
“ Hebat ya? Belum ada sebulan di kota besar ini, kau sudah berada di tempat yang sulit kau jangkau. Kau tahu ini tempat apa. Hah!” ucapnya lagi
Mendengar perkataan yang dilontarkan wanita tersebut sontak membuat Naura langsung memutar balikkan tubuhnya agar ia dapat berhadapan langsung dengan kakak sepupunya, Tari. Tari tidak sengaja memergoki Naura mencuci wajahnya di toilet. Setelah yakin itu Naura, Tari langsung menghampiri Naura.
“ Kenapa? Ada masalah dengan kakak. Hah!” balas Naura dengan lantang
“ Cih, kau sudah berani sekarang hah, Oh apa kau sudah mendapat dukungan dari seseorang? Makanya jadi belagu banget.” Cibirnya dengan sinis
“ Maaf kak, aku begini tergantung sikap kakak kepadaku. Kenapa kakak selalu menuduhku yang tidak – tidak. Aku selama ini tidak pernah mengusik kehidupan kakak dan keluarga kakak.” Ucap Naura
“ Sudahlah jangan sok suci kau Ra! Kau dan aku sama – sama dari desa. Apakah kau kuliah itu hanya modusmu saja untuk mengelabui warga desa hah!” Kata Tari
“ Terserah kakak mau berkata apa! Toh percuma saja aku menjelaskan panjang lebar pada kakak. Dan aku tidak butuh pengakuan dari kakak.” Jawab Naura tidak mau kalah. Selama ini ia cukup diam menghadapi kelakuan Tari yang selalu memandang rendah dirinya. Tapi untuk kali ini kesabarannya sudah melewati batas.
“ Kau.... sombong sekali! Kau pikir kau bisa makan di tempat ini hanya dengan uang seratus ribu mu itu hah...tempat ini tidak cocok buat orang seperti dirimu.” Ucap Tari sengit sambil menunjuk wajah Naura.
“ Oh maaf saja ya kakak ku yang tersayang, kau sudah salah menilai orang yang seperti diriku ini. Justru orang yang seperti diriku inilah yang sangat pantas berada di tempat ini bahkan lebih dari ini.” Jawab Naura tak mau kalah sengitnya. Padahal ia juga tidak tahu apa maksud dari perkataannya sendiri.
“ Ciih......sehebat apa sih orang yang ada di belakangmu itu? Baru sebulan tinggal di kota sudah belagu seperti Nyonya besar saja.” Cibir Tari sambil melipat kedua tangannya di dada.
“ Hahahahahah, kakak yakin mau tahu hah...nanti jika kakak tahu apakah kakak siap? Aku gak bertanggung jawab ya jika terjadi sesuatu pada kakak. Dan yang pastinya orang yang ada di belakangku jauh lebih hebat bila dibandingkan dengan orang yang ada di belakang kakak.”
“ Kau.....apa maksud perkataanmu itu?” kata Tari memelototkan matanya.
“ Aku rasa kakak yang paling paham. Secara kakak sudah berpengalaman dalam hal ini bukan?” Kata Naura sambil menelisik tajam penampilan Tari dari atas kepala sampai bawah kaki. Yang sangat terkesan seksi sehingga menampilkan setiap lekukan tubuhnya.
“ Kau sudah semakin berani denganku hah!” Tari kian meradang setiap Naura membalas perkataannya. Ia tidak menyangka Naura gadis yang sangat pendiam dan penurut bisa dengan lancar membalas perkataannya.
“ Kenapa? Bahkan semut saja akan menggigit jika ia diinjak. Selama ini aku diam bukan berarti takut pada kakak. Aku masih menghormati kakak sebagai kakakku. Tapi aku salah ternyata kakak tidak pantas mendapatkan itu.”
“ Kauuu.....awas kau Ra!” ucap Tari meradang langsung pergi begitu saja dari toilet, namun....
Brughhhh.... ia terpental ketika hendak keluar dari toilet ternyata ia tidak sengaja menabrak dada bidang seorang pria yang memiliki otot – otot yang kekar. Dan lebih sialnya ia disambut dengan seember air kotor bekas air pelan lantai. Sehingga kesialannya dua kali lipat, sudah jatuh tersiram air kotor lagi.
“ Auw... sialan!” Umpat Tari keras
“ Ups, sorry aku tidak sengaja. Aku pikir tidak ada orang.” Ucap Arlan santai
“ kau.... siapa kau hah! berani sekali kau berbuat begini kepadaku. Awas kau, ku pastikan kau tidak akan bisa berkeliaran lagi.” Ancam Tari begitu arogannya.
__ADS_1
“ Oh,, kau mengancamku! Silahkan saja.” Ucap Arlan sambil meraih tangan Naura yang sejak tadi hanya menyaksikan perdebatan Arlan dengan Tari.
Mereka pun keluar dari toilet meninggalkan Tari begitu saja dalam keadaan terduduk di lantai dengan baju yang kotor dan basah.
“ Argghhhhhh..... awas kau Naura. kau sudah mempermalukan aku. Akan ku balas kau berkali – kali lipat.” Umpat Tari sangat kesal sambil menepuk air yang ada di lantai.
“ Hahahahahaha, kakak lihat ekspresinya? Ah sangat lucu.” Ucap Naura setelah berada di meja mereka.
“ Kau senang sudah membalasnya?” Ucap Arlan
“ Sebenarnya sih aku gak mau membalas perbuatannya, tapi kali ini dia benar – benar keterlaluan. Masa dia menuduhku yang tidak – tidak. Pemikiran dari mana sih dia, jika orang yang berasal dari desa tidak pantas berkunjung ke tempat – tempat mahal. Sekarang kan kalau ada uang saja bebas mau kemana saja. Dasar!” Oceh Naura mengeluarkan semua uneg – unegnya.
“ Tuh pintar.” Ucap Arlan tersenyum sambil mengelus kepala Naura
Blusshhh....seketika warna wajah Naura berubah menjadi merah. Entah mengapa ia selalu merasa nyaman jika bersama Arlan padahal ini kali pertamanya ia dekat dengan seorang pria.
Setiap kali melihat sikap Arlan yang begitu hangat dan perhatian padanya, ia menyangkal rumor yang disandang oleh Arlan. Tapi hal itu tidak dipermasalahkan olehnya. Yang penting Arlan selalu bersikap baik meskipun sering terjadi perdebatan yang tidak berarti diantara mereka.
“ Sejak kapan kau mempunyai pendukung?” Tanya Arlan sambil menaikkan alisnya sebelah
“ Sejak lahir” Jawab Naura enteng
“ Hahaahahah... kakak lucu dengan wajah seperti itu.”
“ Apa?”
“ Iya,, ini pertama kalinya kakak memasang wajah lucu, ternyata gemes juga ya..khikhikhik...” ucap Naura sambil mengangkat kedua tangannya di depan wajah Arlan yang seakan – akan mencubit pipinya.
“ Kau....”
“ Hahahahaha....kakak memikirkan apa sih? Kakak pikir aku menjadi wanita simpanan om – om gitu? Emak selalu bilang, jadikanlah Allah itu sebagai pelindung dan pendukungmu dalam situasi dan keadaan apapun. Jadi jangan pernah kita berpikir sendirian dalam menghadapi sebuah masalah. Sehingga tidak sedikit orang mencari jalan pintas untuk menyelesaikan masalah mereka. Mengadulah hanya kepada Allah dan minta lah pertolongan Nya untuk menyelesaikan masalahmu.” Jelas Naura sudah seperti ustad yang sedang ceramah
“ Dasar kau ini...” Kata Arlan yang semakin kagum kepada Naura
“ Heheheeheh.” Yang dibalas Naura dengan cengiran kudanya.
“ Haaahh, pemandangannya sangat indah.” Imbuhnya lagi
“ Mereka orangnya sayang! Yang sudah mempermalukan aku tadi!” Adu Tari kepada kekasihnya sambil bergelayut manja di lengannya.
__ADS_1
Melihat hal itu, membuat Naura terkejut dengan apa yang telah dilakukan oleh Tari. Kali ini dia benar – benar menunjukkan kekasihnya yang usianya terpaut jauh. Namun tidak dengan Arlan, ia menyikapinya dengan wajah yang datar.
“ Oh ternyata hanya bocah ingusan yang telah merendahkan statusku hah..” ucap Tuan Hardi Ginanjar dengan sombongnya.
“ Maaf tuan, anda siapa ya!” Tanya Arlan tenang
“ Kau... beraninya kau tidak mengenaliku hah..? kau tidak tahu siapa aku?” ucap tuan Hardi
“ Tidak Tuan. Dan Tuan ada urusan apa dengan kami.” Kata Arlan
“ Kalian sudah meremehkan dan mengganggu wanitaku. Kalian salah telah berurusan denganku.” Ucap tuan Hardi semakin meradang karena melihat Arlan yang berani menjawab setiap perkataannya
“ Owh.. ternyata hanya karena wanita seperti dia?” tunjuk Arlan ke arah Tari
“ Kau... beraninya kau mengataiku wanita seperti itu hah..?” Tari tidak terima dengan ucapan Arlan
“ Sayang! Pokoknya aku gak mau tahu, mereka berdua harus diberi pelajaran.” Rengek Tari dengan suara yang manja yang menggelayuti lengan kekasihnya.
“ Kau tenang saja sayang! Apapun akan kulakukan demi dirimu sayang!” Ucap Tuan Hardi yang menoel hidungnya dan membuat Tari merasa menang dan memberikan senyuman mengejek kepada Naura
Melihat ada keributan di meja yang di tempati oleh pemilik rumah makan ini, Pak Johny langsung menghampiri mereka agar tidak mengganggu pelanggan lainnya.
“ Selamat malam tuan – tuan, ada yang bisa saya bantu!” Sapa Pak Johny ramah.
“ Apa kau pemilik dari rumah makan ini?” tanya Tuan Hardi
“ Tidak Tuan, saya hanya sebagai kepala staf di rumah makan ini. Karena Pemiliknya ada di.....” Ucap Pak Johny terputus ketika Arlan memberi kode agar jangan memberitahu mereka.
“ Ada dimana dia hah, aku ingin bertemu langsung dengannya. Kalau perlu aku akan menutup rumah makan ini karena sudah membiarkan mereka masuk kemari. Dan mana pertanggungjawaban pihak rumah makan atas keamanan di sini.” Ancam Tuan Hardi
“ Apaa...!” ucap Naura terkejut
Namun Arlan masih tetap tenang dalam menghadapi kemarahan tuan Hardi.
“ Maaf tuan! Mereka ini juga pelanggan di rumah makan ini. Jadi kami tidak berhak untuk mengusir mereka dari sini.” Ucap Pak Johny yang langsung mengerti sinyal dari Arlan.
“ Kau.... berani sekali kau melawan perintahku. Pokoknya aku ingin bertemu dengan pemiliknya secara langsung, kalau tidak dalam minggu ini aku akan menutup rumah makan ini.” Kata tuan Hardi
“ sekali lagi saya mohon maaf Tuan! Pemilik rumah makan ini sedang berada di luar kota, jadi selama beliau keluar saya yang bertanggungjawab mengenai rumah makan ini.” Terang Pak Johny.
__ADS_1
Naura hanya bisa melihat perdebatan antara kekasihnya Tari dengan Arlan dan Pak Johny. Sambil mencuri pandang ke arah Arlan, Naura semakin terkesima melihat ekspresi wajah Arlan yang begitu tenang.