipun begitu, keluarga pak Ahmad tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan yang berlebihan, mereka tetap mengamalkan sikap sederhana yang terpenting adalah niat untuk mengumpulkan sanak saudara berkumpul menjadi satu setelah sekian lama tidak berjumpa.
Acara resepsi pernikahan mulai dari dekorasi pelaminan, gaun pesta, menu hidangan dan yang lainnya hanya menghabiskan dana tidak lebih dari 100 juta. Meskipun demikian, bagi warga kampung ini merupakan pesta pernikahan yang termahal dan termewah yang pernah ada. Selama ini mereka mengadakan pesta pernikahan tidak kurang memakan biaya sebesar 50 juta.
Dengan di iringi musik yang bersenandung slow, para tamu sangat menikmati menu hidangan yang beraneka ragam, mulai dari menu berat hingga menu cemilan – cemilan.
Namun selang beberapa menit, suara alunan musik telah berubah menjadi suara musik yang keras dan musik dj dari konten toktok yang sedang viral.
Dengan di iringi musik tersebut, maka dari kejauhan terlihat segerombolan anak – anak muda yang berjalan mendekati acara pesta. Melihat hal tersebut membuat kedua mempelai dan para tamu menjadi penasaran apa yang sedang terjadi.
__ADS_1