Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 95 Reuni


__ADS_3

“ Hai Naura! kau terlihat cantik malam ini!” puji pria tersebut yang tak lain adalah Rangga.


“ Pak Rangga? Ah terima kasih pak!” ucap Naura tidak menyangka bisa bertemu dengan Rangga di acara malam ini dengan tampilan yang sangat berbeda dengan hari – hari biasanya. Kali ini Rangga terlihat berwibawa dengan balutan jas pria slim fit blazer tuxedo men suit outwear berwarna hitam.


“ Nikmatilah acara malam ini.” Ucap Rangga yang menghampiri sang nenek.


“ Halo Nek! Apa kabar?” tanya Rangga yang memeluk sang nenek yang sudah lama tidak pernah ia kunjungi.


“ Ah kau benar – benar cucu yang tidak tahu diri ya! Kenapa tidak pernah mengunjungi nenek mu yang sudah tua ini hah...” omel sang nenek yang membalas pelukan dari sang cucu.


Kemudian Rangga menyapa tante Nissa dan tuan Rahardi.


“ Hai tante, tante semakin hari semakin cantik aja nih.” Puji Rangga yang tak lupa memeluk dan cipika cipiki.


“ Ah, Rangga akhirnya tante bisa bertemu dengan mu secara langsung. Kau tahu tante hanya mendengar berita mu melalui media. Sekarang kau benar – benar sangat sibuk rupanya. Pantas saja Arlan seperti itu ternyata ia ingin mengimbangi langkahnya agar dapat bersanding di sampingmu.” Ucap tante Nissa.


“ selamat Rangga! Perusahaanmu sudah masuk ke pasar dunia.” Timpal om Rahardi.


“ Ah perusahaanku masih jauh di belakang perusahaan oom. Aku masih merangkak sementara perusahaan oom sudah berlari.” Ucap Rangga merendah.


“ Ah dasar kau ya."


“ Memang baik sih kau dapat meraih prestasimu, tapi kau pikirkan juga lah pendampingmu. Mau sampai kapan kau sendirian terus. Ingat usia mu sekarang sudah tidak muda lagi. Tante juga ingin momong cucu dari mu lho.” Ujar tante Nissa yang selalu menasehati anak – anaknya.


“ Tante tenang saja, aku akan mencari teman hidupku lagi nanti.” Ucap Rangga.


“ Lagi? Apakah kau menyukai seseorang?” tanya tante Nissa.


“ Ah, bisa di bilang begitu tan, tapi aku kalah cepat. Mungkin kalau aku bertemu duluan dengannya bisa saja aku dan dia sudah menikah sekarang.” Ujar Rangga dengan lirikan ke arah Arlan yang hampir tersedak dengan minumannya sendiri.


“ Uhuk...uhuk....”


“ Kau baik – baik saja?” tanya Aran sambil menepuk – nepuk punggung Arlan.


“ Ehm..”


“ Ya sudah, masih banyak wanita yang akan mencuri hatimu lagi. Tapi tante jadi penasaran wanita seperti apa dia yang berhasil menaklukkan hatimu?” tanya Tante Nissa penasaran. Pasalnya Rangga adalah sosok yang tidak pernah mendekati seorang wanita mana pun dalam hidupnya. Bahkan ia tidak pernah terlihat berinteraksi dengan makhluk yang bernama wanita.


“ Ah aku juga tidak tahu tan, kenapa pertama kali melihatnya hati ini seperti ada getaran yang tiba – tiba muncul tanpa di sadari.” Jelas Rangga.

__ADS_1


“ Sudah lah bun, jangan terlalu bertanya secara detail, nanti kalau sudah waktunya jodoh itu akan hadir dalam hidup Rangga.” Potong om Rahardi.


“ Benar kata ayah bun, kasihan kak Rangga jika di interogasi terus.” Imbuh Arlan yang sudah merasa tersindir akan ucapan dari Rangga yang membuatnya tidak nyaman.


“ Baiklah, sekarang kita nikmati saja acara selanjutnya.” Ajak bunda.


Melihat interaksi antara keluarga Kusuma dengan Rangga yang ia kenal sebagai dosennya terlihat begitu dekat dan kekeluargaan membuat Naura penasaran hubungan antara keduanya.


“ Dia adalah kakak angkatku.” Ucap Arlan berbisik ke Naura yang mengerti akan isi hati Naura.


“ Ah benarkah! Pantes saja tante tidak sungkan bertanya tentang masalah privasi pak Rangga.” Ucap Naura yang sudah mengerti akan hubungan mereka.


Semua tamu undangan hadir sambil menunjukkan kekuasaan dan keahlian mereka dalam mengamati para pemilik perusahaan yang besar agar mereka mendapat celah untuk menjalin kerja sama dengan perusahaan yang lebih besar.


“ Ehm.” Balas Arlan yang hanya berdehem saja.


“ Baiklah semuanya, aku permisi untuk menyapa para tamu yang hadir.” Pamit Arlan sebagai tuan rumah harus menyambut baik para tamunya dan juga ia tidak sungkan lagi untuk menunjukkan siapa dirinya yang sebenarnya.


“ Baiklah! Kau nikmati saja pestamu ini.” Ucap Bunda Nissa.


“ Bagaimana perkembangan Arlan Ran?” tanya Rangga kepada Aran yang masih menyuapi Vino.


“ Ah entahlah. Kuharap malam ini ia bergerak cepat.” Ucap Aran menghela nafas.


“ Hei kalian membicarakan apa sih?” tanya bunda tidak mengerti.


“ Ehm nanti juga bunda akan mengerti, sekarang kita hanya melihat aksi dari Arlan saja.” Jelas Aran.


“ Selamat malam tuan – tuan!” sapa Rangga kepada para tamu yang merupakan para investor bagi hotel Green Mounth.


Melihat kedatangan Rangga yang menghampiri meja yang terdiri dari Arlan, Joshua, David dan Hardi. Membuat tuan Hardi Ginanjar semakin gugup dan khawatir. Ia terjebak ke dalam situasi yang dapat menelannya kapan saja.


“ Ah tuan Yudistira, senang sekali dapat bertemu dengan anda di kesempatan ini.” Ujar tuan Joshua yang berambisi menjalin kerjasama dengan perusahaan Rangga namun belum berhasil.


“ Selamat malam tuan Yudistira! Senang bertemu dengan anda secara langsung.” Timpal tuan David.


“ Ehm, apa kabar tuan Ginanjar?” sapa Rangga kepada tuan Hardi Ginanjar yang sedari tadi hanya terdiam.


“ Ba..ik tuan Yudistira. Benar senang bertemu dengan anda dalam kesempatan ini.” Ucap tuan Hardi menutupi kegugupan.

__ADS_1


Arlan hanya memperhatikan interaksi antara Arlan dan tuan Hardi yang terlihat ada sesuatu yang telah terjadi diantara mereka, setelah mengamati ekspresi tuan Hardi yang sama persis saat bertemu dengannya.


“ Baiklah! Semoga kalian dapat menikmati pesta ini dan hubungan kerja sama ini dapat berjalan tanpa ada hambatan yang berarti. Dan saya harap bekerja lah secara profesional.” Ucap Arlan menatap tuan Hardi dengan tatapan yang memberi peringatan agar tidak mengusik wanitanya.


“ Ah tentu tuan Arlan, profesional dalam pekerjaan memang harus diprioritaskan.” Ucap tuan Joshua.


“ Kalau begitu saja permisi tuan – tuan!” pamit Arlan yang masih menatap ke arah tuan Hardi.


“ Silahkan tuan Arlan!” ucap Tuan Joshua dan tuan David bersamaan.


Sementara tuan Hardi hanya menganggukkan kepalanya saat Arlan melewati dirinya.


“ Ah dasar! Kenapa aku terjebak ke dalam situasi yang seperti ini sih! Ternyata kedua pria ini memiliki hubungan yang tak biasa dengan wanita itu.” Ucap tuan Hardi dalam hati.


“ Baiklah tuan – tuan! Saya juga undur diri. Dan tuan Hardi semoga hari anda semakin baik.” Ujar Rangga menatap dirinya seperti tatapan yang diberian Arlan.


“ Terima kasih tuan Yudistira!” ucap tuan Hardi Ginanjar.


Melihat interaksi antara ketiga pria yang terlihat tidak biasa membuat tuan Joshua dan tuan David merasa penasaran dan curiga.


“ Anda baik – baik saja tuan Ginanjar?” tanya tuan David.


“ Iya saya baik – baik saja tuan David. Kalau begitu saya pamit menemui istri saya.” Pamit Tuan Hardi menghindari rekannya.


“ Silahkan tuan Ginanjar!” seru tuan Joshua dan tuan David serentak.


Melihat Arlan berada di balkon sendirian, tuan Hardi pun menghampirinya.


“ Maaf Mengganggu tuan Arlan.” Sapa tuan Hardi.


“ Ah tuan Ginanjar! Terima kasih atas kerjasamanya selama ini hingga terwujudnya proyek hotel Green Mounth ini yang berjalan lancar.” Ucap Arlan.


“ Anda terlalu berlebihan! Ini semua juga tidak terlepas dari kerja keras anda selama ini.” Ujar tuan Hardi.


“ Anda sudah merencanakan semua ini? Pantas saja anda tidak tersentuh sama sekali.” Seru tuan Hardi.


“ Benar! aku tidak ingin mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Kenapa aku memilih bekerja sama dengan anda karena saya lihat kinerja anda selama ini sangat baik jadi tidak ada salahnya aku mencoba dalam proyek ini.” Jelas Arlan.


“ Dan aku berharap anda juga tidak mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Dan gunakan lah kekuasaan anda sebaik mungkin.” Imbuhnya.

__ADS_1


“ Sayaaang ternyata kau di sini, aku...” ucap Seorang wanita muda dengan gaun yang berwarna merah tanpa lengan yang menjuntai hingga selutut menghampiri tuan Hardi yang berdiri di balkon.


“ Ka...uuuu!” imbuhnya terkejut saat melihat pria lain yang sedang bersama kekasihnya.


__ADS_2